Home Serba Serbi Tekno Tapir Dewasa Tewas Tabrak Kendaraan di Koridor RAPP

Tapir Dewasa Tewas Tabrak Kendaraan di Koridor RAPP

Sumbawanews.com,- Seekor tapir jantan dewasa ditemukan tewas di jalur koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), tepatnya di Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Taman Nasional Tesso Nilo, sebuah kawasan konservasi penting yang menjadi jalur migrasi alami satwa liar di Sumatera.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendapat laporan pada 16 Juni 2026 dari Polres Kuantan Singingi dan pihak perusahaan. Pada 19 Juni, tim tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan forensik terhadap bangkai satwa yang berbobot sekitar 300 kilogram itu. Hasil otopsi menunjukkan luka traumatis di paha kiri dan perut sebelah kanan, disertai perdarahan dari hidung—gejala khas yang konsisten dengan benturan keras.

“Tidak ada tanda-tanda perburuan. Tidak ada luka tembak, tidak ada bekas senjata tajam,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin. “Kemungkinan besar, tapir ini tewas akibat tabrakan dengan kendaraan yang melintas di jalan koridor perusahaan.”

Bangkai tapir kemudian dikuburkan di tempat kejadian sesuai prosedur kesehatan lingkungan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit zoonosis. Tapir (*Tapirus indicus*) adalah satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018, sekaligus spesies kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Sumatera melalui perannya sebagai penyebar biji tanaman.

Kematian ini menjadi peringatan serius, mengingat baru empat bulan lalu, seekor gajah jantan ditemukan tewas di kawasan konsesi RAPP di Pelalawan—dengan kondisi kepala dipotong dan gading dicuri. Kedua kejadian itu terjadi di zona yang sama: koridor antara habitat alami dan area operasional perusahaan.

Ujang menekankan pentingnya mitigasi aktif dari perusahaan yang beroperasi di sekitar koridor satwa. “Jalan yang dibangun di tengah jalur migrasi harus dilengkapi rambu, penghalang, atau sistem peringatan dini. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tapi tanggung jawab moral,” ujarnya.

Tapir, yang dikenal sebagai hewan soliter dan malam aktif, sangat rentan terhadap gangguan antropogenik. Dengan populasi yang terus menyusut akibat fragmentasi habitat dan konflik dengan manusia, setiap kematian tapir di alam liar adalah kerugian besar bagi keanekaragaman hayati Sumatera.

Previous articleDemo Mahasiswa Usai, Lalu Lintas di Patung Kuda Normal Kembali
Next articleRoy Suryo Siap Dijamin Din Syamsuddin
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.