Sumbawanews.com,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman menghadapi ancaman El Nino Godzilla yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Dalam rapat di Istana Kepresidenan, Amran menegaskan bahwa cadangan beras saat ini mencapai 5,2 juta ton, dengan tambahan hasil panen yang diperkirakan sekitar 10–11 juta ton, serta persediaan beras di gudang swasta, hotel, dan restoran sebesar 12,5 juta ton. Jika digabungkan, total stok ini mampu mencukupi kebutuhan nasional hingga 10–11 bulan ke depan—artinya, hingga April 2027, jauh melewati masa puncak kekeringan.
Amran menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan cadangan strategis, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui infrastruktur irigasi dan pengelolaan lahan. Kementan telah membangun ratusan embung, sumur dalam, pompa air, dan sistem pompanisasi di daerah rawan kekeringan. Selain itu, optimalisasi lahan rawa dan program cetak sawah terus digenjot, termasuk di Papua, untuk memungkinkan tiga kali panen per tahun dan mengurangi ketergantungan pada curah hujan.
Presiden Prabowo, menurut Amran, memberikan arahan tegas agar semua langkah mitigasi segera ditindaklanjuti secara menyeluruh. “Beliau menekankan agar kita waspada penuh terhadap dampak El Nino Godzilla, tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga distribusi dan harga pangan,” ujar Amran. Ia menambahkan, koordinasi dengan BMKG, Kementerian PUPR, dan BULOG terus diperkuat untuk memastikan respons cepat jika terjadi gejala kekeringan ekstrem.
Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan ketahanan pangan tetap terjaga meski menghadapi fenomena iklim paling ekstrem dalam dekade terakhir. Amran menegaskan, “Insya Allah, kita tidak akan mengalami krisis pangan. Kita siap, stok kita aman, dan infrastruktur kita sudah diperkuat.”
















