Home Berita Internasional Rusia Undang Sineas Indonesia Ikuti Film Award Berhadiah Jutaan Dolar

Rusia Undang Sineas Indonesia Ikuti Film Award Berhadiah Jutaan Dolar

Sumbawanews.com,- Moskow – Rusia kembali membuka pintu bagi sineas Indonesia untuk berlaga di panggung perfilman internasional melalui Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” 2026. Ajang bergengsi yang digagas oleh sutradara legendaris Nikita Mikhalkov dan didukung Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia ini akan digelar di Moskow, menawarkan hadiah tertinggi berupa berlian Yakutia senilai satu juta dolar AS untuk pemenang kategori Film Terbaik.

Dalam siaran pers yang diterima oleh Russian Cultural Foundation, undangan resmi diperluas bagi para pembuat film dari Indonesia, menyusul partisipasi sukses Tanah Air pada edisi perdana tahun 2025. Dua film Indonesia, *Lost in Ningxia* dan *Komang*, berhasil masuk dalam daftar nominasi, dengan *Komang* yang disutradarai Naya Anindita memperoleh nominasi di kategori Komposer Terbaik.

Tidak hanya sekadar ajang penghargaan, Open Eurasian Film Award dirancang sebagai platform dialog budaya yang mempertemukan karya-karya film yang mengangkat nilai kemanusiaan universal dan memperkuat warisan sejarah bangsa-bangsa Eurasia. Tahun ini, penyelenggara menjanjikan peningkatan skala dan intensitas kolaborasi, termasuk melalui program kreatif *Creativity Unites* yang sebelumnya membawa sutradara muda Indonesia Tunggadevi Amara Wijaya berkolaborasi dengan para maestro sinema Rusia di Akademi Seni Sinematografi dan Teater Nikita Mikhalkov.

Selain hadiah berlian, seluruh pemenang di kategori utama—Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Sinematografi, Penata Musik, Aktor/Aktris Utama dan Pendukung, hingga Film Non-Eurasia Terbaik—akan menerima berlian Yakutia senilai 250.000 dolar AS, serta trofi berbentuk kupu-kupu berlian karya seniman Rusia Yuri Kuper, simbol keindahan dan transformasi yang menjadi emblem ajang ini.

Russian Cultural Foundation menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia bukan sekadar bentuk kerja sama budaya, melainkan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi perfilman Tanah Air di kancah global. Dengan lanskap perfilman Indonesia yang semakin matang dan berani mengeksplorasi narasi lokal yang universal, ajang ini menjadi jembatan penting bagi sineas Indonesia untuk menjangkau pasar, mitra produksi, dan penonton di lebih dari 30 negara Eurasia.

Pendaftaran untuk Open Eurasian Film Award 2026 terbuka hingga akhir tahun ini, dengan kriteria kelayakan yang terbuka bagi film fitur, pendek, dan dokumenter yang diproduksi setelah 1 Januari 2024. Bagi para sineas Indonesia, ini bukan hanya peluang untuk menang, tapi untuk dikenal—di tengah dunia yang semakin menghargai keberagaman cerita dari ujung bumi yang paling jauh.

Previous articleHET Minyakita Tetap Rp15.700, Pemerintah Fokus Perluas Distribusi
Next articleTrump Berjabat Tangan Lama dengan Istri Macron di KTT G7
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.