Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berperan dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dalam evaluasi pasca-pelaksanaan yang digelar di Hambalang, Bogor, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden secara pribadi maupun sebagai kepala negara mengucapkan terima kasih atas dedikasi luar biasa dari jajaran kementerian, DPR, petugas lapangan, hingga para jemaah itu sendiri.
“Bapak Presiden menekankan, keberhasilan ini bukanlah pencapaian sepihak, tapi hasil kerja kolektif yang penuh ketulusan,” ujar Prasetyo, mengutip pernyataan Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus memuji kinerja lebih dari 2.000 petugas haji yang bertugas di Tanah Suci. Mereka dinilai menjalankan tugas dengan disiplin tinggi, semangat tak kenal lelah, dan kepekaan spiritual yang luar biasa—dari pengurusan dokumen hingga pendampingan jemaah yang rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, Presiden juga mengapresiasi peran pimpinan DPR dan Komisi VIII yang terus menjaga sinergi antara eksekutif dan legislatif, memastikan anggaran tepat sasaran, serta memberikan pengawasan ketat terhadap kualitas layanan. Apresiasi khusus juga diberikan kepada pemerintah Arab Saudi atas kerja sama yang solid, termasuk dalam hal akomodasi, transportasi, dan keamanan jemaah.
Prabowo menegaskan, keberhasilan tahun ini bukan sekadar soal logistik atau teknis, tapi juga tentang kemanusiaan. “Beliau menyebut, setiap jemaah yang pulang dengan hati tenang adalah bukti bahwa negara hadir, bukan hanya sebagai penyelenggara, tapi sebagai pelindung dan pelayan,” tambah Prasetyo.
Dalam doa penutup, Presiden memohon agar seluruh jemaah haji Indonesia diterima sebagai haji yang mabrur—yang tidak hanya menunaikan rukun, tapi juga membawa perubahan spiritual yang mendalam bagi diri dan keluarganya.
Pencapaian tahun ini menjadi tonggak penting: antrean haji yang selama puluhan tahun menjadi beban kini ditekan hingga 26 tahun, berkat reformasi sistem kuota dan digitalisasi pendaftaran. Langkah-langkah ini, menurut para pengamat, menandai transformasi besar dalam tata kelola ibadah haji di era kepemimpinan Prabowo.
Dengan semangat yang sama, Presiden pun memberikan catatan strategis untuk tahun depan: peningkatan kualitas pelatihan petugas, penguatan layanan kesehatan di embarkasi, dan perluasan akses informasi bagi jemaah dari daerah terpencil. “Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan hati. Dan negara harus siap menyertainya hingga akhir,” tegas Prabowo.















