Home Berita Nasional JKN Tanpa Diskriminasi, Pasien IGD Langsung Dilayani

JKN Tanpa Diskriminasi, Pasien IGD Langsung Dilayani

Sumbawanews.com,- Jakarta – Saat suaminya mendadak dirawat di IGD RS DKT Dr. Soetarto, Yogyakarta, Yuni Kaswanti tak menyangka proses pelayanan akan berjalan begitu mulus. Tanpa menunggu lama, tanpa pertanyaan berbelit, tanpa beda kelas—tim medis langsung merespons. “Langsung dilayani. Kami datang, langsung ditangani,” ujar Yuni, warga Gondokusuman yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 2016.

Ia dan suaminya terdaftar di kelas dua, tapi ia menegaskan, tak ada perbedaan perlakuan antara pasien JKN dan pasien umum. “Tidak pernah ada yang dibeda-bedakan. Dulu pun waktu masih kelas tiga, pelayanannya tetap maksimal. Perawatnya ramah, dokternya sigap, semuanya berjalan lancar,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Ketika suaminya mengalami kondisi darurat, Yuni tak sempat panik soal biaya. Semua perawatan, obat, hingga tindakan medis ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. “Tidak ada biaya tambahan. Kami hanya fokus pada kesembuhan suami, bukan pada tagihan,” ujarnya. Baginya, kehadiran JKN bukan sekadar jaminan, tapi pelindung nyawa yang tak memandang status ekonomi.

Pengalaman ini bukan sekali saja. Sejak menikah, ia dan keluarganya rutin memanfaatkan layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Yogyakarta. Ia mengaku, bahkan di fasilitas tingkat pertama, pelayanan tetap profesional dan hangat. “Puskesmas pun sudah bagus. Tidak seperti dulu yang sering dianggap ‘kasta bawah’. Sekarang, semua sama-sama dihargai.”

Yuni berharap, sistem ini terus diperkuat. Ia tak meminta hal besar—hanya agar kualitas pelayanan tetap konsisten, sumber daya manusia terus dilatih, dan tidak ada lagi stigma bahwa peserta JKN “diprioritaskan belakangan”. “Sudah bagus, tapi bisa lebih baik lagi. Karena ini bukan hanya soal kesehatan, tapi soal hak hidup,” ucapnya dengan tenang.

Kisah Yuni adalah cermin kecil dari sistem JKN yang bekerja seperti seharusnya: cepat, adil, dan manusiawi. Di tengah beragam kritik, ia membuktikan bahwa ketika pelayanan dijalankan dengan integritas, tak ada yang namanya “pasien kelas dua”—yang ada hanyalah manusia yang butuh pertolongan, dan sistem yang siap memberikannya.

Previous articleTrump Pertimbangkan Pecat Menhan dan Direktur CIA atas Penolakan Damai dengan Iran
Next articlePraktik Hacker Bayaran Ancam Demokrasi Indonesia
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.