Home Serba Serbi Tekno Jinu dan Hewan Peliharaan Supranaturalnya Jadi Lego

Jinu dan Hewan Peliharaan Supranaturalnya Jadi Lego

Sumbawanews.com,- Lego dan Netflix meluncurkan set pertama dari serial *KPop Demon Hunters*, menghadirkan Derpy sang harimau dan Sussie sang burung magpie dalam bentuk mainan bangun-bangun ikonik. Set ini merayakan dua makhluk supranatural yang menjadi teman setia tokoh utama, Jinu, dalam film paling banyak ditonton sepanjang sejarah Netflix—yang bahkan meraih Oscar.

Dirancang berdasarkan seni rakyat Korea tradisional *Kkachi horangi*, yang sering menggambarkan magpie dan harimau dengan nuansa satir, set ini mencakup dua figur detail: Derpy, harimau berenam mata yang tenang namun penuh karakter, dan Sussie, burung magpie yang berdiri gagah di atas kepala harimau. Tak hanya itu, set ini juga dilengkapi pot bunga dan sejumlah catatan persahabatan yang bisa ditempatkan di lidah Derpy—desain cerdas yang memungkinkan penggemar bermain imajinasi sekaligus menyimpan aksesori di dalam kepala harimau yang berongga.

Uniknya, meski Derpy tampak mengerikan dengan mata berjumlah enam dan ekspresi serius, Lego secara khusus menegaskan di situs resminya bahwa karakter ini *bukanlah jahat*—sebuah klarifikasi yang mengundang senyum, mengingat betapa kuatnya daya tarik visualnya. Set ini dirancang bukan hanya sebagai mainan, tapi sebagai koleksi yang layak dipajang di rak para penggemar muda.

Dipasarkan dengan harga $70, set *Derpy Tiger and Sussie Bird* (nomor 72537) kini sudah bisa dipesan sebelumnya dan dijadwalkan mulai dikirim pada Agustus mendatang. Dengan popularitas film yang terus meledak dan rencana sekuel yang sudah diumumkan, kemungkinan besar ini baru permulaan dari rangkaian produk turunan yang bakal membanjiri pasar.

Previous articlePrabowo Tidak Hadiri KTT Rusia-ASEAN di Kazan
Next articlePrabowo Gelar Rapat Darurat Haji di Hambalang
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.