Home Berita Nasional Mensesneg Koordinasi Langsung Usai Gempa Sulteng

Mensesneg Koordinasi Langsung Usai Gempa Sulteng

Sumbawanews.com,- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi langsung menghubungi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyusul gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah itu pada Selasa malam. Dalam percakapan tersebut, Prasetyo menekankan pentingnya koordinasi cepat dan penanganan terpadu untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran, sekaligus mencegah kepanikan di tengah ancaman gempa susulan.

Gempa yang berpusat di darat dekat Sigi, dengan dampak terparah dirasakan di Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso, telah menewaskan satu warga di Kabupaten Sigi dan melukai 76 orang—73 luka ringan dan tiga luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 1.254 rumah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat, sementara 1.834 kepala keluarga atau sekitar 5.784 jiwa terdampak langsung.

Prasetyo, yang menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, mengatakan pemerintah pusat telah mengaktifkan seluruh mekanisme respons darurat. “Kami memastikan semua pihak—mulai dari TNI, Polri, hingga instansi teknis—bergerak serentak. Yang terpenting, masyarakat tidak boleh lengah. Gempa susulan masih mungkin terjadi, dan kewaspadaan harus terus dijaga,” ujarnya.

Data BNPB menunjukkan bahwa longsor akibat gempa turut memutus akses jalan dan menutup sumber air bersih di beberapa desa di Sigi, memperberat kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal. Tim evakuasi dan logistik terus bergerak, meski medan yang terjal dan jaringan komunikasi yang terganggu menjadi tantangan utama.

Gubernur Anwar Hafid, dalam laporannya kepada Mensesneg, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menangani darurat, termasuk pembukaan posko pengungsian dan distribusi logistik dasar. Pemerintah pusat, menurut Prasetyo, siap mengirimkan bantuan tambahan—mulai dari tenda, obat-obatan, hingga peralatan medis—segera setelah akses jalan pulih.

Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar Sausu, yang dikenal sebagai jalur geologis aktif di Sulawesi. Ilmuwan dari BMKG memperingatkan bahwa wilayah ini berpotensi mengalami gempa berulang dalam skala menengah hingga besar, sehingga upaya mitigasi jangka panjang menjadi keharusan.

Dalam keterangan resminya, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga pada pemulihan berkelanjutan. “Korban bukan hanya angka. Mereka adalah keluarga, tetangga, dan warga negara yang layak mendapat perlindungan penuh dari negara,” katanya.

Saat ini, tim gabungan dari Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Badan Geologi terus bergerak menuju lokasi bencana. Pemantauan terhadap struktur bangunan publik—sekolah, puskesmas, dan jembatan—juga dilakukan secara intensif untuk mencegah bencana sekunder.

Previous articleMisteri Evolusi Planet Terpecahkan
Next articleDemokrasi Butuh Dialog, Bukan Paksaan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.