Home Berita Internasional AS dan Iran Siap Teken Kesepakatan Damai di Swiss

AS dan Iran Siap Teken Kesepakatan Damai di Swiss

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Burgenstock, Swiss, pada Jumat, 19 Juni, sebagai langkah pertama menuju penghentian konflik bersenjata yang meletus sejak akhir Februari. Lokasi yang sama pernah menjadi tuan rumah KTT perdamaian Ukraina pada 2024 itu dipilih setelah disepakati oleh mediator Pakistan dan Qatar, serta kedua belah pihak yang terlibat.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi perannya sebagai tuan rumah netral, bertugas menciptakan lingkungan diplomatik dan logistik yang memungkinkan pertemuan berjalan lancar. “Swiss berkomitmen mendukung upaya perdamaian melalui diplomasi netral,” demikian pernyataan resmi kementerian itu, seperti dikutip Swiss Info.

Dari sisi Iran, delegasi akan dipimpin oleh Ketua DPR sekaligus mantan komandan Garda Revolusi Islam, Mohammed Bagher Ghalibaf. Konfirmasi ini diberikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht Ravanchi, yang menyatakan Ghalibaf akan hadir secara pribadi untuk menandatangani dokumen tersebut.

Sementara itu, perwakilan Amerika Serikat kemungkinan besar akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Vance, yang sebelumnya memimpin delegasi AS dalam negosiasi awal di Islamabad pada April lalu, telah mengonfirmasi rencananya untuk hadir di Swiss. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyatakan: “Saya berencana hadir, tetapi tidak menutup kemungkinan Presiden Trump juga akan datang.”

Meski demikian, Gedung Putih hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kepastian kehadiran Trump. Sementara itu, sumber-sumber di Washington mengindikasikan bahwa keputusan akhir akan diambil dalam beberapa hari mendekati tanggal penandatanganan, tergantung pada dinamika politik domestik dan perkembangan terakhir dalam proses negosiasi.

MoU yang akan ditandatangani tidak bersifat final, melainkan berfungsi sebagai kerangka dasar bagi pembicaraan lebih lanjut mengenai penarikan pasukan, pencabutan sanksi, dan pembatasan program nuklir Iran. Kedua belah pihak sepakat bahwa kesepakatan ini menjadi titik balik krusial setelah empat bulan ketegangan militer yang memicu kekhawatiran global akan meledaknya konflik regional.

Dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci dari kedua negara, pertemuan di Swiss bukan sekadar ritual diplomatik—melainkan ujian nyata apakah diplomasi bisa mengalahkan perang.

Previous articlePerlinsos Digital Siap Diluncurkan Akhir 2026
Next articlePerempuan Turun Jalan Tolak MBG dan BBM Mahal
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.