Home Serba Serbi Tekno iPhone Tak Lagi Diganti Setiap Dua Tahun

iPhone Tak Lagi Diganti Setiap Dua Tahun

Sumbawanews.com,- Pengguna iPhone kini lebih memilih bertahan dengan perangkat lama, bukan karena tak mampu beli yang baru, tapi karena tak lagi perlu.

Dulu, ganti iPhone setiap dua tahun adalah ritual wajib—bayar cicilan, antre di gerai, lalu pamer perangkat terbaru. Tapi kini, ritme itu berubah. Di tengah lonjakan harga dan stabilitas performa yang luar biasa, pengguna mulai menahan diri. Banyak yang mempertahankan iPhone mereka hingga empat, bahkan enam tahun—jauh melampaui siklus upgrade yang pernah menjadi norma.

Bukan tanpa alasan. Perangkat iPhone modern, terutama sejak seri iPhone 12, dibangun dengan teknologi Ceramic Shield dan sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap benturan dan air hingga kedalaman enam meter. Layar tak mudah retak, bodi tak cepat aus, dan baterai—meski sudah berusia beberapa tahun—masih bisa bertahan dengan ganti unit seharga ratusan ribu rupiah. “Saya pakai iPhone 11 Pro dari 2019, baru upgrade ke iPhone 17 tahun lalu. Tidak ada lag, tidak ada masalah. Saya ganti bukan karena rusak, tapi karena ingin coba fitur kamera baru,” ujar seorang pengguna di forum diskusi teknologi.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tapi bukti keberhasilan strategi Apple: membangun produk yang awet. Dulu, penurunan performa setelah dua tahun jadi senjata ampuh untuk mendorong pembelian ulang. Kini, pembaruan sistem operasi tetap dioptimalkan untuk perangkat lama—iOS 27 masih mendukung iPhone dari generasi 2018, dan pengguna tak lagi merasa “ketinggalan zaman” hanya karena belum punya model terbaru.

Ironisnya, meski siklus upgrade melambat, pendapatan Apple justru mencatat rekor. Pada kuartal kedua 2026, perusahaan ini menghasilkan USD 111,2 miliar—angka tertinggi sepanjang sejarah. Loyalitas pengguna terhadap ekosistem Apple—mulai dari iCloud, AirPods, hingga Apple Watch—tetap menjadi penggerak utama pendapatan. Mereka tak perlu beli iPhone tiap tahun, tapi tetap membeli produk Apple lainnya.

Di tengah tren global yang mendorong keberlanjutan, iPhone yang bertahan lama justru menjadi simbol kualitas, bukan kemewahan. Pengguna tak lagi membeli karena gengsi, tapi karena percaya: perangkat ini tak akan mengecewakan—bahkan setelah bertahun-tahun digunakan. Dan mungkin, itulah akhir dari era “ganti hp tiap dua tahun”. Bukan karena tak ada inovasi, tapi karena inovasi kini dibangun untuk bertahan, bukan untuk usang.

Previous articleFIFA Larang Musiala Tampilkan Logo Beats di Lapangan
Next articleSony Sonjaya Tegaskan Telah Buka Semua Nama
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.