Sumbawanews.com,- FIFA tegas menegakkan aturan anti-sponsoring tak resmi di Piala Dunia, termasuk melarang pemain memakai perangkat yang menampilkan merek non-sponsor di area pertandingan. Dalam momen pemanasan sebelum laga melawan Curaçao, pemain Bayern Munich, Jamal Musiala, terlihat menutupi logo Beats by Dre di headphone miliknya dengan selotip—atas permintaan langsung organisasi sepak bola dunia itu.
Kebijakan ini bukan yang pertama kali diterapkan. Sebelumnya, FIFA juga meminta Levi’s menutupi logo ikoniknya di Levi’s Stadium di Santa Clara, California, yang sementara waktu diubah nama menjadi “San Francisco Bay Area Stadium” demi mematuhi aturan eksklusivitas sponsor. Tak kalah cerdas, Levi’s justru memanfaatkan situasi ini sebagai strategi pemasaran: mereka mengganti foto profil media sosialnya dengan gambar logo yang ditutup kain terpal, menciptakan buzz yang meluas di kalangan penggemar.
Meski logo Beats tak boleh muncul di lapangan, merek tersebut justru aktif membangun ekspektasi melalui media sosial para pemain. Beberapa atlet, termasuk Musiala, secara terbuka memposting foto dirinya memakai headphone Beats yang belum diluncurkan—diduga model over-ear baru dengan fitur warna yang bisa disesuaikan. Kegiatan ini menjadi upaya halus untuk membangun ketertarikan tanpa melanggar aturan FIFA, yang tetap melarang eksposur merek non-sponsor di area pertandingan, stadion, atau seragam resmi.
Dengan pendekatan yang ketat namun fleksibel, FIFA berhasil menjaga integritas kesepakatan sponsor utama, sementara merek-merek seperti Beats tetap bisa bermain di pinggiran—dengan cara yang cerdas, kreatif, dan tetap dalam koridor aturan.

















