Sumbawanews.com,- Jalan Gatot Subroto di Jakarta Pusat terhenti total pada Jumat sore, 19 Juni 2026, setelah ratusan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Aliansi Mahasiswa Mercu Buana, dan HMI MPO menduduki depan Gedung DPR RI. Aksi yang berlangsung sejak siang itu memicu penutupan sementara akses jalan dari simpang Gerbang Pemuda hingga kompleks parlemen, mengakibatkan kemacetan panjang di sejumlah ruas strategis.
Petugas kepolisian langsung merespons dengan memasang barrier plastik dan membentuk barikade manusia untuk mengamankan area. Arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda, sementara kendaraan roda empat diarahkan memakai Jalan Tol Dalam Kota sebagai alternatif. Untuk sepeda motor, petugas menetapkan rute melalui Gerbang Pemuda–Gelora–Tentara Pelajar, yang justru memicu kepadatan luar biasa di jalur alternatif tersebut.
Para demonstran, yang datang dengan spanduk dan poster tuntutan reformasi, mengecam ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan menuntut transparansi dalam pengambilan keputusan legislatif. Beberapa kelompok membawa simbol-simbol historis seperti Tritura, sambil menyuarakan tuntutan agar DPR tidak hanya menerima aspirasi, tetapi membuktikan komitmen melalui tindakan nyata.
Kondisi lalu lintas di sekitar kawasan itu tetap terpantau padat hingga malam hari, meski tidak ada benturan fisik antara massa dan aparat. Pihak kepolisian menyatakan aksi berjalan tertib dan tetap mengutamakan dialog, sambil menyiapkan skenario evakuasi jika situasi memburuk.
Aksi ini menjadi salah satu gelombang unjuk rasa terbesar di ibu kota sejak awal semester kedua tahun ini, menandai kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan sosial yang tak bisa diabaikan dalam dinamika demokrasi Indonesia.

















