Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kemitraan bilateral antara Indonesia dan Qatar, terutama di bidang ekonomi, pertahanan, dan diplomasi regional.
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama lebih dari satu jam, kedua pemimpin membahas percepatan kerja sama investasi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pemerintah Qatar menegaskan komitmen investasi senilai US$4 miliar—setara dengan sekitar Rp60 triliun—yang akan dialokasikan ke sektor-sektor strategis Indonesia, termasuk energi, infrastruktur, pertanian berkelanjutan, dan teknologi hijau.
“Komitmen ini bukan sekadar angka, tapi bukti kepercayaan Qatar terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” ujar Teddy dalam keterangan resmi.
Sultan bin Saad juga menyampaikan pesan pribadi dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong kemajuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan. Emir menilai kebijakan Indonesia sebagai contoh bagi negara-negara berkembang dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi intensif yang telah dimulai sejak April 2025, ketika Presiden Prabowo dan Emir Qatar secara resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis. Dokumen itu menjadi kerangka kerja untuk kolaborasi di bidang politik internasional, keamanan, kontra-terorisme, pertukaran budaya, dan peningkatan hubungan antarwarga.
Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo juga menerima kunjungan resmi Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan Al Thani, Menteri Negara Urusan Pertahanan sekaligus Wakil Perdana Menteri Qatar. Kedua tokoh ini membahas kerja sama pertahanan, termasuk pelatihan militer bersama, transfer teknologi, dan koordinasi keamanan maritim di kawasan.
Dengan kedatangan para pejabat tinggi Qatar dalam waktu singkat, Indonesia semakin menunjukkan posisinya sebagai mitra utama di kawasan Timur Tengah. Qatar, yang telah lama menjadi salah satu investor asing terbesar di Asia Tenggara, kini memperluas jangkauannya ke Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan.
Kedua negara juga sepakat untuk memperdalam kerja sama dalam forum internasional, terutama terkait isu Palestina dan stabilitas regional. Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap hak-hak rakyat Palestina, sebuah posisi yang selaras dengan kebijakan luar negeri Qatar.
Dengan total investasi yang dijanjikan dan komitmen politik yang kuat, hubungan Indonesia-Qatar kini memasuki fase baru: bukan hanya sebagai mitra dagang, tapi sebagai sekutu strategis yang saling memperkuat keamanan, kesejahteraan, dan martabat di kancah global.



















