Sumbawanews.com,- Jakarta – Ratusan mahasiswa dari BEM SI Kerakyatan Jakarta membubarkan diri secara tertib di depan Gedung DPR RI pada Senin (15/6/2026) sore, usai menggelar aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang. Dengan tangan saling berpegangan, mereka berjalan kaki menuju arah Semanggi, dipimpin oleh Aliansi Cipayung Menggugat, diikuti oleh barisan mahasiswa yang tetap menjaga ketertiban meski cuaca panas dan kelelahan mulai terasa.
Pemantauan di lapangan menunjukkan, pembubaran dimulai sekitar pukul 17.50 WIB. Sebelum bergerak, para peserta aksi sempat menyanyikan lagu kebangsaan dan membacakan pernyataan penutup yang menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kebijakan publik. Tak ada bentrokan, tak ada keributan—hanya kesadaran kolektif untuk menjaga kehormatan perjuangan.
Di belakang mereka, puluhan petugas kepolisian mulai membersihkan sisa-sisa aksi: kantong plastik, botol air mineral, spanduk, dan sampah lain yang ditinggalkan sejak pagi. Dengan penuh kesabaran, petugas memungutnya satu per satu, memasukkan ke dalam karung besar, seolah menjadi simbol bahwa ketertiban bukan hanya milik aparat, tapi juga warga negara yang menyuarakan aspirasi.
Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, yang sempat tersendat akibat penutupan sebagian jalur, perlahan kembali mengalir lancar dari arah Pancoran menuju Slipi. Di sisi lain, kemacetan masih terasa di jalur sebaliknya, namun tidak ada keluhan berarti dari pengendara—beberapa bahkan memberi isyarat jempol kepada para mahasiswa yang meninggalkan lokasi.
Aksi ini, yang awalnya dimulai dengan tuntutan penurunan harga BBM dan reformasi kebijakan energi, berakhir tanpa insiden. Bahkan, sebelum membubarkan diri, sekelompok mahasiswa sempat berpamitan dengan petugas keamanan, mengucapkan terima kasih atas pengawalan yang profesional.
Di tengah dinamika politik yang kian memanas, aksi ini menjadi contoh langka: perjuangan yang keras, tetapi tetap beradab. Bukan hanya tentang menuntut, tapi juga tentang bagaimana menuntut dengan harga diri.
Sementara itu, sejumlah mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Istana Wapres, di mana mereka berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—sebuah langkah yang menunjukkan bahwa gerakan ini belum berakhir, hanya bergeser lokasi.

















