Sumbawanews.com,- Arsenal dan Manchester City akan bertemu dalam laga Community Shield pada Sabtu, 15 Agustus, di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, sebagai pembuka musim 2026/2027. Arsenal tampil sebagai juara Premier League 2025/2026, sementara Man City datang sebagai juara FA Cup musim lalu. Pertandingan ini menjadi sorotan besar, meski sejarah menunjukkan bahwa pemenang Community Shield jarang menjadi juara liga di musim yang sama.
Menurut data Opta, dari 34 edisi Community Shield sejak era Premier League dimulai pada 1992/1993, hanya delapan tim pemenang—atau 24 persen—yang akhirnya meraih gelar liga. Lebih mengejutkan lagi, tidak ada satu pun dari enam pemenang terakhir Community Shield yang berhasil menjadi juara Premier League di musim yang sama. Contoh nyata muncul pada 2022, ketika Liverpool mengalahkan Man City 3-1 lewat gol Darwin Nunez setelah masuk sebagai pengganti, sementara Erling Haaland gagal mencetak gol dalam debutnya di Inggris. Namun, di musim berikutnya, Haaland memecahkan rekor 36 gol dalam satu musim Premier League dan membawa Man City meraih treble, sementara Nunez hanya mencetak sembilan gol di liga dan Liverpool finis di peringkat kelima tanpa trofi lain.
Fakta lain justru menunjukkan kebalikannya: empat dari tujuh tim yang kalah di Community Shield justru menjadi juara Premier League di musim yang sama. Liverpool meraih gelar pada 2019/2020, sementara Man City sukses meraih tiga gelar berturut-turut pada 2021/2022, 2022/2023, dan 2023/2024 meski kalah di laga pembuka. Dengan demikian, Community Shield tetap menjadi simbol kebanggaan, tetapi bukan indikator andal untuk memprediksi siapa yang akan mendominasi musim liga. Kedua tim—Arsenal dan Man City—kini bersaing bukan hanya untuk trofi, tapi juga untuk menunjukkan kesiapan mental dan taktis menghadapi tantangan panjang di Premier League.















