Home Berita Internasional AS Kurangi Kekuatan Udara NATO di Eropa

AS Kurangi Kekuatan Udara NATO di Eropa

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat tengah merencanakan penarikan signifikan terhadap kekuatan udaranya di Eropa, dengan memangkas sekitar sepertiga pesawat tempur yang selama ini menjadi tulang punggung operasi NATO di benua itu. Rencana ini, yang telah disampaikan kepada sekutu-sekutu aliansi pada awal Juni 2026, mencakup pengurangan armada jet tempur F-16 dan F-15E dari 150 unit menjadi sekitar 100 unit—sebuah penyesuaian strategis terbesar dalam beberapa tahun terakhir di tengah dinamika keamanan pasca-perang Ukraina.

Tak hanya pesawat tempur, AS juga berencana menarik delapan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara yang selama ini mendukung misi jangka panjang di Eropa. Selain itu, armada patroli maritim akan dipangkas dari 26 unit menjadi 15 unit, sementara satu kapal selam bersenjata rudal, satu kapal induk, serta sejumlah kapal perang dan puluhan pesawat pendukung kelompok tempur kapal induk akan dipindahkan ke wilayah lain.

Langkah ini juga menyentuh kekuatan pengebom strategis: satu dari dua gugus tugas pengebom yang sebelumnya disiagakan secara permanen di Eropa akan dialihkan ke kawasan lain, kemungkinan besar ke Indo-Pasifik atau Timur Tengah. Penyesuaian ini merupakan bagian dari tinjauan menyeluruh oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap distribusi kekuatan militer global, yang bertujuan memprioritaskan ancaman di kawasan lain sambil mengurangi ketergantungan pada kehadiran permanen di Eropa.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Pentagon atau NATO mengenai jadwal pasti dan rincian teknis pelaksanaan, rencana ini telah memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa. Beberapa negara, termasuk Jerman dan Polandia, telah mengisyaratkan perlunya memperkuat kapabilitas pertahanan mandiri sebagai respons terhadap kemungkinan penarikan lebih lanjut pasukan AS.

Pengurangan ini terjadi di tengah tekanan politik yang terus meningkat dari Presiden Trump terhadap NATO, yang kerap ia sebut sebagai “macan kertas” karena dinilai tidak memberikan kontribusi finansial dan operasional yang seimbang. Dalam beberapa bulan terakhir, ia bahkan mengancam akan menarik AS sepenuhnya dari aliansi jika negara-negara anggota tidak meningkatkan belanja pertahanan mereka.

Jika direalisasikan, langkah ini tidak hanya mengubah peta kekuatan militer di Eropa, tetapi juga menandai pergeseran strategis besar-besaran dalam postur keamanan transatlantik—di mana kemandirian Eropa bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Previous articleTrump Setujui Pecah Aset Iran Senilai Rp428 Triliun
Next articlePerpisahan Siswa SDN Bukit Damai Berlangsung Khidmat, Babinsa Hadiri Prosesi Pelepasan Angkatan II
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.