Sumbawanews.com,- Jakarta – Dua tim yang dianggap sebagai underdog hari ini akan bertemu dalam laga paling menentukan fase playoff MPL ID S17. Geek Fam dan Bigetron by Vitality saling berhadapan di Lower Bracket Final, Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 17.30 WIB di Jakarta International Velodrome, dengan satu-satunya tiket menuju Grand Finals menjadi taruhannya.
Bukan tanpa alasan laga ini dinanti. Geek Fam, yang finis di posisi terbawah pada fase reguler, tiba-tiba berubah menjadi mesin kejutan. Setelah mengalahkan Dewa United Esports 3-0 dengan aksi heroik Baloyskie yang memanfaatkan hero Chip untuk serangan teleport mendadak ke base lawan, tim ini melaju hingga ke babak ini setelah kalah 0-3 dari Onic di Upper Bracket. Kemenangan mereka bukan kebetulan—mereka bermain dengan keberanian dan kreativitas yang menggemparkan publik.
Di sisi lain, Bigetron by Vitality—dikenal sebagai Robot Merah—tampil lebih konsisten sepanjang musim, meski belum pernah menunjukkan dominasi mutlak. Namun, di fase playoff, mereka menemukan ritme sempurna. Setelah mengalahkan Evos 3-1 dan menyapu bersih Team Liquid ID 3-0, BTR kini membawa momentum yang mengancam siapa pun di depannya. Mereka tidak lagi sekadar bertahan—mereka mengatur tempo, memanfaatkan kesalahan lawan, dan mengeksekusi strategi dengan presisi.
Keduanya pernah kalah dari Onic, sang juara reguler, yang kini menanti pemenang laga ini di Grand Final. Tapi kali ini, bukan soal menang atau kalah—ini tentang harga diri, reputasi, dan kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa mereka layak berdiri di atas panggung paling tinggi.
Format best-of-seven yang akan digunakan memastikan pertarungan tidak akan berakhir cepat. Setiap pick, ban, dan serangan akan dipertimbangkan hingga detik terakhir. Di tengah hiruk-pikuk suporter yang memadati venue dan jutaan penonton daring, satu tim akan bangkit—dan satu tim akan terhenti.
MPL ID S17 telah menunjukkan bahwa di dunia esports, prediksi tak selalu berlaku. Geek Fam yang dianggap tak punya masa depan kini jadi ancaman nyata. Bigetron yang dulu dianggap stabil tapi monoton kini berubah jadi tim yang mengintimidasi. Siapa yang akan melangkah ke final? Jawabannya bukan di statistik, tapi di lapangan—dan sore ini, Jakarta akan menyaksikan sejarah baru.

















