Home Serba Serbi Tekno Seni Tendangan Voli Jadi Doodle Piala Dunia 2026

Seni Tendangan Voli Jadi Doodle Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Google menghadirkan sebuah animasi dinamis di halaman utamanya untuk memperingati dimulainya Piala Dunia 2026—bukan dengan trofi atau stadion megah, melainkan dengan gerakan paling memukau dalam sepak bola: tendangan voli. Ilustrasi itu menampilkan bola yang melambung di udara, dihantam dengan presisi oleh kaki pemain yang melayang, menciptakan garis gerak yang penuh keanggunan dan kekuatan.

Doodle ini bukan sekadar dekorasi. Google sengaja memilih tendangan voli—teknik yang membutuhkan keseimbangan sempurna, timing tepat, dan keberanian—sebagai simbol semangat kompetisi, keindahan teknis, dan ketangkasan atletik yang menjadi inti dari turnamen terbesar di dunia. Dalam keterangan resminya, Google menulis bahwa gol voli adalah “puncak dari keahlian manusia yang menyatu dengan fisika dan ritme permainan.”

Tak hanya memamerkan keindahan gerak, Doodle ini juga menjadi penghormatan terhadap momen-momen legendaris dalam sejarah Piala Dunia: dari Roberto Baggio yang menghantam bola dengan kaki kanan di Meksiko 1986, hingga Marco van Basten yang menaklukkan Sovjet dengan sepakan voli mematikan di Euro 1988. Kini, di era Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Google mengajak dunia untuk menanti: siapa pemain yang akan menciptakan voli ikonik berikutnya?

Animasi interaktif itu bahkan memungkinkan pengguna mengeklik logo untuk menyaksikan ulang gerakan tersebut dalam slow motion, dengan detail setiap gerakan kaki, putaran tubuh, dan lintasan bola yang terpantul di udara. Di baliknya, ada upaya Google untuk menghubungkan teknologi dengan budaya olahraga—bukan hanya sebagai mesin pencari, tapi sebagai penyimpan memori kolektif umat manusia.

Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang pertandingan. Ia adalah panggung di mana seni dan sportivitas bertemu. Dan hari ini, di halaman paling sering dikunjungi di dunia, Google memilih untuk mengabadikan satu detik keindahan yang mungkin hanya berlangsung sepersekian detik—namun akan dikenang selamanya.

Previous articlePutri Thailand Meninggal Setelah Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit
Next articleAtap Mobil Maung Bocor, Pindad Segera Perbaiki
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.