Sumbawanews.com,- Brussels – Komisi Eropa memberi perintah tegas kepada Meta agar segera membuka akses gratis bagi pengembang kecerdasan buatan pihak ketiga untuk terhubung dengan WhatsApp. Langkah ini bersifat sementara dan berlaku hingga penyelidikan antimonopoli terhadap raksasa teknologi asal AS itu selesai.
Perintah ini muncul setelah para pengembang AI dari Amerika Serikat, Prancis, dan Spanyol mengeluh bahwa Meta secara sepihak memblokir akses ke WhatsApp Business API sejak Oktober 2025. Hanya asisten AI buatan Meta sendiri — Meta AI — yang tetap diberi akses penuh ke platform pesan yang memiliki lebih dari 3,3 miliar pengguna aktif global itu.
Meski pada Maret 2026 Meta sempat membuka kembali akses bagi chatbot eksternal, mereka menerapkan biaya yang dianggap tidak wajar oleh regulator Uni Eropa. Komisi Eropa menyatakan, tarif tersebut tidak hanya terlalu tinggi, tetapi juga secara struktural menghambat persaingan sehat di pasar AI.
“Kami bertindak untuk melindungi pilihan konsumen,” tegas Teresa Ribera, kepala antimonopoli Uni Eropa. “Pengguna WhatsApp di Eropa berhak memilih asisten AI yang mereka percaya, bukan dipaksa menerima satu-satunya opsi yang disediakan oleh pemilik platform.”
Meta kini diberi waktu lima hari kerja untuk mengembalikan akses API WhatsApp Business secara gratis, seperti kondisi sebelum kebijakan pembatasan diberlakukan. Jika gagal mematuhi, perusahaan berisiko dikenai denda hingga 10% dari omzet tahunan globalnya — yang bisa mencapai puluhan miliar dolar.
Langkah ini menjadi ujian besar bagi Meta dalam menjaga keseimbangan antara inovasi bisnis dan kewajiban hukum sebagai pemain dominan di pasar digital. Dengan WhatsApp menjadi saluran komunikasi utama bagi jutaan bisnis kecil hingga korporasi, akses terbuka terhadap AI pihak ketiga diyakini akan memicu gelombang inovasi baru — dari layanan pelanggan otomatis hingga integrasi layanan keuangan berbasis AI.
Sementara itu, Meta belum memberikan pernyataan resmi. Namun, tekanan regulasi yang semakin ketat di Eropa menunjukkan bahwa era dominasi platform teknologi tanpa batas mulai berakhir.

















