Home Berita Internasional Iran Serang Fasilitas Militer AS dengan 12 Rudal Balistik

Iran Serang Fasilitas Militer AS dengan 12 Rudal Balistik

Sumbawanews.com,- Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan 12 rudal balistik dalam serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, dengan target utama pesawat tempur canggih F-35, F-15, dan F-16, serta pangkalan udara dan pusat kendali strategis. Serangan yang diumumkan pada Kamis (11/6/2026) itu merupakan respons atas pelanggaran berulang AS terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak April.

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut dua gelombang serangan berhasil menghancurkan 18 aset militer AS di pangkalan udara Ali dan Ahmad di Yordania, serta pangkalan Sheikh Isa. Selain Yordania, serangan juga menghantam basis-basis AS di Bahrain dan Kuwait, tempat pasukan Amerika menjalankan operasi logistik dan pengawasan udara di wilayah strategis.

Rudal-rudal balistik yang diluncurkan, menurut IRGC, dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara modern AS, dengan fokus pada pesawat tempur generasi kelima seperti F-35 Lightning II yang dianggap sebagai ancaman utama di kawasan. Fasilitas pendukung, termasuk radar, gudang amunisi, dan pusat komando, juga menjadi sasaran.

Seiring serangan itu, Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut, memperingatkan semua kapal asing yang melintas tanpa izin akan dianggap sebagai target sah. Langkah ini memperdalam ketegangan di jalur maritim paling vital bagi perdagangan minyak global.

AS belum memberikan konfirmasi resmi atas kerusakan fisik di pangkalan-pangkalan tersebut, meskipun laporan intelijen sekunder mengindikasikan adanya kerusakan pada infrastruktur pendukung. Namun, tidak ada laporan korban jiwa atau kehilangan pesawat tempur di lapangan.

Serangan ini menandai eskalasi paling signifikan dalam konflik tidak langsung antara Iran dan AS sejak gencatan senjata April lalu. Analis keamanan memperingatkan bahwa langkah Iran tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa Teheran siap mempertahankan otoritas strategisnya dengan kekuatan militer yang terukur dan mematikan.

Dengan AS yang saat ini dipimpin oleh Presiden Donald Trump, dan Iran yang terus memperkuat program rudal balistiknya, kawasan Teluk kini berada di ambang risiko konflik terbuka yang lebih luas—dengan dunia menahan napas menunggu respons berikutnya.

Previous articleBill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein
Next articlePresiden Prabowo Tanggapi Kritik Lawatan Luar Negeri dengan Sebut Jokowi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.