Home Berita Internasional Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan...

Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain

Sumbawanews.com,- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meledak dalam siklus balasan militer yang memperdalam krisis di Teluk. Pada Kamis (11/6/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan terhadap 18 target militer AS di Kuwait dan Bahrain, sebagai respons atas serangan udara AS yang menargetkan fasilitas strategis di selatan Iran dua hari sebelumnya.

Serangan yang dipicu oleh eskalasi beruntun itu mengejutkan sekutu-sekutu AS di kawasan. Target utama yang disebut IRGC mencakup Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain—semuanya merupakan basis operasional kunci bagi kehadiran militer Amerika di Timur Tengah. Selain itu, sistem pertahanan udara Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain juga menjadi sasaran, dengan drone bunuh diri dilaporkan digunakan untuk menyerang kapal-kapal perang di perairan sekitar.

Sebelumnya, pada Rabu (10/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah melancarkan serangan presisi terhadap sejumlah lokasi di Iran selatan, termasuk di Bandar Abbas, Sirik, dan dekat Minab di Provinsi Hormozgan. Ledakan besar terdengar di wilayah barat Teheran dan di Pulau Kish, sementara sistem pertahanan udara Iran aktif memicu respons untuk menangkal serangan yang diperkirakan berasal dari pesawat tempur dan rudal jelajah AS.

Kedua pihak saling menyalahkan. Washington menyebut tindakan Iran sebagai “agresi tidak beralasan dan terus berlanjut,” sementara Teheran menegaskan bahwa serangannya adalah “hak legal untuk mempertahankan kedaulatan” setelah AS “melanggar ruang udara dan wilayah teritorial Iran.” Kedua negara belum mengonfirmasi kerusakan fisik atau korban jiwa, tetapi dampak geopolitiknya sudah terasa luas.

Kuwait dan Bahrain, yang sebelumnya berusaha menjaga netralitas, kini berada di garis depan konflik. Pemerintah kedua negara segera mengeluarkan pernyataan resmi mengecam serangan tersebut dan menyerukan pengekangan kekerasan. Sementara itu, harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen dalam sehari, mengingat lokasi serangan berada di jalur strategis pengiriman energi di Teluk Persia.

Analisis keamanan memperingatkan bahwa siklus balasan ini bisa memicu perang terbuka jika tidak segera dihentikan oleh diplomasi. Pihak-pihak internasional, termasuk Uni Eropa dan PBB, mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Namun, dengan kepercayaan yang hampir runtuh dan kedua negara sama-sama menegaskan bahwa mereka siap memperluas respons, dunia menanti apakah langkah berikutnya akan berupa perang atau penarikan diri—dengan risiko yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Previous articleNike Masih Mendominasi Dunia Olahraga Meski Tantangan Bisnis Menggunung
Next articleBill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.