Home Serba Serbi Tekno Potensi Hujan Lebat Masih Mengancam Utara Indonesia

Potensi Hujan Lebat Masih Mengancam Utara Indonesia

Sumbawanews.com,- BMKG memperingatkan bahwa meski El Nino dan Monsun Australia tengah menekan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah di bagian utara Nusantara. Fenomena iklim yang biasanya membawa kemarau panjang justru tidak merata, menciptakan pola cuaca yang timpang dan berisiko.

Hujan dengan intensitas tinggi, yang bisa disertai petir dan angin kencang, diperkirakan masih akan mengguyur Sumatera Utara, Kalimantan Barat, serta sebagian besar Sulawesi—termasuk Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan—pada periode 9 hingga 11 Juni 2026. Risiko ini berlanjut hingga 15 Juni, dengan tambahan wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang turut berada dalam zona waspada.

Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, kondisi kering semakin mengeras. Sebanyak 28,6 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan sebagian besar berada di kawasan selatan. Hari Tanpa Hujan (HTH) di daerah-daerah tersebut kini didominasi kategori panjang—21 hingga 30 hari—menandai tren kekeringan yang semakin konsisten dan mengkhawatirkan.

BMKG menjelaskan bahwa aktivitas MJO (Madden-Julian Oscillation) saat ini berada di fase 8 hingga 1, yang berpusat di wilayah Afrika dan Amerika Barat. Artinya, dorongan konvektif yang biasanya memicu hujan di Indonesia hampir tidak terdeteksi, kecuali di sebagian kecil Papua, khususnya wilayah selatan hingga tengah, yang masih menunjukkan tanda-tanda aktivitas atmosfer lokal.

Kondisi ini menciptakan paradoks: sementara sebagian besar negeri ini mengalami kekeringan ekstrem, beberapa wilayah utara justru berpotensi menghadapi bencana hidrometeorologi. Masyarakat di daerah rawan diminta tetap waspada terhadap banjir bandang, longsor, dan genangan mendadak, meskipun secara nasional musim kemarau tampak mendominasi.

Pemantauan terus dilakukan oleh BMKG, yang menekankan bahwa perubahan iklim global membuat pola cuaca semakin tidak terduga. “El Nino bukan jaminan kemarau seragam,” demikian peringatan BMKG pada 8 Juni lalu. “Di tengah kekeringan, hujan lebat bisa muncul seperti petir di siang bolong—tiba-tiba, berbahaya, dan mematikan.”

Previous articlePrabowo Resmikan RSUD Modern di Pesisir Barat
Next articleTabung Oksigen Meledak, Rumah dan Warung Porak-poranda
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.