Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kasus kematian ibu hamil yang meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan akibat pendarahan hebat, dan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses layanan medis di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).
“Saya prihatin. Saya dengar ada ibu yang meninggal karena pendarahan saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Waktu tempuh yang terlalu lama bisa jadi soal hidup atau mati,” ujar Prabowo dalam sambutannya, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.
Menurut Presiden, jarak dan keterbatasan infrastruktur transportasi di daerah terpencil menjadi penghambat utama dalam penyelamatan nyawa ibu dan bayi. Untuk itu, pemerintah akan memperluas jaringan layanan kesehatan dasar hingga ke tingkat kabupaten, dengan fokus pada pembangunan dan revitalisasi fasilitas medis yang mampu menangani kegawatdaruratan obstetri.
Dalam rencana strategis yang diumumkan, pemerintah menargetkan pembangunan baru atau renovasi besar-besaran terhadap 300 hingga 400 rumah sakit daerah dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia akan diperbaiki dan dimodernisasi, dilengkapi dengan peralatan medis mutakhir dan tenaga kesehatan yang memadai.
RSUD K.H. Muhammad Thohir yang diresmikan menjadi simbol komitmen ini—menghadirkan fasilitas lengkap, termasuk ruang bersalin yang aman, laboratorium, dan unit gawat darurat, sehingga warga Pesisir Barat tidak lagi harus menempuh perjalanan berjam-jam ke kota besar demi penanganan medis darurat.
Prabowo menekankan bahwa kesehatan ibu dan anak bukan sekadar isu sosial, tapi fondasi pembangunan manusia Indonesia. “Ketika ibu selamat, keluarga selamat. Ketika keluarga selamat, bangsa ini punya masa depan,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan program prioritas lainnya, termasuk distribusi 1.000 alat kesehatan strategis ke puskesmas-puskesmas terpencil dan perluasan cakupan program kesehatan nasional seperti CKG (Cakupan Kesehatan Gizi) serta penanganan tuberkulosis. Dengan infrastruktur yang merata, Presiden berharap kasus kematian ibu akibat pendarahan pasca melahirkan—yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia—bisa ditekan hingga mendekati nol.

















