Home Berita Internasional Putin Tegaskan Pergeseran Kekuatan Dunia

Putin Tegaskan Pergeseran Kekuatan Dunia

Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh St. Petersburg International Economic Forum 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato yang tak sekadar merangkum tren ekonomi, tapi menggambarkan ulang peta kekuatan global. Dengan nada tegas dan penuh presisi, ia menegaskan bahwa dunia sedang memasuki titik balik sejarah—bukan sekadar siklus pasar, melainkan transformasi mendasar terhadap tatanan yang selama ini dipimpin Barat.

Putin membuka pidatonya dengan pernyataan yang menggema: “Kita bukan sekadar mengalami perubahan ekonomi, tapi perubahan paradigma.” Menurutnya, gejolak geopolitik, sanksi, dan ketidakpercayaan terhadap sistem keuangan Barat telah memicu gelombang pencarian alternatif di seluruh dunia. Negara-negara yang selama ini pasif kini mulai aktif membangun sistem pembayaran mandiri, memperkuat mata uang lokal, dan mengurangi ketergantungan pada dolar dan euro—sebuah pergeseran yang, menurutnya, tak bisa diabaikan.

Ia menunjuk data yang mengguncang: BRICS kini menyumbang 40 persen dari PDB global berdasarkan paritas daya beli, sementara G7 turun di bawah 29 persen. Angka ini, bagi Putin, bukan sekadar statistik—ia adalah bukti bahwa pusat gravitasi ekonomi dunia telah bergeser dari Atlantik ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin. “Global South bukan lagi penonton, tapi penggerak utama pertumbuhan,” tegasnya.

Namun, Putin menekankan bahwa kedaulatan bukan hanya soal militer atau wilayah. Ia menyebutnya sebagai kemampuan suatu negara untuk menguasai ekonomi, membangun industri mandiri, mengembangkan sumber daya manusia, dan—yang paling krusial—menguasai teknologi. “Perlombaan menuju kedaulatan telah dimulai, dan momentumnya terus menguat,” ujarnya.

Di puncak pidatonya, Putin menempatkan teknologi sebagai kunci utama masa depan. Kecerdasan buatan, sistem otonom, dan platform digital, menurutnya, adalah tiga pilar yang akan menentukan siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang menjadi pengikut. Negara yang gagal membangun ekosistem teknologinya sendiri, ia memperingatkan, akan menjadi “pinggiran digital”—tergantung pada infrastruktur yang dikendalikan pihak lain.

Pidato Putin di SPIEF 2026 bukan sekadar seruan diplomasi. Ia adalah peta jalan bagi dunia multipolar yang sedang lahir: sebuah tatanan di mana kekuasaan tidak lagi monopoli Barat, tapi tersebar di antara kekuatan-kekuatan baru yang berani membangun jalan sendiri. Dan Rusia, dalam pandangannya, bukan hanya menjadi saksi—ia adalah arsiteknya.

Previous articleEropa Mulai Lepas Diri dari Teknologi Amerika
Next articleWNI Aman Usai Gempa 7,8 Magnitudo di Filipina
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.