Sumbawanews.com,- Jalan hidup tak pernah berjalan lurus—bagi Letkol Untung Pranoto, jalan itu berliku dari ujung terminal hingga ke jantung operasi khusus TNI. Dulu, ia dikenal sebagai salah satu preman paling ditakuti di Semarang, Jawa Tengah. Kini, ia memimpin satuan elit Kopassus, baret merah yang menjadi simbol keberanian dan disiplin militer tertinggi.
Semua berubah ketika ia bosan dengan hidup yang penuh kekerasan dan ketidakpastian. Saat mendengar kabar perekrutan tamtama TNI AD, Untung mencoba peruntungannya—meski dengan penampilan yang jauh dari gambaran prajurit ideal. Ia datang dengan kaos singlet dan rambut gondrong, hasil dari masa lalu sebagai preman terminal. Petugas pendaftaran langsung menolaknya.
Tapi Untung tak menyerah. Ia pulang, memotong rambutnya hingga rapi, mengganti pakaian, dan meminta restu ibunya. Dengan dua lembar ijazah—SD dan SMP—ia kembali mendaftar. Dalam hati, ia berjanji: “Kalau saya tidak menjadi tentara, saya akan menjadi bajingan.”
Seleksi ketat pun ia lewati. Satu per satu calon gugur, tapi Untung bertahan. Ia menunjukkan ketahanan fisik, mental, dan semangat yang tak tergoyahkan. Akhirnya, ia diterima. Ia lulus sebagai Prajurit Dua, lalu naik pangkat dengan konsistensi luar biasa. Tak cukup sampai di situ, ia memilih jalur khusus: masuk pendidikan Kopassus.
Di sana, ia bukan lagi preman yang mengandalkan kekerasan. Ia menjadi prajurit yang mengandalkan strategi, ketenangan, dan keberanian yang terlatih. Karier militernya terus menanjak—dari komando lapangan hingga posisi strategis di jajaran perwira. Kini, ia menjadi salah satu tokoh di balik operasi-operasi rahasia yang membela keutuhan negara.
Kisahnya bukan sekadar transformasi pribadi. Ia adalah bukti nyata bahwa latar belakang tidak menentukan masa depan—yang menentukan adalah tekad, kerja keras, dan keberanian untuk berubah. Dari jalanan Semarang ke hutan-hutan terpencil di Papua, dari preman yang ditakuti menjadi perwira yang dihormati, Untung Pranoto membuktikan: TNI bukan hanya institusi militer, tapi juga jalan keluar bagi mereka yang ingin menjadi lebih baik.

















