Sumbawanews.com,- Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung resmi berakhir pada 8 Agustus 2026, dengan STKIP Pasundan keluar sebagai juara setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi sejak 25 April hingga 8 Agustus 2026. Turnamen yang diikuti tujuh perguruan tinggi di Bandung ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga dianggap sebagai jembatan penting dalam sistem pembinaan sepak bola berjenjang di Jawa Barat.
Plt Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jawa Barat, Muhammad Jailani Syaputra, menyambut hangat penyelenggaraan kompetisi ini. Ia menekankan bahwa pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti di level usia dini, remaja, atau SMA—perguruan tinggi harus menjadi tahap lanjutan sebelum pemain memasuki level profesional. “Saya sendiri sedang membangun dari akar rumput, dari usia dini, remaja, dewasa, sampai ke mahasiswa. Di SD sudah berjalan, SMP, SMA. Nanti SMA akan kami laksanakan di Purwakarta. Karena itu, kami sangat menyambut sekali adanya Liga Universitas Coca-Cola,” ujar Jailani usai menyaksikan laga penutup antara STKIP Pasundan dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Lapangan ITB Saraga, Bandung.
Jailani mencontohkan negara-negara maju yang menjadikan universitas sebagai tulang punggung pengembangan pemain tim nasional. Menurutnya, Liga Universitas Coca-Cola mengisi celah penting antara sepak bola muda dan senior, sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan di lapangan tanpa mengorbankan pendidikan tinggi. “Dengan adanya kompetisi ini, kami sangat mengapresiasi bagian daripada tahapan pembinaan kita yang puncaknya di universitas,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pertandingan, Jailani melihat kompetisi ini sebagai wadah menyatukan pendidikan dan prestasi olahraga. Ia berharap sepak bola kampus bisa melahirkan pemain berkualitas sekaligus generasi muda berintegritas, disiplin, dan berjiwa sportivitas. “Sehingga antara pendidikan dan prestasi akan kami padukan menjadi satu kekuatan kemajuan sepak bola di Jawa Barat,” katanya.
PSSI Jawa Barat juga membuka peluang mengintegrasikan Liga Universitas Coca-Cola dengan program pengembangan sumber daya manusia yang sedang berjalan, termasuk pelatihan 2.500 pelatih di 27 kabupaten/kota—jumlah yang kini mendekati 4.500 pelatih, termasuk di Purwakarta. Jailani mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga berperan sebagai pelatih, wasit, atau perangkat pertandingan lainnya, dengan standar kompetensi yang jelas. “Harus ada standardisasi di kepelatihan ini. Mahasiswa harus ikut, karena mereka adalah masa depan sepak bola kita.”
Dengan berakhirnya fase regional Bandung, STKIP Pasundan resmi menyandang gelar juara Liga Universitas Coca-Cola 2026. PSSI Jawa Barat berkomitmen menjadikan kompetisi ini sebagai pilar berkelanjutan dalam membangun ekosistem sepak bola yang kuat, berbasis pendidikan, dan berorientasi pada pembangunan karakter. Sinergi antara kampus, pelatihan, wasit, dan kompetisi dinilai sebagai fondasi utama untuk memperkuat masa depan sepak bola Jawa Barat.















