Home Berita Nasional Motor Dipinjam Teman, Malah Dijual Bayar Kos

Motor Dipinjam Teman, Malah Dijual Bayar Kos

Sumbawanews.com,- Kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun runtuh dalam sekejap di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Seorang pria kehilangan sepeda motornya—bukan karena pencurian biasa, tapi oleh tangan teman dekatnya sendiri yang memanfaatkan kepercayaan itu untuk membayar tunggakan kos.

Motor yang dipinjam secara akrab oleh seorang teman, S (38), ternyata menjadi jalan keluar bagi kebutuhan mendesaknya. Tanpa sepengetahuan pemilik, S merusak sistem kunci kendaraan, lalu menyerahkan motor itu kepada rekan sekaligus kaki tangan, H (40), yang langsung membawa kabur kendaraan itu. Dalam hitungan jam, motor bernilai sekitar Rp10 juta itu dijual ke penadah, uang hasil penjualannya digunakan untuk menutup biaya kos yang menunggak dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, mengungkapkan bahwa motif pelaku murni karena tekanan ekonomi. “Mereka mengaku tidak punya pilihan lain. Tapi itu bukan alasan untuk mengkhianati kepercayaan,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Korban, yang mengenal kedua pelaku sejak lama, baru menyadari kejadian itu ketika motor tidak kunjung dikembalikan. Setelah mengecek rekaman CCTV, polisi menemukan jejak jelas: S meminjam motor, merusak kunci, lalu H datang mengambilnya tanpa perlawanan. Aksi yang terlihat sederhana itu ternyata terencana.

Dalam waktu kurang dari 48 jam setelah laporan diterima, kedua pelaku berhasil ditangkap. Kini, mereka ditahan di Polsek Tamansari dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang mengancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Polisi masih aktif memburu penadah yang membeli motor curian itu. “Kami yakin ada pihak lain yang terlibat. Kami terus mengembangkan kasus ini,” kata Bobby.

Kasus ini menjadi sorotan tajam di tengah meningkatnya tekanan ekonomi di kalangan anak muda dan pekerja kelas bawah. Di satu sisi, ia menggambarkan betapa rapuhnya kepercayaan dalam hubungan sosial; di sisi lain, ia memperlihatkan betapa rentannya manusia ketika terjepit oleh kebutuhan dasar—tanpa akses bantuan atau jaringan pengaman sosial.

Pemilik motor, yang enggan disebutkan namanya, hanya bisa menatap kosong rumahnya yang kini tak lagi punya kendaraan. “Aku pikir dia teman sejati. Ternyata, kebutuhan bisa mengubah seseorang jadi asing,” katanya, dengan suara pelan.

Kasus ini bukan sekadar pencurian. Ia adalah cermin kegagalan sistem—di mana kepercayaan menjadi barang mewah, dan kebutuhan hidup menjadi alasan yang bisa menggantikan moral.

Previous articleETLE Diperkuat, Operasi Patuh 2026 Tanpa Tilang Manual
Next articleSampah Jadi Kunci Keadilan Iklim Indonesia
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.