Sumbawanews.com,- Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali meletus pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.500 meter di atas puncaknya—atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak condong ke arah barat dan barat laut.
Erupsi yang terjadi sekitar pukul 07.30 WITA itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan durasi 2 menit 12 detik. Suara gemuruh lemah juga terdengar di sekitar kawasan gunung. Aktivitas ini memperkuat status waspada gunung tersebut yang saat ini berada pada Level III (Siaga), sejak 12 Mei lalu.
PVMBG menegaskan, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk para wisatawan, dilarang memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi. “Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Jangan percaya informasi yang tidak jelas sumbernya,” demikian pernyataan resmi PVMBG.
Selain bahaya abu vulkanik, potensi banjir lahar hujan juga menjadi perhatian utama. Sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung—termasuk Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote—diprediksi berisiko tinggi jika hujan deras melanda. Warga diimbau untuk memakai masker atau penutup hidung saat terjadi hujan abu, guna mencegah gangguan pernapasan.
Erupsi ini merupakan yang ketiga dalam waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya, pada 5 Juni, gunung ini meletus dengan kolom abu mencapai 2.500 meter, dan pada 26 April lalu, abu vulkaniknya menyembur hingga 1.000 meter. Kenaikan aktivitas vulkanik yang konsisten memicu peningkatan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada awal Mei.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus memantau situasi di lapangan. Sistem peringatan dini yang telah dipasang di sejumlah titik strategis diklaim berfungsi optimal, meski otoritas tetap menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat lokal.
PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui jaringan seismik, visual, dan geo-kimia. Laporan harian akan disampaikan secara berkala kepada publik.

















