Home Berita Internasional Israel Makin Terisolasi di Mata Dunia

Israel Makin Terisolasi di Mata Dunia

Sumbawanews.com,- Survei global terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan citra Israel yang terus merosot di mata masyarakat internasional. Dari 36 negara yang disurvei antara Februari hingga Mei 2026, rata-rata 67 persen responden menyatakan pandangan negatif terhadap negara tersebut—hanya 25 persen yang menilai positif. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sejak serangan bersama AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang menewaskan lebih dari 1.300 orang dan memicu gelombang kecaman global.

Ketegangan ini memperdalam krisis legitimasi diplomasi Israel, yang sebelumnya sudah terguncang oleh kekerasan berkelanjutan di Gaza. Di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim—seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Turki, dan Bangladesh—antipati terhadap Israel mencapai angka tertinggi. Di Eropa, sikap serupa muncul di Italia, Belanda, dan Spanyol, di mana lebih dari dua pertiga warga menyatakan pandangan “sangat tidak menyenangkan” terhadap kebijakan Tel Aviv.

Data tren menunjukkan peningkatan pandangan negatif di 13 dari 24 negara yang memiliki data historis. Di Argentina, misalnya, proporsi warga yang memandang Israel secara buruk naik dari 46 persen pada 2025 menjadi 55 persen pada 2026. Di Australia, Inggris, Nigeria, Polandia, dan Italia, peningkatan dua digit tercatat dalam kategori “sangat tidak menyenangkan.”

Survei ini juga mengonfirmasi bahwa perang di Gaza dan serangan ke Iran bukan sekadar konflik regional, melainkan momen pengubah opini global. Pihak Pew menekankan bahwa respons masyarakat tidak hanya terkait dengan isu kemanusiaan, tetapi juga persepsi terhadap keadilan, hukum internasional, dan legitimasi kekuasaan militer.

Meski tidak dapat melakukan survei di Gaza akibat kondisi keamanan, hasil dari wilayah-wilayah yang terdampak—seperti Tepi Barat dan Yerusalem Timur—menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap kebijakan pendudukan. Sementara itu, di belahan dunia lain, aksi solidaritas massal terus bergulir, dari Jakarta hingga Buenos Aires, menandai munculnya gerakan sipil global yang menolak normalisasi kekerasan.

Dengan citra yang semakin terkikis, Israel kini berada di persimpangan: antara kekuatan militer yang tak terbantahkan dan isolasi moral yang semakin nyata. Dunia, tampaknya, tidak lagi membedakan antara keamanan dan kekejaman—ketika korban sipil terus berjatuhan, simpati global pun berubah menjadi kecaman yang tak terbendung.

Previous articlePengamanan Laga Timnas vs Oman Tanpa Senjata Api
Next articlePurbaya Gencar Promosikan Surat Utang RI ke China dan Inggris
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.