Sumbawanews.com,- Sebelas orang tewas dalam kejadian mengerikan di pabrik pengemasan kertas Nippon Dynawave Packaging di Longview, Washington, Amerika Serikat. Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa, 27 Mei 2026, pukul 07.15 waktu setempat, berasal dari tangki bahan kimia yang gagal dalam proses produksi. Lokasi kejadian, yang berjarak sekitar 45 mil utara Portland, Oregon, langsung berubah menjadi puing-puing hangus, dengan bangunan administrasi, ruang istirahat, dan area operasional hancur berantakan.
Petugas pemadam kebakaran Cowlitz County 2 mengonfirmasi bahwa dua korban meninggal awalnya ditemukan di lokasi, sementara sembilan lainnya masih hilang—diduga tertimbun reruntuhan. Setelah upaya penyelamatan berlangsung selama lebih dari 24 jam, otoritas resmi mengumumkan peralihan misi dari penyelamatan ke operasi pencarian dan pemulihan. “Ini bukan lagi soal menemukan yang masih hidup. Kini, kita berjuang untuk menemukan yang tak kembali,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran Scott Goldstein, dengan suara tertahan.
Ledakan yang terdengar hingga jarak beberapa mil itu disebut sebagai kombinasi antara implosi struktural dan ledakan kimia yang sangat kuat. Kendaraan di sekitar lokasi terlempar, peralatan berat hancur, dan dinding beton runtuh seperti kertas. “Kami menggunakan kata ‘ledakan’, ‘implosi’, dan ‘kegagalan struktur’—semua benar,” tambah Goldstein. Pihak berwenang menduga kegagalan sistem keamanan atau kesalahan prosedur pergantian shift menjadi pemicu utama bencana.
Tak hanya menelan korban jiwa, insiden ini juga mengancam lingkungan. Material kimia yang terkontaminasi tersebar dan mengalir ke Sungai Columbia, memicu kekhawatiran akan pencemaran air dan ekosistem lokal. Tim tanggap darurat dari badan lingkungan federal segera dikerahkan untuk membatasi penyebaran zat berbahaya dan mengamankan area sekitar sungai.
Pabrik yang beroperasi sejak 2018 itu merupakan salah satu pemasok utama kemasan kertas bagi industri makanan dan farmasi di wilayah Barat Laut AS. Karyawan yang bekerja pada shift pagi itu sebagian besar adalah pekerja lokal—sebagian besar berusia 25 hingga 55 tahun—yang datang untuk memulai hari kerja seperti biasa. Kini, keluarga mereka menanti kabar, sementara penyelidik dari OSHA dan NTSB bersiap menggali penyebab teknis dan manajerial di balik bencana ini.
Dengan 11 nyawa hilang dan luka mendalam bagi komunitas kecil Longview, insiden ini menjadi salah satu kecelakaan industri paling mematikan di Amerika Serikat tahun ini—sebuah peringatan keras bahwa di balik produksi kertas yang tampak sederhana, tersimpan risiko yang tak boleh diabaikan.















