Home Berita Pejabat Bersepeda ke Kantor: Efisiensi Nyata atau Sekadar Citra?

Pejabat Bersepeda ke Kantor: Efisiensi Nyata atau Sekadar Citra?

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Ketua Garda Satu NTB, Abdul Hakim menilai tren pejabat bersepeda ke kantor yang dilakukan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot bersama jajarannya dinilai positif. Sebab dapat menekan biaya operasional kendaraan dinas sekaligus mendorong pola hidup sehat.

Baca Juga: Bupati Ajak Hemat BBM dan Dorong ASN Bersepeda ke Kantor

“Kami mendukung penuh langkah ini, tapi harus jadi komitmen nyata, bukan sekadar tren untuk menarik simpati. Efisiensi harus dibarengi efektivitas kerja,” tegas Bang Akim sapaannya, Rabu (08/04).

Menurutnya, dari sisi kesehatan, bersepeda sebagai bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat terbukti meningkatkan kebugaran dan menurunkan risiko penyakit seperti Penyakit Jantung dan Obesitas. Selain itu, penggunaan sepeda dinilai mampu menghemat anggaran daerah di tengah tekanan ekonomi global.

Namun, ia mempertanyakan efektivitas kebijakan ini. Dan mengingatkan agar tidak bersifat simbolis semata.

“Faktor jarak, kelelahan, dan waktu pemulihan dapat memengaruhi konsentrasi serta kinerja ASN. Tidak sedikit pula yang menilai langkah ini berpotensi menjadi sekadar pencitraan jika tidak dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Ia juga menilai kebijakan ini perlu dikaji menyeluruh agar tidak membebani bawahan serta benar-benar berdampak pada efisiensi anggaran.

Dan Fenomena ini pada akhirnya menjadi ujian kepemimpinan Jarot-Ansori. “apakah bersepeda ke kantor menjadi budaya baru yang berkelanjutan, atau hanya simbol sesaat di tengah tuntutan efisiensi,” tanyanya. (Using)

Previous articleLantik 12 Pejabat Baru, Menaker Yassierli: Jabatan Adalah Pengorbanan, Bukan Sekadar Posisi
Next articleIran dan AS Sepakati Gencatan Senjata 14 Hari, Selat Hormuz Kembali Dibuka
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.