Home Berita Kecewa Dengan Perang Iran, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Mengundurkan Diri

Kecewa Dengan Perang Iran, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Mengundurkan Diri

Washington DC., sumbawanews.com – Joseph Kent, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS mengundurkan diri jabatannya. Surat pengunduran dirinya langsung ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Trump Tuding Beberapa Judul Media Sengaja Menyesatkan

“Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, terhitung mulai hari ini. Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak dapat mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” tulisnya, Selasa (17/03).

Dituliskan, ia mendukung nilai-nilai dan kebijakan luar negeri yang Trump kampanyekan pada tahun 2016, 2020, dan 2024, yang diterapkan pada masa jabatan pertama. “Hingga Juni 2025, Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merampas nyawa para patriot Amerika yang berharga dan menguras kekayaan serta kemakmuran bangsa kita,” ucapnya.

Di awal pemerintahan ini, para pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh dari media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform “America First” dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran. Ruang gema ini digunakan untuk menipu agar percaya bahwa Iran menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, dan bahwa jika menyerang sekarang, ada jalan yang jelas menuju kemenangan cepat.

“Ini adalah kebohongan dan merupakan taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menarik kita ke dalam perang Irak yang membawa malapetaka dan merenggut nyawa ribuan pria dan wanita terbaik bangsa kita. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan ini lagi,” tambahnya.

Sebagai seorang veteran yang telah 11 kali dikerahkan ke medan pertempuran dan sebagai suami yang kehilangan istri tercinta, Shannon, dalam perang yang direkayasa oleh Israel, ia tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat apa pun bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika.

“Saya berdoa agar Anda merenungkan apa yang kita lakukan di Iran, dan untuk siapa kita melakukannya. Saatnya untuk bertindak berani adalah sekarang. Anda dapat membalikkan arah dan merancang jalan baru bagi bangsa kita, atau Anda dapat membiarkan kita semakin terpuruk menuju kemunduran dan kekacauan. Anda yang memegang kendali,” tulis dia. (Using)

Previous articlePasca Banjir Sumatra, YAICI Dorong Edukasi Gizi dan Pemulihan Mental Anak
Next articleChina Beri Bantuan Kemanusiaan Darurat untuk Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.