Home Berita Serangan AS ke Iran Dianggap Pengkhianatan Trump dan Jerumuskan Dunia Dalam Kekacauan

Serangan AS ke Iran Dianggap Pengkhianatan Trump dan Jerumuskan Dunia Dalam Kekacauan

New York, sumbawanews.com – Zohran Kwame Mamdani, Anggota dari Majelis Negara Bagian New York sekaligus kandidat dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk pemilihan wali kota New York City tahun 2025, Minggu (22/06) menegaskan, Donald Trump mencalonkan diri sebagai Presiden dengan janji untuk mengakhiri perang, bukan memulai perang baru.

Baca Juga: Nilai Serangan AS ke Iran Tidak Konstitusional, Anggota Kongres AS: Trump Justru Mendengarkan Penjahat Perang Netanyahu

Menurutnya, Aksi militer AS terhadap Iran, tidak konstitusional dan saat ini merupakan babak baru yang gelap dalam rangkaian pengkhianatannya yang tak berujung yang kini mengancam akan menjerumuskan dunia lebih dalam ke dalam kekacauan.

Diungkapkan, di New York dampak perang terasa sangat dalam di sini. “Saya memikirkan warga New York yang orang terkasihnya sedang dalam bahaya,” katanya.

Menurutnya, Donald Trump memikul tanggung jawab langsung atas eskalasi ilegal ini. “Tindakan ini merupakan hasil dari pendirian politik yang lebih suka menghabiskan triliunan dolar untuk senjata daripada mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan, melancarkan perang tanpa akhir sambil membungkam seruan untuk perdamaian, dan menakut-nakuti orang luar sementara para miliarder menggerogoti demokrasi kita dari dalam,” jelas dia. (Using)

Previous articleNilai Serangan AS ke Iran Tidak Konstitusional, Anggota Kongres AS: Trump Justru Mendengarkan Penjahat Perang Netanyahu
Next articleBupati Sambut Pemulangan Jamaah Haji Sumbawa
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.