Sumbawanews.com,- Shokz memperkenalkan dua model earbud clip-on terbaru: OpenDots 2 sebagai flagship dan OpenDots Air sebagai versi lebih ringkas dan terjangkau. Keduanya mengusung desain clip-on yang kini menjadi tren di pasar audio terbuka, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas bass dan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif.
OpenDots 2 menjadi tonggak baru dalam teknologi audio terbuka berkat inovasi Bassphere 2.0. Setiap earbud dilengkapi dua driver 11,8 mm yang disusun dalam desain sferis, diklaim mampu menghasilkan output suara setara dengan satu driver 16 mm konvensional. Di samping itu, diafragma yang direkayasa ulang mampu mengurangi distorsi hingga 70 persen, memaksimalkan kualitas suara dalam bentuk yang ringkas. Teknologi MirrorPitch yang baru mengarahkan gelombang suara agar memantul tepat ke telinga pengguna, bukan menyebar ke luar, sehingga bass terdengar lebih dalam dan volume lebih penuh tanpa mengorbankan kejernihan vokal. Dukungan Dolby Audio juga ditingkatkan untuk memberikan kedalaman dan dampak suara yang lebih dinamis, sambil tetap menjaga keseimbangan soundstage.
Untuk panggilan, OpenDots 2 dilengkapi mikrofon konduksi tulang khusus yang bekerja bersama AI untuk memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar. Sistem ini diklaim mampu menangkal gangguan angin hingga kecepatan 12 mph, menjadikannya andal bahkan saat digunakan di luar ruangan. Kontrol dilakukan melalui sentuhan pada lengkungan earbud atau pinjaman pada bagian belakang (baterai), dengan sensor tekanan yang mencegah sentuhan tak sengaja. Tahan air dan debu IP57, earbud ini menawarkan hingga 10 jam pemutaran per isi ulang, atau hingga 40 jam dengan casing yang mendukung pengisian nirkabel Qi. Pengisian cepat lima menit memberikan tambahan dua jam pemakaian.
OpenDots 2 tersedia dalam tiga warna: hitam, abu-abu, dan putih mutiara, dan dapat dipesan segera di Amazon, Best Buy, serta situs resmi Shokz dengan harga $200.
Sementara itu, OpenDots Air hadir sebagai alternatif lebih ringan dan ekonomis, dengan harga $130—$70 lebih murah dari flagship-nya. Meski desainnya terlihat lebih ramping dan menawarkan warna “daybreak purple” yang mencolok, beratnya hampir identik: 6,3 gram per earbud dibanding 6,4 gram pada OpenDots 2. Teknologi Bassphere yang digunakan masih versi 1.0 dari generasi pertama, tanpa dukungan Dolby Audio maupun pengisian nirkabel. Daya tahan baterai sedikit lebih pendek: hingga sembilan jam per isi ulang, dan pengisian cepat memerlukan 10 menit untuk menambah dua jam pemutaran.
OpenDots Air tersedia dalam warna hitam dan ungu daybreak, dan dapat dibeli di platform yang sama dengan OpenDots 2. Keduanya menawarkan pilihan bagi pengguna yang mengutamakan kualitas suara atau kenyamanan harga—tanpa mengorbankan keunggulan utama earbud clip-on: kesadaran lingkungan dan kenyamanan jangka panjang.

















