Sumbawanews.com,- Samsung Electronics Indonesia mengungkapkan bahwa program tukar tambah (trade-in) jadi pilihan utama konsumen saat membeli smartphone baru, mengungguli diskon langsung atau cashback. Menurut Head of MX Marketing & Demand Generation, Andi Airin, keunggulan trade-in terletak pada nilai nyata yang langsung terasa—pelanggan tidak hanya mendapatkan harga lebih murah, tapi juga merasa dihargai sebagai pelanggan setia.
“Trade-in adalah salah satu promosi paling diminati karena menggabungkan manfaat finansial dengan emosional,” ujar Airin dalam wawancara di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Sebagai contoh, pengguna Galaxy A56 yang menukarkannya dengan Galaxy A57 5G bisa mendapatkan potongan hingga Rp3,5 juta dari harga resmi. Program ini tidak hanya mendorong penjualan, tapi juga memperkuat loyalitas merek.
Sementara itu, Head of Category Management Verry Octavianus menambahkan bahwa cicilan tetap menjadi pilihan kuat, terutama di kalangan konsumen yang belum memiliki kartu kredit atau ingin menghindari beban pembayaran besar sekaligus. “Sekarang banyak yang memilih cicilan 0 persen, bahkan mulai dari Rp200 ribuan per bulan. Ini yang membuat ponsel premium jadi lebih terjangkau,” katanya.
Program cashback juga tetap diminati, tapi efeknya dianggap lebih sementara dibanding trade-in. “Cashback itu seperti uang kembali, tapi trade-in itu seperti Anda menjual aset lama Anda—nilai yang terasa lebih permanen,” tambah Airin.
Di balik strategi promosi ini, Samsung menekankan pergeseran pola konsumen: dari sekadar mencari spesifikasi tertinggi dengan harga terendah, ke pencarian nilai jangka panjang. MX Business Vice President Yadi Prayitno menegaskan, Samsung ingin produknya tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tapi juga menjadi solusi holistik—dari bekerja, belajar, hingga membuat konten untuk UMKM—dalam satu perangkat.
“Kami tidak ingin mengotak-ngotakkan ponsel sebagai alat khusus. Kami ingin Galaxy menjadi *all-rounder* yang bisa menemani hidup konsumen, bukan sekadar alat komunikasi,” ujar Yadi.
Dengan menggabungkan kecerdasan buatan Galaxy AI, desain yang tangguh, dan program pascabeli yang berpihak pada konsumen, Samsung berusaha mengubah cara orang membeli ponsel—dari transaksi jangka pendek menjadi investasi jangka panjang. Dan dari semua opsi yang tersedia, tukar tambah ternyata bukan sekadar promo, tapi simbol kepercayaan yang dibangun merek selama bertahun-tahun.















