Sumbawanews.com,- BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan varietas unggul purwaceng, atau dikenal sebagai “Ginseng of Java”, melalui pemuliaan tanaman untuk mengatasi ancaman kepunahan akibat eksploitasi berlebihan. Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Otih Rostiana, menjelaskan bahwa proses ini mencakup seleksi sumber daya genetik, pemurnian galur, dan pengembangan tanaman dengan kandungan sitosterol lebih tinggi serta kemampuan adaptasi yang lebih luas dibanding populasi alami. Varietas baru ini ditandai dengan tulang daun berwarna merah keunguan dan mampu tumbuh di dataran lebih rendah dari habitat aslinya. Namun, tantangan utama kini adalah penyediaan benih dalam jumlah cukup dan standardisasi mutu bahan baku untuk mencegah pemalsuan oleh tanaman serupa seperti Valeriana officinalis atau som jawa.
Otih menekankan bahwa keberlanjutan purwaceng tidak hanya bergantung pada keberhasilan pemuliaan, tetapi juga pada konsistensi teknik budidaya, waktu panen, dan penanganan pascapanen. Ia menambahkan, tanaman ini masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat tradisional dan nutraseutikal, asalkan budi daya, konservasi, dan standardisasi mutu terus diperkuat agar tetap lestari, memberi manfaat ekonomi bagi petani, dan memenuhi kebutuhan industri dengan kualitas terjamin.















