Home Serba Serbi Tekno Detektor Vena Buatan BRIN, Solusi Tusukan Berulang

Detektor Vena Buatan BRIN, Solusi Tusukan Berulang

Sumbawanews.com,- Para tenaga medis di Indonesia kini punya alat bantu canggih untuk memudahkan proses pengambilan darah dan pemasangan infus. Dirancang oleh peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN, alat bernama Vein Finder menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi optik untuk memetakan pembuluh darah vena di bawah kulit—tanpa perlu tusukan berulang yang menyakitkan.

Inovasi ini lahir dari pengalaman pribadi Rini Khamimatul Ula, peneliti muda BRIN yang kerap menjadi korban kesulitan mencari vena saat dirawat di instalasi gawat darurat. “Saya sering kena tusukan lima atau enam kali hanya untuk satu kali pengambilan darah,” ujarnya. Pengalaman itu memicunya untuk menciptakan solusi yang lebih manusiawi.

Vein Finder bekerja dengan memancarkan cahaya inframerah dekat (NIR) berpanjang gelombang 850 nanometer ke kulit pasien. Hemoglobin dalam darah vena menyerap cahaya ini, menciptakan kontras visual yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Kamera khusus tanpa filter inframerah (NoIR) menangkap pantulan cahaya tersebut, lalu mengirimkan data ke komputer mini Raspberry Pi yang menjalankan algoritma deep learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN).

Yang membedakan alat ini dari produk serupa di pasaran—terutama yang berasal dari negara maju—adalah kemampuannya mengidentifikasi tidak hanya lokasi, tapi juga kedalaman dan lebar vena. Selain itu, sistemnya dirancang khusus untuk beragam pigmen kulit masyarakat Indonesia, dari yang sangat gelap hingga cerah, sehingga akurasinya tetap tinggi tanpa perlu kalibrasi ulang.

“Banyak alat impor gagal bekerja optimal pada kulit berwarna gelap. Kami ingin teknologi ini benar-benar sesuai dengan realitas klinis di Indonesia,” jelas Rini.

Vein Finder telah menjalani uji coba pada pasien remaja hingga usia 40 tahun, dengan hasil yang menjanjikan. Tim peneliti kini sedang memperluas pengujian ke kelompok yang lebih rentan—anak-anak dan lansia—yang sering menjadi tantangan terberat dalam pemasangan infus. Di samping itu, mereka sedang menyempurnakan desain agar alat lebih ringkas, portabel, dan mampu menampilkan gambar vena secara real-time.

Alat ini telah mendapat perlindungan hukum berupa paten dan hak cipta. Dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibanding produk impor, Vein Finder berpotensi menjadi solusi terjangkau bagi rumah sakit daerah, klinik kecil, hingga puskesmas di pelosok.

Inovasi ini bukan sekadar teknologi—ia adalah jawaban atas penderitaan pasien dan kelelahan petugas kesehatan yang selama ini harus mengandalkan keberuntungan dan pengalaman tangan dalam mencari vena yang tak terlihat.

Previous articleAustralia Mengenakan Tuntutan Hukum pada Wanita yang Dikaitkan dengan ISIL Setelah Kembali dari Suriah
Next articlePerindo Bagikan Kurban di Paseban, Tekankan Kebersamaan di Tengah Keberagaman
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik