Home Serba Serbi Tekno ChatGPT Down Global, OpenAI Masih Selidiki Akar Masalah

ChatGPT Down Global, OpenAI Masih Selidiki Akar Masalah

Sumbawanews.com,- Pengguna di seluruh dunia melaporkan gangguan akses mendadak terhadap layanan ChatGPT pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 09.57 WIB. Kondisi ini memicu lonjakan laporan error di situs pemantau layanan digital Downdetector, dengan lebih dari 300 keluhan tercatat dalam waktu kurang dari 15 menit. Sebanyak 88 persen pengguna menyatakan tidak bisa mengakses platform sama sekali, sementara sebagian kecil melaporkan kendala saat login atau membuka antarmuka web.

OpenAI secara resmi mengakui adanya gangguan teknis melalui pernyataan di situsnya: “Saat ini kami sedang mengalami masalah. Pengguna mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses ChatGPT, login, atau membuat akun baru.” Perusahaan menegaskan tim teknis sedang bekerja keras menyelidiki penyebab gangguan global ini, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci mengenai sumber masalah—apakah karena kegagalan infrastruktur, serangan siber, atau kesalahan pembaruan sistem.

Pantauan Downdetector menunjukkan puncak gangguan terjadi di kisaran pukul 10.12 WIB, dengan laporan mencapai 315 kasus. Wilayah yang paling terdampak mencakup Amerika Serikat, Eropa, Asia Tenggara, dan Australia. Meski layanan lain milik OpenAI seperti API dan DALL·E tampak berjalan normal, dampaknya terasa luas mengingat ChatGPT menjadi salah satu alat AI paling banyak digunakan di kalangan pelajar, profesional, hingga perusahaan.

Di tengah kekacauan ini, OpenAI justru mengumumkan peluncuran fitur baru yang mengejutkan: integrasi langsung ChatGPT dengan Microsoft PowerPoint. Melalui fitur beta ini, pengguna kini bisa membuat slide presentasi dari permintaan teks biasa, bahkan mengekstrak konten langsung dari email di Gmail, Outlook, atau SharePoint. Fitur ini, yang baru diuji coba oleh pengguna berlangganan ChatGPT Business maupun akun gratis, menjadi langkah strategis OpenAI untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti Google Gemini yang sudah lama terintegrasi dengan Google Slides, dan Anthropic dengan Claude yang memperkenalkan kemampuan serupa sejak September 2025.

Analisis industri menilai upaya ini bukan sekadar peningkatan fitur, melainkan bagian dari strategi besar OpenAI menjelang kemungkinan Initial Public Offering (IPO) yang diprediksi bernilai puluhan miliar dolar. Dengan memperkuat posisinya di pasar produktivitas korporat—selain sudah ada di Excel dan Google Sheets—perusahaan berusaha menunjukkan nilai ekonomi yang tak terbantahkan bagi calon investor.

Gangguan hari ini menjadi pengingat betapa rentannya ekosistem AI yang kini menjadi tulang punggung banyak aktivitas digital. Meski layanan pulih dalam beberapa jam, kepercayaan pengguna terhadap keandalan sistem AI teruji. OpenAI pun kini dihadapkan pada tantangan ganda: memulihkan layanan secepat mungkin, sekaligus membuktikan bahwa keandalan teknologinya sejajar dengan ambisinya.

Previous articleWapres AS: Damai dengan Iran Hampir Terwujud
Next articleEmosi Korban Umrah Ledak di Kantor Hanania Travel
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik