Home Blog Page 3128

TGB Tokoh Muda Terpopuler Bakal Cawapres 2019

Sumbawanews.com- Mataram.-Tokoh Muda Relijius, Nama TGB Jadi Cawapres yang Paling Disukai Masyarakat Minggu, 28 Januari 2018 15:20 WIB Nama Dr. KH. M. Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB dianggap berpeluang maju ke level nasional sebagai representasi Islam.  TGB menempati urutan pertama sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang paling disukai masyarakat.

Hal ini diketahui dari hasil Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan Desember 2017 lalu. Kabar dari hasil survei ini langsung disyukuri oleh rekan-rekan TGB terutama dari rekan se-almamater lulusan Al Azhar, Kairo, Mesir. “Bahwa sebagai sesama alumni Al-Azhar akan berikhtiar yang terbaik buat pengabdian TGB di kancah nasional dan menawarkan pemimpin yang mencintai rakyatnya yang ada di sosok TGB,” kata relawan TGB dari Alumni Al Azhar Kairo, Muhammad Irawan Taqwa, yang juga CEO Taqwa Travel. Figur TGB kuat sebagai pejabat yang hafal Al Qur’an, menguasai ilmu-ilmu ke Islaman dan juga alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir menjadikannya sebagai tokoh yang banyak diidolakan golongan Islam.

LSI mengerucutkan para tokoh Cawapres tersebut berasal dari kalangan muda relijius. Ada lima tokoh yang dianggap jadi representasi tokoh muda relijius. “TGB. HM. Zainul Majdi mendapatkan 74,8% sebagai Cawapres paling disukai masyarakat,” kata Peneliti LSI, Taufik Febri. Selain TGB tokoh yang disukai masyarakat adalah Zulkifli Hasan di urutan kedua sebesar 64,9% lalu diikuti Sohibul Iman disukai sebesar 64,1%, Muhaimin Iskandar dengan 61,2% dan Romahurmuziy 50,4 %. Sejak beberapa bulan terakhir nama TGB memang telah diprediksi banyak lembaga survei berpeluang maju ke level nasional sebagai representasi Islam.(aa-berbagaisumber)

Wisata Halal Tidak Matikan Wisata Konvensional.

Sumbawanews.com- Mataram.-Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan, NTB mendeklarasikan diri sebagai destinasi halal tourisme didasari pertimbangan bahwa pariwisata memiliki nilai potensi pasar yang sangat besar dan akan memberikan kemanfaatan yang besar bagi ummat. “Wisata halal bukan bertujuan mematikan wisata konvensional, akan tetapi memberikan atau membuka pasar baru serta memperbanyak pilihan wisata bagi sebagian wisatawan khusunya wisatawan muslim yang ingin berwisata sesuai dengan tuntunan agama,” jelas Gubernur NTB, saat menerima kunjungan silaturrahim Forum Masjid dan Mushollah BSD dan sekitarnya (FMMB) serta rombongan dari Alumni Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Jakarta, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/1/2018).

Gubernur NTB yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) ini menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipilihnya NTB sebagai lokasi kunjungan dan berharap pertemuan ini akan membawa keberkahan yang lebih besar bagi pembangunan ke depan, khususnya bagi kemaslahatan umat. TGB yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menjelaskan pula bahwa setelah peluncuran wisata halal di NTB, alhamdulillah wisatawan yang berkunjung di NTB terus meningkat. “Membuka dan membangun satu wilayah ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai Islam akan membangun peningkatan kesejahteraan bagi semua.

Begitupula halnya dengan wisata halal yang akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat,” ujar TGB yang juga seorang hafidz itu. TGB menekankan eksperimen menghadirkan satu kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai Islam akan menghadirkan banyak kebaikan dalam kehidupan. Hal yang patut kita syukuri bersama bahwa, saat ini seluruh elemen umat Islam lebih semangat dalam membangun negeri. Dan kesadaran membangun umat harus berbasis pada ilmu dan pemahaman. “Perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tapi membutuhkan ilmu dan pemahaman. Karenanya tepat kiranya saat ini kita saling bersilaturrahim dan berdialog dengan FMMB dan alumni UIN Syarifhidayatullah Malang yang di dalamnya ada para kaum cendikiawan yang berilmu,” tutup TGB.

Pimpinan rombongan FMMB, Marta Bachtiar menyampaikan bahwa tujuan silaturrahim ke Nusa Tenggara Barat adalah dalam rangka sharing informasi dan berbagi pengalaman terkait wisata halal dimana NTB merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan icon wisata halalnya. Begitupula halnya Dr. Karsa Sukarna sebagai pimpinan rombongan dari alumni UIN Syarifhidayatullah yang memiliki tujuan dan maksud yang sama.(humasntb/aa)

Markas Pasukan Garuda Didemo Sekelompok Massa Anti Perdamaian

(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Senin, 29 Januari 2018).  Markas Pasukan Garuda Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang berlokasi di UN Posn 7-1 Adchit Alqusyar Lebanon Selatan, sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat didemo oleh sekelompok massa yang tergabung dalam ‘Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan’, Minggu (28/1/2018).

 

Dalam orasinya, para pendemo menuntut agar Pasukan Garuda Satgas Indobatt harus segera angkat kaki dari bumi Lebanon Selatan. Menurut mereka (para pendemo), tanpa kehadiran United Nations (UN) dalam hal ini Pasukan Garuda Indobatt, negara Lebanon aman-aman saja.  Disamping itu, mereka juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Negara kami selama ini baik-baik saja, kenapa pihak UN menempatkan tentara asing begitu banyak disini, kami tidak menghendaki kalian-kalian menguasai negara kami,”.

 

Sementara itu, melihat aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan, penduduk setempat turut serta membantu para pendemo untuk memaksa masuk menerobos penjagaan yang dijaga ketat oleh Pasukan Garuda Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil.

 

Melihat situasi yang demikian, anggota jaga Serka Edi Susanto melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Jaga, dalam hal ini Kapten Inf Aceng Wahyudin dan laporan ini diteruskan ke Kapten Inf FX Renoten selaku Kasiops Indobatt.  Selanjutnya, Kasiops segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P.. Setelah mendapat petunjuk dari Dansatgas, Kasiops segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi aksi para pendemo.

 

Selanjutnya, Kasiops Kapten Inf FX Renoten memerintahkan Lettu Inf Muhammad Dody selaku Komandan Pleton CRC (Crowded Riot Control) dari Kompi Delta berikut perlengkapannya untuk bergerak dan mengatasi kejadian unjuk rasa tersebut, dengan di backup Pleton BMR (Battalion Mobile Reserve) dan Tim Kesehatan.

 

Unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian dan penduduk di Lebanon Selatan, awalnya digelar secara damai namun situasinya makin memanas dan menjadi anarkis. Para pendemo memprovokasi dan melempari personel Indobatt dengan batu-batuan dan benda-benda keras lainnya, yang mengakibatkan satu orang demonstran dan dua personel Indobatt mengalami luka-luka.

 

Setelah melakukan negosiasi dan argumentasi yang sangat alot dengan diberikan pengertian kepada para pendemo terkait keberadaan dan tugas Pasukan Garuda sebagai peacekeepers misi perdamaian PBB di Lebanon, akhirnya pimpinan maupun para pendemo mengerti serta mengakhiri aksinya, dan situasi dapat dikendalikan dengan baik.

 

Kejadian diatas merupakan Skenario Latihan CRC Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil  yang dirancang oleh Kasiops Satgas Kapten Inf FX Renoten, dalam rangka melatih kemampuan personel Indobatt khususnya dalam hal taktik dan teknis serta prosedur tetap yang harus dilaksanakan apabila menangani terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh penduduk lokal di sekitar Markas Indobatt. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Santri Miliki Andil Besar Dalam Perjuangan Kemerdekaan RI

(Puspen TNI).  Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa santri memiliki andil yang sangat besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, hingga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdaulat sampai sekarang ini.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam sambutannya saat menghadiri acara Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat serta Rakernas Pagar Nusa, yang diikuti 10.000 pendekar dari seluruh Indonesia, di lapangan Puser Bumi, Ciparna Cirebon, Jawa Barat, Minggu (28/1/2018).

 

“Dengan dilandasi semangat patriotisme, intelektualisme, dan cita-cita besar menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat, akhirnya santri yang bersatu dengan segenap komponen bangsa lainnya mampu mengusir penjajah dari muka bumi Indonesia yang sangat-sangat kita cintai ini,” ujar Panglima TNI.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, partisipasi aktif santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada saat ini sangat luar biasa. “Selain berjuang dengan sangat patriotik dengan mengandalkan fisik dan persenjataan sederhana, santri juga berjuang dengan intelektual takziah melalui ide-ide pemikiran dan gagasan yang berani serta siap menempuh resiko apapun demi kemerdekaan,” jelasnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa melalui silahturahmi dengan keluarga besar Pagar Nusa di Kabupaten Cirebon, menjadi kesempatan yang baik untuk dijadikan sebagai momentum kebersamaan dalam rangka meluruskan niat dan menguatkan ikhtiar demi melanjutkan pengabdian dan dharma bhakti yang terbaik kepada NKRI, serta bersama-sama dalam upaya menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa acara yang diselenggarakan Pagar Nusa sangatlah tepat di era kemajuan zaman yang semakin modern, menghadirkan problematika yang menggoda bangsa Indonesia saat ini dan sedemikian sulit untuk diselesaikan, dicairkan dan dicarikan jalan keluarnya. “Saya merasa bangga dan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh warga anggota Pagar Nusa atas terselenggaranya acara ini,” ucapnya.

 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berkenan juga memberikan ucapan selamat atas penyerahan Ijazah Kubro bagi para Pendekar dan Perguruan Silat NU Pagar Nusa serta selamat atas pengukuhan Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa periode 2017-2022.

 

“Manfaatkan kehidupan berorganisasi sebaik-baiknya untuk mengisi diri dalam membangun bangsa, jadikanlah kehidupan di perguruan ini untuk meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan meningkatkan rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan,” tutup Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)

Dansatgaskes TNI : Satgaskes TNI Sebagai Satgas Terpadu Yang Dapat Dihandalkan

(Pen Satgaskes TNI). Tim Satgaskes TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk Asmat siap untuk diberangkatkan hari ini. Tim dengan komposisi terpadu ini dilakukan pengecekan personel secara nyata, diharapkan dapat terwujudnya kerja sama dan bekerja bersama yang baik sehingga dapat dihandalkan.

 

Hal tersebut dikatakan Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan pada apel pengecekan dalam rangka pemberangkatan Tim Gabungan Satgaskes TNI, bertempat di lapangan Yos Sudarso, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (28/1/2018).

 

Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan memberikan penekanan singkat untuk segera melakukan pencarian pasien dan pengobatan terhadap penderita campak dan gizi buruk. Setiap pendataan harus diikuti dengan pelaporan. “Jangan lupakan faktor keamanan dimanapun berada,” tegasnya.

 

Usai memberikan pengarahan, Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dihadapan awak media menjelaskan bahwa tim ini merupakan tim ke dua Tanggap Darurat dalam rangka penanggulangan KLB campak dan gizi buruk, terdiri dari Puskes TNI sebanyak 55 orang, Kemenkes RI 40 orang, SKPD dengan dinas setempat sebanyak 20 orang, Babinsa 93 orang, Polri 10 orang dengan dibantu pengamanan Satgas Pamrahwan sebanyak 1 SSK.

 

Lebih lanjut menanggapi pertanyaan wartawan tentang tindakan yang dilakukan dan jangka waktu penanganan, Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menyampaikan tim ini akan melaksanakan tugas dengan target selama 5 hari guna pengidentifikasian dan pelaporan dari kampung yang dituju, selanjutnya dilakukan penanganan berupa pengobatan dan evakuasi menuju RSUD Agats. “Yang akan dijangkau adalah kampung-kampung dan desa yang belum terjangkau oleh tim yang pertama. Asmat terdiri dari 224 kampung yang belum terjangkau, tinggal 24 kampung yang lainnya sudah terjangkau,” katanya.

 

Dansatgaskes TNI juga menjelaskan bahwa sasaran utama tim ini mencari pasien yang terkena campak dan dampak gizi buruk. Namun apabila ditemukan hal lain seperti difteri, dysentri, malaria begitu juga penyakit lainnya yang selama ini kita kuatirkan akan didata dan diberikan penanganan medis.

 

Lebih lanjut menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan logistik yang ada, Dansatgaskes TNI menyampaikan bahwa bantuan sudah datang dari berbagai pihak terdiri dari Mabes TNI, Mabes Polri, Kemenkes RI dan Kementrian lainnya serta pihak swasta maupun swadaya dalam bentuk obat-obatan, makanan dan pakaian. “Dari data yang ada, vaksin untuk dua minggu kedepan mencukupi begitu juga dengan makanan. Bantuan dari Mabes TNI sejumlah 13 ton yang sudah tiba kemarin akan segera didistribusikan,” ujarnya.

 

Diakhir acara pengecekan personel oleh Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, dilanjutkan dengan pelepasan secara resmi oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto: Satgaskes TNI Selamatkan Nyawa Ibu Akibat Pendarahan Pasca Persalinan

(Pen Satgaskes TNI). Tim Gabungan Satgaskes TNI bantu warga Asmat tidak hanya penanggulangan campak dan gizi buruk. Seorang dokter spesialis kandungan Letkol Ckm dr. Gunawan SpOG. K pada Minggu pagi (28/1/2018) membantu pengobatan pasien perdarahan pasca persalinan yang telah berlangsung satu hari sebelumnya. Penanganan secara cepat dan tepat ini berhasil mengeluarkan sisa placenta sehingga kontraksi rahim membaik dan perdarahan berhenti, sang ibu berhasil diselamatkan. (Badar/Puspen TNI)

Dansatgaskes TNI: Tim Kesehatan TNI Sebagai Pionir Harus Mampu Beradaptasi

(Pen Satgaskes TNI). Tim Kesehatan TNI sebagai pionir dalam penanggulangan wabah campak dan gizi buruk. Untuk itu para dokter dan tim medis TNI harus siap beradaptasi dalam pelaksanaan tugas dihadapkan dengan kondisi alam yang berat dan budaya masyarakat Asmat yang kental dan unik.

            Hal tersebut dikatakan Danrem 174/ATW selaku Komandan Satgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan kepada Tim Kesehatan TNI dalam rangka persiapan deploy ke pedalaman Asmat, bertempat di posko penanggulangan wabah campak dan gizi buruk, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Minggu (28/1/2018).

            Dansatgaskes TNI mengatakan tim dokter dan paramedis TNI mendapatkan tugas mulia dalam misi kemanusiaan untuk membantu sesama anak bangsa Indonesia khususnya warga Asmat yang ditimpa wabah campak dan gizi buruk. “Tim Kesehatan TNI harus melaksanakan tugas dengan berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menyampaikan bahwa keadaan alam Asmat cukup berat dengan medan rawa, sungai dan laut serta merupakan endemik malaria. Ini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi, begitu juga dengan budaya Asmat yang kental dan unik. “Untuk itu tim dokter dan paramedis TNI harus mampu beradaptasi dan menghargai adat istiadat Distrik setempat,” jelasnya

            Sementara itu, mengenai mekanisme pelaksanaan operasi di lapangan dijelas secara rinci oleh Kasiops Kolonel Inf Agus Prasetyo. “Proses deploy tim dokter dan paramedis TNI, proses pencarian pasien dan proses evakuasi. Semua harus dilakukan dengan mengutamakan standar prosedur operasional,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Dansatgaskes TNI Pimpin Pendistribusian Logistik Warga Asmat

(Pen Satgaskes TNI).  Pendistribusian logistik penanggulangan KLB Campak dan gizi buruk dipimpin langsung oleh Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, berangkat dari Pelabuhan Aswan menuju distrik-distrik Kabupaten Asmat dengan menggunakan transportasi speed boat, Minggu (28/1/2018).

Jalur logistik ini akan melalui beberapa sungai, terdiri dari sungai Aswes, Pomats, Unir, Siret, Bets, Fait, Krongkel dan sungai Koks dengan jarak tempuh terdekat satu jam (distrik Akat) hingga jarak tempuh terjauh 6 jam (distrik Safan). Logistik yang didistribusikan terdiri atas obat-obatan, T2, TB1 dan FD3 serta makanan berupa beras, makanan Ibu hamil, balita dan anak sekolah. (Badar/Puspen TNI)

Pelamar Skill Macmohan, Diumumkan Minggu Depan

Sumbawanews.com. Taliwang – Sumbawa Barat. Setelah pengumuman pelamar kerja PT. Macmohan oleh Tim bersama rekruitmen kategori non skill pada  jumat malam lalu, pelamar dengan kategori skill bertanya dan masih deg-degan sebab untuk kategori tersebut belum di umumkan.

Salah seorang pelamar kategori skill, kepada Sumbawanews.com bertanya kapan mereka dapat kejelasan,lulus atau tidak. Menjawab hal tersebut, Benny Tanaya yang di konfirmasi menjelaskan, untuk kategori Skill sedang berproses di tim bersama rekruitmen.

Sebagaimana di ketahui, tim bersama rekruitmen terdiri dari  unsur Pemerintah daerah, Perusahaan, dengan ketua tim Bupati Sumbawa Barat- Musyafirin.

Dijelaskan Benny selaku anggota tim bersama rekruitmen,penetapan pelamar melalui mekanisme pleno tim bersama. “dengan mekanisme yang sama, pleno tim” tegas Benny.

Ketika di tanya tentang pelamar waiting list,dipaparkan bahwa pelamar kategori tersebut merupakan tenaga kerja yang dulunya melamar dan sudah training di PT NNT. ” mereka ada yang skill dan non skill ” tandasnya.

Untuk kategori Skill, menjawab kegalauan pelamar, menurut Benny akan di umumkan minggu depan.Sedangkan untuk waiting list akan menerima hasil medical cek up nya juga minggu depan ini. ” setelah masing-masing dipastikan menerima hasil medical baru kemudian akan di umumkan secara luas ” Jelas Benny Tanaya pagi ini ke sumbawanews.(aa)

 

TGB Terima Forum Masjid dan Alumni UIN Syarifhidayatullah Jakarta

Sumbawanews.com. -Mataram .Gubernur NTB Dr. TGH. M.Zainul Majdi menerima kunjungan silaturrahim Forum Masjid dan Mushollah BSD dan sekitarnya (FMMB) serta rombongan dari Alumni Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Jakarta, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/1/18). Menyambut rombongan tersebut, Gubernur NTB yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) ini menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipilihnya NTB sebagai lokasi kunjungan dan berharap pertemuan ini akan membawa keberkahan yang lebih besar bagi pembangunan ke depan, khususnya bagi kemaslahatan umat.

Saat itu, TGB menjelaskan bahwa NTB mendeklarasikan diri sebagai destinasi halal tourisme didasari oleh pertimbangan bahwa pariwisata memiliki nilai potensi pasar yang sangat besar dan akan memberikan kemanfaatan yang besar bagi ummat. “Wisata halal bukan bertujuan mematikan wisata konvensional, akan tetapi memberikan atau membuka pasar baru serta memperbanyak pilihan wisata bagi sebagian wisatawan khusunya wisatawan muslim yang ingin berwisata sesuai dengan tuntunan agama,” jelas TGB.

TGB yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menjelaskan pula bahwa setelah peluncuran wisata halal di NTB, alhamdulillah wisatawan yang berkunjung di NTB terus meningkat. ” Membuka dan membangun satu wilayah ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai Islam akan membangun peningkatan kesejahteraan bagi semua. Begitupula halnya dengan wisata halal yang akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat”, ujar Gubernur yang juga seorang hafidz itu.

Di akhir TGB menekankan eksperimen menghadirkan satu kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai Islam akan menghadirkan banyak kebaikan dalam kehidupan. Hal yang patut kita syukuri bersama bahwa, saat ini seluruh elemen umat Islam lebih semangat dalam membangun negeri. Dan kesadaran membangun umat harus berbasis pada ilmu dan pemahaman. “Perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tapi membutuhkan ilmu dan pemahaman. Karenanya tepat kiranya saat ini kita saling bersilaturrahim dan berdialog dengan FMMB dan alumni UIN Syarifhidayatullah Malang yang di dalamnya ada para kaum cendikiawan yang berilmu,” tutup TGB.

Pada tempat yang sama, pimpinan rombongan FMMB, Marta Bachtiar menyampaikan bahwa tujuan silaturrahim ke Nusa Tenggara Barat adalah dalam rangka sharing informasi dan berbagi pengalaman terkait wisata halal dimana NTB merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan icon wisata halalnya. Begitupula halnya Dr. Karsa Sukarna sebagai pimpinan rombongan dari alumni UIN Syarifhidayatullah yang memiliki tujuan dan maksud yang sama.(aa)

Berita Terkini

Apple Perkuat Pengawasan Digital Anak Lewat iOS 27

Sumbawanews.com,- Apple resmi memperkenalkan sejumlah pembaruan signifikan di iOS 27 yang dirancang khusus untuk membantu orang tua mengawasi dan mengatur aktivitas digital anak-anak mereka....

RSUD Prambanan Akan Klarifikasi ke Polisi soal Kematian Balita Usai CT Scan

Sumbawanews.com,- Kasus kematian balita berusia tiga tahun, NDMP, yang terjadi setelah menjalani pemeriksaan CT scan di RSUD Prambanan, Sleman, DIY, kini memasuki tahap hukum...

Militer AS Dituduh Serang Tanker Tanpa Peringatan

Sumbawanews.com,- Manajer kapal tanker MT Settebello, IOS Marine F.Z.E., menegaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat tidak memberikan peringatan apa pun sebelum menyerang kapal dagang...

Massa BEM UI Terjebak di Semanggi, Aksi Menuju Bundaran HI Diblokir

Sumbawanews.com,- Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terpaksa berhenti di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, saat bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia...

10 Saksi Mangkir dalam Kasus Gratifikasi BI dan OJK

Sumbawanews.com,- Komitmen kooperatif para saksi menjadi sorotan KPK setelah sepuluh orang yang dipanggil dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang terkait program sosial...

Berita Utama