Home Blog Page 3114

Ketum Dharma Pertiwi : Dharma Pertiwi Harus Mampu Beradaptasi di Era Milenial

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Pada era milenial, perubahan-perubahan sangat cepat terjadi dan berdampak pada segala sendi kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Dharma Pertiwi sebagai organisasi istri prajurit TNI harus mampu beradaptasi dan merespon perubahan-perubahan tersebut yang selaras dengan program TNI dan Pemerintah.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada kegiatan Bakti Sosial dalam rangka HUT ke-54 Dharma Pertiwi dengan tema “Dharma Pertiwi Bertekad Mengedepankan Kepedulian Sosial, Pendidikan Anggota Yang Berkualitas, serta Kesejahteraan Keluarga Prajurit, Guna Menciptakan Ketahanan Keluarga Sebagai Landasan Ketahanan Bangsa”, bertempat di Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

 

Kegiatan Bakti Sosial berupa Pengobatan Umum, Sunatan Massal, Pemeriksaan IVA Test, Penyuluhan Anti Narkoba, Anti Pornografi dan Anti Kekerasan serta Pembinaan PAUD diikuti sekitar 1.500 masyarakat sekitar Cilodong, termasuk anggota Dharma Pertiwi, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, Bhayangkari, Wanita TNI, pelajar dari Yayasan Pendidikan Dharma Pertiwi, Yayasan Hang Tuah dan Yayasan Angkasa.

 

Menurut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, hal-hal lain yang dapat dilakukan organisasi Dharma Pertiwi dalam menghadapi perubahan di era milenial adalah  dengan menerapkan pola pikir dan manajemen baru serta jangan terperangkap dalam pola pikir rutin yang selama ini dikerjakan. “Sebagai contoh dalam kontribusi mencerdaskan bangsa, Dharma Pertiwi harus mulai membekali para Guru dan Kepala Sekolah pada sekolah-sekolah di bawah pembinaan unsur, misalnya SD, SMP, SMA Kartika, Hang Tuah dan Angkasa,” ujarnya.

 

Disamping itu, agar para pendidiknya lebih profesional, sehingga mutu sekolah meningkat dan hasil didiknya mampu berkompetisi secara global.  “Langkah-langkah dan terobosan inilah yang perlu dilaksanakan agar Dharma Pertiwi beserta Unsur  tetap dapat berkontribusi kepada negara dan bangsa pada era milenial yang penuh tantangan,” kata Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

 

Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa, respon cepat yang dapat dilakukan oleh Dharma Pertiwi adalah dengan melaksanakan berbagai program terobosan yang dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya serta peka dalam mengantisipasi keadaan.  “Contoh respon cepat yang dimaksud adalah memberikan pelatihan keterampilan kepada Ibu-Ibu, sehingga hasil produksinya dapat membantu ekonomi keluarga,” ucapnya.

 

Disisi lain, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa program Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi beserta Unsur adalah bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, agar dapat berkontribusi dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

 

Pelaksanaan Bakti Sosial yang dilaksanakan meliputi Pelayanan Kesehatan berupa Pengobatan Umum kepada 500 orang, Sunatan Massal 100 orang, Pemeriksaan IVA Test 2.000 orang, Penyuluhan Anti Narkoba, Anti Pornografi dan Anti Kekerasan 1.700 orang dan Pembinaan PAUD 50 orang serta pembagian 500 paket sembako kepada masyarakat sekitar Cilodong, Jawa Barat.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Bidang III Sosbud Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja Ibu Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Sita Mulyono, Ketum Jalasenastri Ibu Endah Ade Supandi dan Ketum PIA Ardya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna. (Badar/Puspen TNI)

Operasi Udara Maritim Bakamla RI Kedepankan Early Warning System

sumbawanews.com,- Operasi Udara Maritim Bakamla RI Tahun 2018 yang segera dilaksanakan ini akan mengedepankan operasi udara maritime berbasis Early Warning System (EWS) dengan melibatkan secara penuh PIM, Dit. Datin, dan Kepala Zona Maritim, selain Dit. Operasi Udara Maritim itu sendiri.

Hal itu disampaikan Deputi Opslat Laksma TNI Semi Joni Putra dalam sambutannya pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Operasi Bhuana Nusantara Bakamla RI, yang dibacakan oleh Direktur Operasi Udara Laksma TNI Guntur Wahyudi, di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

Dikatakannya, Pusat Informasi Maritim (PIM) akan dilibatkan untuk melaksanakan permantauan wilayah operasi dan pengendalian unsur-unsur patroli, Direktorat Data dan Informasi (Dit Datin) mendukung dalam memberikan analisa kapal yang dicurigai dan penentuan target operasi, sedangkan penentuan daerah operasi dan pola operasi dilaksanakan oleh pengendali pusat dalam hal ini yaitu Direktorat Operasi Udara Maritim Bakamla, sementara itu kendali taktis dipegang oleh Kepala Zona Maritim.

Kegiatan rapat koordinasi operasi ini merupakan tahapan awal operasi, lanjutnya, dalam rangka memberikan arahan dan penjelasan tentang operasi yang akan dilaksanakan.

Penjelasan mencakup beberapa materi yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi seperti peta kerawanan dan analisa ancaman, system maritime surveillance, dan rencana pelaksanaan operasi.

Hadir dalam rakor tersebut para undangan dari berbagai instansi mitra maritim antara lain Ditjen PSDKP, Dit Polud Baharkam Polri, Dit P2 Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Dit Ops Satgas 115, Dit Pemberantasan BNN, Dit Proteksi Pemerintah BSSN, Dit Ops Basarnas, Dit Airnav, Dit Pansanau, Ditsurpotrudau, Sops AU, Sopsal, dan Spamau.

Turut hadir dari Bakamla RI yaitu Inspektur Brigjen Pol Sarwono, Kasubdit Penyelenggara Operasi Udara Kolonel Pnb Joko Triwibowo, Kasubdit Informasi AKBP M.Ali, Kepala PIM Kolonel Laut (P) Berkat Wijarnarko, Kabag Keuangan Kolonel Laut (S) Anton H, Kabag Humas dan Protokol Kolonel Laut (KH) Toni Syaiful dan Kabag Perencanaan Letkol Laut (S) Agus Supriadi. (Mad/Puspen TNI)

Indobatt XXIII-L/UNIFIL Gelar Perayaan Childrens Day Di Lebanon

Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Satgas Indonesian Battalion (Indobatt), beberapa waktu lalu menggelar perayaan Childrens Day (Hari Anak) di Distrik As Suwwanan, Lebanon Selatan.

 

Perayaan Childrens Day yang terselenggara atas kerja sama Organisasi Non Pemerintah Better Association  yang diketuai oleh Mr. Whael bersama dengan Civil Military Cooperation (Cimic) Satgas Indobatt XXIII-L/Unifil, dihadiri pula oleh Kepala Distrik As Suwwanan Mr. Ismail Hamidi, Tokoh Perlindungan Anak Lebanon Mr. Farhad Awada dan Tokoh Masyarakat Lebanon Selatan lainnya.

 

Mengawali sambutannya, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. mewakili para Peacekeepers Kontingen Garuda misi PBB di Lebanon menyampaikan “Selamat Hari Anak”, karena anak adalah harapan bangsa dan negara.

 

“Kalian adalah harapan bangsa untuk membangun dan memajukan negara ini dimasa yang akan datang, rajinlah belajar, gantungkan cita-cita mu setinggi tingginya. Semoga kalian nanti menjadi duta-duta perdamaian di negeri ini,” papar Dansatgas Indobatt.

 

Kegiatan perayaan Childrens Day  yang diikuti oleh ratusan anak-anak Distrik As Suwwanan, diawali dengan penampilan Drum Band “Indobatt XXIII-L Dram Band Military” dilanjutkan berbagai macam permainan tradisional anak-anak khas Indonesia, diantaranya Balap Karung, Tarik Tambang, Pacu Kelereng, Bakiak dan Melukis Wajah.

 

Diakhir perayaan Childrens Day, Pasukan Garuda Indobatt membagikan 200 paket bingkisan berisi makanan, minuman dan alat-alat tulis kepada anak-anak Distrik As Suwwanan. (Puspen TNI)

Prajurit Satgas MTF TNI Latihan Mail Bag Transfer di Laut Mediterania

sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/Unifil (United Nations Interm Force in Lebanon) menggunakan KRI Usman Harun-359 jenis Kapal Perang Multi Role Light Frigate (MRLF) melaksanakan latihan Mail Bag Transfer dengan Kapal Perang Brazil BRS Independencia, bertempat di Laut Mediterania, Selasa (20/3/2018).

 

Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H., M.Si. yang sekaligus Komandan KRI Usman Harun-359 mengatakan bahwa Mail Bag Transfer dilaksanakan dalam rangka latihan kegiatan Replenishment At Sea (pembekalan di laut) yang dilaksanakan oleh dua kapal atau lebih. “Salah satu unsurnya kapal berperan sebagai Delivering Ship atau kapal pemberi dan unsur yang lain sebagai Receiving Ship atau kapal penerima,” ucapnya.

“Kegiatan latihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan perbekalan bagi unsur kapal yang membutuhkan dukungan logistik atau bahan cair di laut dan kapal dapat tetap melaksanakan tugas di laut tanpa harus kembali ke pangkalan,” kata  Kolonel Laut (P) Alan Dahlan.

 

Lebih lanjut Kolonel Laut (P) Alan Dahlan menyampaikan bahwa dalam latihan kali ini, terlihat salah satu personel Angkatan Laut Lebanon (LAF Navy) mengikuti gerakan prajurit KRI Usman Harun-359 yang bertugas sebagai Marsheller (juru pemberi signal) kepada BRS Independencia.

 

“Kegiatan personel LAF Navy di KRI Usman Harun-359 sebagai salah satu tugas pokok MTF UNIFIL untuk melatih LAF Navy agar dapat melaksanakan operasi keamanan maritim di wilayah laut teritorialnya dan melaksanakan Maritime Interm Operation (MIO) di perairan Lebanon,” ujar Komandan Satgas MTF TNI.

 

Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil Kolonel Laut (P) Alan Dahlan mengapresiasi kegiatan latihan bersama dengan Kapal Perang Brazil dan melatih personel LAF Navy dapat terlaksana secara bersamaan dengan baik. “Latihan ini dapat mempererat hubungan diplomasi Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Brazil dan Lebanon,” tandasnya. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Prajurit TNI Waspadai Dinamika Perubahan Dunia

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Perkembangan lingkungan strategis berubah begitu cepat diwarnai dengan dinamika yang dampaknya begitu sulit diprediksi. Menyikapi hal tersebut, Prajurit TNI harus mewaspadai dan mengantisipasinya melalui penguasaan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dihadapan 1.500 prajurit TNI se-wilayah Solo Raya di Lapangan Bhirawa Yudha Group 2 Kopassus, Kartosuro, Kandang Menjangan, Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa sisi negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi saat ini mengaburkan definisi ancaman, sehingga sulit membedakan mana yang disebut ancaman militer dan mana yang disebut ancaman non militer. “Saat ini ada empat ancaman di era revolusi industri 4.0 yang berpotensi berkembang, yakni ancaman cyber, biologis, perdagangan dan lingkungan hidup. Salah satu contoh ancaman biologis bisa terjadi adanya penyebaran penyakit yang dikategorikan Kejadian Luar Biasa,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, seseorang yang menggunakan jaringan internet sudah tersimpan di big data, dengan memanfaatkan profiling data dan data analis, si perekrut memungkinkan untuk mempengaruhi dan merekrut seseorang menjadi teroris tunggal (lone wolf).

“Prajurit TNI tidak boleh menutup diri dan mengurung diri di barak-barak, kita harus terus bertransformasi membuka mata dan telinga, membuka wawasan seluas-luasnya serta menajamkan kemampuan analis untuk selalu berfikir konservatif, terutama dalam merespon setiap masalah dan ancaman yang sedang terjadi di dalam dan luar negeri,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa TNI sebagai alat negara tetap memiliki peran dalam usaha-usaha pertahanan negara karena memiliki keunggulan dalam hal soliditas organisasi, sistem komando, personel yang terlatih dan peralatan yang siap setiap saat dapat digerakkan untuk mengatasi setiap ancaman yang bersifat destruktif.

Dihadapan awak media Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Prajurit TNI tidak boleh melakukan tindakan yang tidak terpuji dan menyakiti hati rakyat, penyalahgunaan narkoba, perilaku asusila, tindak kekerasan kepada masyarakat, backing dan sebagainya. “TNI akan menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku. Pada prinsipnya dapat merusak citra positif TNI di masyarakat,” ucapnya.

Panglima TNI juga menyampaikan terkait kesejahteraan prajurit TNI yang akan terus diperjuangkan untuk ditingkatkan. Salah satunya yaitu pembangunan rumah prajurit non dinas, yang saat ini sudah dicanangkan untuk Angkatan Darat sebanyak 6.000 unit per tahun, bahkan akan ditingkatkan menjadi 10.000 unit per tahun, Angkatan Laut sebanyak 3.000 unit dan Angkatan Udara sebanyak 1.000 unit. (Mad/Puspen TNI)

USCG Kunjungi Pangkalan Armada Bakamla RI di Barelang

sumbawanews.com,- Rombongan US Coast Guard dipimpin Senior Maritime Advisor USCG  Captain (ret) James Duval mengunjungi Kantor Kamla Zona Maritim Barat dan Pangkalan Armada Bakamla RI di Barelang, Batam, Selasa (20/3/2018).

 

Kedatangan delegasi USCG ke Kantor Kamla Zona Barat diterima langsung oleh Kepala Kantor Zona Barat Laksma TNI Eko Murwanto, S.Sos. bersama  Direktur Operasi Laut Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr (Han), Direktur Latihan Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si. dan Kepala Biro Umum Kolonel Marinir Sandy M. Latief.  Sementara itu kedatangan James Duval didampingi oleh Geneve Menscher, Deputi Political Counselor, Political Section U.S. Embassy, LtCol. Kathyrn Paik, Marine Attche, U.S. Embassy, Medan Consulate General Juha Salin, Lya Nugrahsari, INL, U.S. Embassy, dan Medan Consulate General Rachma Jaurinata, Econ.

 

Dalam pertemuan tersebut, Laksma Eko Murwanto menyambut baik adanya rencana pelatihan dengan USCG dan pembangunan pusdiklat Bakamla RI di Batam. Hal yang sama terkait capacity building antara kedua pihak telah dibicarakan pada pertemuan sehari sebelumnya (19/3) di Kantor Pusat Bakamla RI di Jakarta pada saat Courtessy Call Rombongan USCG kepada Kepala Bakamla RI LAksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H.

 

Pelatihan mencakup dua hal, yaitu Basic Training untuk ABK KN 1101 dan personel Zona Maritim, serta pelatihan manajerial di US. Rencananya, pelatihan untuk ABK KN 1101 meliputi Basic Safety Training, Basic Navigation, Diving Skill, Basic Boarding Officer, SAR, Damage Control, Basic Boarding Team, Law of The Sea, Basic Radio and Communication, Boatswain Mate ‘A’ (Kebaharian), Small Boat Operation, Health Service Technician, Food Service Specialist. Sedangkan untuk personel zona maritime mencakup pelatihan SAR, Station Management Course, dan Small Boat Operation.

 

Selepas pertemuan di Kantor Zona, seluruh rombongan menuju ke Pelabuhan Sekupang untuk melihat kapal Catamaran yang sedang dalam posisi sandar dan ke Pangkalan Armada Barat di Barelang untuk meninjau kapal KN.Bintang Laut 4801 Bakamla RI. Selain itu juga dilakukan peninjauan ke lokasi Pangkalan yang rencananya akan dijadikan tempat pelatihan small boat operation.

 

Turut serta dalam rombongan Bakamla RI yaitu Kasubdit Perencanaan Latihan S. Joewono, S.E., M.M., Kasubdit Kerma LN Satya Pratama S.Sos., M.Sc., Kabid Operasi Kolonel Laut (P) Eko Wahjono, Ka.pangkalan Armada Kamla Barat Letkol Laut (P) Ardhi Sunaryo.,S.T.,M.M., dan Kasi Kerma Multilateral dan Organisasi Internasional Hudiansyah is Nursal, S.H., M.I.L.I.R. (Mad/Puspen TNI)

Personel Bakamla RI Latihan Pengamanan Informasi dan Sandi

sumbawanews.com,- Sejumlah personel Bakamla RI mengikuti pelatihan Pengamanan Informasi dan Sandi hingga Jumat mendatang. Pembukaan diwakili oleh Kasubdit Dukungan Latihan Kolonel Laut (T) Robby Darwin, S.E., M.M., membacakan kata sambutan Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksma TNI Semi Joni Putra, di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin (19/3).
Kapus Diklat Badan Siber dan Sandi Negara Dra. Retno Artinah Suryandari turut hadir dalam acara pembukaan tersebut bersama Kabid Diklat Teknis dan Fungsional BSSN Letkol CHB Agus Sukoyo selaku Koordinator pelaksanaan pelatihan dari BSSN.
Pelatihan juga didukung oleh nara sumber dari BSSN, dan diikuti 20 personel Bakamla dari berbagai bagian atau direktorat baik kantor pusat Jakarta maupun yang ada di daerah, antara lain dari Pengolahan Basis Data, Verifikasi, Biro Umum, Evaluasi Strategi, Tata Usaha, Penyusunan Rencana dan Anggaran, Monev Litbang, Dokumentasi Data dan Jaringan, Potensi Keselamatan Laut, Perencanaan Kebijakan, Inspektorat, Zona Maritim Barat dan Timur, SPKKL Teluk Mata Ikan, TBK, Bali, Tarakan, Kema, serta ABK KN Ular Laut 4805.
Kasubdit Penyelenggaraan Latihan Kombes Pol Benny Iskandar, S.IK., M.Si selaku ketua panitia mengatakan pelatihan ini diperlukan untuk menyiapkan personel Bakamla RI agar memiliki pola pikir yang teliti dan tajam sehingga dapat bertindak dan menganalisa perkembangan situasi secara akurat dan menjamin keamanan informasi.
Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan Deputi Opslat dalam sambutannya, bahwa terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi dalam keamanan informasi di organisasi manapun, yaitu aspek kerahasiaan (confidentiality), keutuhan data (data integrity), dan ketersediaan (availability). Ada pula aspek tambahan yang harus dipenuhi yaitu otentikasi penyedia/penerima informasi (authentication) serta nir penyangkalan (non repudiation).
Bakamla dalam menghadapi tantangan kedepan dalam konteks penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas sesuai amanat UU 32/2014 tentunya mutlak harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi yang terlatih dengan baik, lanjutnya.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Direktorat Latihan Bakamla RI ini berlangsung selama lima hari dan dilaksanakan dengan metode kegiatan di kelas dan studi lapangan. (Mad/Puspen TNI)

Telisik Lebih Dalam Kajian Komunikasi Strategis di Negeri Paman Sam

sumbawanews.com,- Bagaimanakah cara untuk menciptakan kepercayaan publik? Pertanyaan ini dilontarkan United States Coast Guard (USCG) District 14 (D14) Chief of Staff Capt. Brian Penoyer, sesaat setelah membuka kegiatan Pelatihan Public Affairs Practitioners Workshop yang dilaksanakan di USCG D14, Honolulu, Hawaii, Senin (19/3/2018).

 

Pada dasarnya, kegiatan ini diselenggarakan untuk mewadahi pertukaran informasi dari personel pelaksana fungsi kehumasan antar instansi coast guard, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Selain perwakilan dari Bakamla RI, pelatihan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Philippine Coast Guard, Vietnam Coast Guard, dan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia.

 

Mendapatkan kesempatan emas ini, personel Bakamla RI yang hadir antara lain: Staf Humas Novita Sari Dewi, dan Staf Kerja Sama Multilateral dan Organisasi Internasional Vida Gessy Zerlina, tak ragu untuk melontarkan pertanyaan sebanyak-banyaknya, mengacu pada tantangan kerja kehumasan sehari-hari.

 

Mengingat perbedaan kultur penduduk, letak geografis, iklim, dan beberapa faktor lainnya, akan berbeda pula tantangan instansi coast guard di suatu negara. Hal ini tercermin dalam pengalam-pengalaman yang disampaikan peserta dalam menanggapi permasalahan kehumasan yang timbul di instansinya.

 

Sangat menarik mengetahui bahwa pada dasarnya para pelaku fungsi kehumasan antar perwakilan coast guard yang hadir, memiliki permasalahan dan tantangan yang sama, namun metode dan platform yang digunakan  untuk mendapatkan solusi berbeda-beda. Hasil dari sharing pengalaman ini dapat diterapkan di negara instansi coast guard yang hadir agar dapat diuji coba, demi mendapatkan cara penyelesaian masaah yang terbaik.

 

Pelatihan yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya ini, sangat menggugah atensi dari para pesertanya. Tidak hanya memberikan materi secara satu arah, LCDR Scott Carr yang sehari-harinya bertugas sebagai USCG Public Affairs Officer, sangat lihai membawa suasana pelatihan menjadi menyenangkan. Tidak hanya itu, LCDR Carr berhasil merangsang keingintahuan peserta sehingga kegiatan pelatihan yang aktif dan produktif dapat tercipta.

 

Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari tanggal 19-22 Maret 2018. Tidak hanya tertutup kepada materi mengenai strategi taktis dalam kehumasan, pelatihan juga akan berbagi pengalaman di bidang maksimalisasi data foto dan video untuk mendukung tujuan dari komunikasi strategis, dan juga di bidang penyiaran.

 

Diharapkan Bakamla RI, dengan dukungan dari USCG dan seluruh instansi coast guard dari para peserta, dapat terus memberikan hasil yang terbaik dalam penyebaran informasi kepada publik. Hal ini tidak lain dilakukan semata-mata untuk mendapatkan kepercayaan publik yang kuat. Karena tanpa masyarakat yang mendukung, Bakamla RI tidak akan dapat berkembang dan melakukan tugas dengan maksimal. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Mengamalkan Nilai-Nilai Universal Pancasila

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak mahasiswa dan mahasiswi Indonesia untuk terus menggali dan mengamalkan nilai-nilai universal Pancasila tanpa ada batas dan sekat suku, agama maupun ras. Sebagai bangsa yang besar, hendaknya senantiasa teguh pada tujuan cita-cita bangsa dan negara Indonesia.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memberikan Kuliah Umum di hadapan 800 mahasiswa-mahasiswi  dan Civitas Akademika Universitas  Sebelas Maret,  dengan tema  “Pancasila Sebagai Nilai-Nilai Kedaulatan Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Global Kekinian”,  di Auditorium  Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018).

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila merupakan nilai-nilai dari kedaulatan bangsa Indonesia, dimana sila-sila didalamnya mencerminkan nilai-nilai kedaulatan bangsa Indonesia dalam berketuhanan, berperikemanusiaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, berdemokrasi serta hidup berkeadilan sosial. “Nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 menjadi falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia,” katanya.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan dinamika ancaman global yang terjadi belakangan ini, seringkali menjadi batu sandungan bagi terwujudnya cita-cita luhur bangsa Indonesia.  “Berbagai fenomena yang cenderung mereduksi atau merusak marwah Pancasila sebagai ideologi Negara, kita seharusnya perlu terus untuk mewaspadai dan mengantisipasi,” ujarnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa Pancasila lahir dari kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa yang hakiki.  “Pancasila berisi kebenaran dan pembuktian bahwa hanya dengan  mempedomani dan mengamalkan sila-sila yang didalamnya, eksistensi Indonesia tetap dapat bertahan dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang selalu mendera,” jelasnya.

 

Disisi lain kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi bangsa Indonesia harus mempunyai mimpi yang tinggi, salah satunya untuk dapat menguasai dunia, seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”

 

Untuk itu, para mahasiswa dan mahasiswi harus memiliki karakter, komitmen dan disiplin serta mimpi yang tinggi. “Kuncinya, kalian harus menjadi generasi yang cerdas dan fokus untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa mahasiswa dan mahasiswi UNS harus optimis untuk bisa meraih cita-cita. “Orang yang sukses jangan hanya dilihat dari keberhasilannya, tapi berapa kali dia jatuh dan bangkit kembali. Itu yang disebut dengan komitmen,” ungkapnya.

 

Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pada pesta demokrasi Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019, personel jajaran satuan TNI diberikan Buku Saku Netralitas TNI sebanyak 450.000, untuk pegangan prajurit TNI sebagai pedoman di lapangan.  “Buku saku tersebut berisi aturan-aturan dan larangan yang tidak boleh dilakukan prajurit TNI.  Buku ini sudah saya sahkan. Kalau ada prajurit TNI yang melanggar, akan dikenakan sanksi hukum disiplin militer,” tuturnya.

 

Terkait pencalonan peserta kepala daerah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa anggota tersebut sudah purnawirawan dan menjadi orang sipil, sehingga tidak ada hubungannya dengan institusi TNI. “Apapun yang diperbuat mereka, tidak mengatasnamakan institusi TNI, mereka murni orang sipil. Namun demikian, hubungan silaturahmi tetap dijaga,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pesta Demokrasi

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Dalam rangka pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2018 di 171 daerah (17 Provinsi, 39 Kota, 115 Kabupaten) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden tahun 2019, TNI siap membantu tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam rangka mengamankan dan mensukseskan jalannya pesta demokrasi.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara “Makan Malam Bersama Aparat TNI dan Polri”, yang dihadiri oleh 2.000 personel TNI dan Polri, Taruna dan Taruni AAU serta PNS TNI dan Polri di wilayah Eks Karesidenan Kedu, bertempat di Monumen Pangeran Diponegoro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin malam (19/3/2018).

 

“Malam ini, saya melihat warna warna pelangi di tempat bersejarah. Ternyata warna itu adalah perpaduan warna dari keberagaman TNI AD, AL, AU dan Polri serta PNS yang terlihat solid dan kompak dalam menyongsong berbagai tugas pengabdian,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI mengatakan bahwa tugas pokok TNI dan Polri memiliki perbedaan, namun tujuannya adalah satu yaitu demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Semuanya saling mengisi satu sama lain, demi menjaga keutuhan wilayah NKRI. Semoga apa yang sudah kita bina dan tunjukan pada malam hari ini adalah bagian dari wujud soliditas TNI dan Polri,” ujarnya.

 

“Mari kita sukseskan pesta demokrasi dan ciptakan suasana yang aman serta mendukung Polri dalam pengamanan Pemilukada 2018, Pileg dan Pemilu 2019. Saya yakin dengan soliditas TNI dan Polri, kegiatan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan aman dan lancar,” tutur Panglima TNI.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, TNI dan Polri sudah berkomitmen bahwa Netralitas TNI dan Polri adalah segala-galanya dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.  Apabila ada beberapa senior dari TNI maupun Polri yang mencalonkan diri menjadi peserta kepala daerah maupun Purnawirawan TNI dan Polri, maka sudah tidak ada lagi hubungan dengan institusi TNI dan Polri, namun hubungan silaturahmi tetap dijaga. “Semuanya sudah putus dan itu adalah komitmen dari Panglima TNI dan Kapolri,” tegasnya.

 

Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa tujuan utama acara makan malam bersama aparat TNI dan Polri adalah menunjukkan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini, yaitu soliditas TNI dan Polri.

 

Terkait pesta demokrasi Pemilukada 2018 maupun Pileg dan Pemilu 2019, Panglima TNI menyampaikan bahwa soliditas TNI dan Polri akan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Semoga pesta demokrasi akan berjalan dengan lancar dan aman. TNI siap membantu kepolisian dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi 2018 dan 2019,” katanya. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Wanita di Sumsel Rekrut Pacar Bunuh Pria Pilihan Orang Tua

Sumbawanews.com,- Di Banyuasin, Sumatera Selatan, seorang perempuan berinisial YTU (25) diduga mengajak pacarnya, OR (28), untuk menghabisi nyawa Dwi Ferdiansyah (24), pria yang dijodohkan...

Israel Perluas Pendudukan di Gaza, Hamas Kecam PBB Tak Berdaya

Sumbawanews.com,- Gaza — Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam eskalasi pendudukan Israel di Jalur Gaza, yang kini menunjukkan pola sistematis melalui pergeseran garis pemisah militer...

Gempa M5,2 Guncang Laut Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah laut barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada pukul...

Kejagung Sedang Hitung Kerugian Rp1,1 Triliun di Program MBG

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung masih menghitung pasti besaran kerugian negara akibat dugaan mark up dalam pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai...

Korea Utara Susupkan Agen Siber sebagai Karyawan AS demi Dana Nuklir

Sumbawanews.com,- Kelompok peretas Korea Utara yang dikenal sebagai “Famous Chollima” berhasil menyusup ke jantung perusahaan teknologi Amerika Serikat dengan cara yang tak pernah terbayangkan:...

Berita Utama