Home Blog Page 3102

Kepala Bakamla Terima Kunjungan Kasal Singapura

sumbawanews.com,- Kepala Bakamla Laksdya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan Kasal Singapura RADM Lee Chuen Hong beserta rombongan, di Kantor Pusat Bakamla RI Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

Kedatangan Lee Chuen Hong disertai pula oleh Kadispamal Laksamana Pertama TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M. dan Athan RI Kolonel Laut Sumartono. Adapun anggota rombongan antara lain hd. Naval Intellegence Dept. Colonel Lim Kian Hua Augustine, Administration Staff  Coordinator to the Chief of Navy, RSN, Major Tan Shing Ee dan Staff Officer Mr. Jensen Yan. Sementara itu Kepala Bakamla didampingi Sestama, Deputi Opslat, Deputi Inhuker, Deputi Jakarta, Para Direktur, dan Kepala UPH.

Kedatangan rombongan sowan kepada Kepala Bakamla adalah karena tugas dan fungsi yang diemban Bakamla sesuai dengan misi yang hendak disampaikan yaitu untuk membahas tentang keamanan dan keselamatan laut.

Dalam pertemuan tersebut, Ari Soedewo menyampaikan rencana Bakamla untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas personel melalui latihan bersama dengan Amerika dan Australia di Batam. Oleh karenanya dalam kesempatan tersebut Ari sekaligus mengundang AL Singapura untuk turut serta dalam latihan bersama tersebut. Ditambahkannya pula, bahwa kerja sama dengan Singapura sangat penting karena memudahkan dalam pengamanan kawasan bersama terutama selat Malaka.

Pihak Singapura menyambut positif atas tawaran Kepala Bakamla dan menyatakan akan menindaklanjutinya. (Mad/Puspen TNI)

Tindaklanjuti Desa Maritim Kuala Sambas, Bakamla-Pemkab Sambas Teken MoU dan PKS

sumbawanews.com,- Rombongan tim Bakamla dari Direktorat Kerja Sama menindaklanjuti pembentukan Desa Maritim di Sambas dengan dilakukannya tiga penandatanganan sekaligus, yakni Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Bakamla dengan Pemkab Sambas serta penandatanganan Prasasti Desa Maritim, di Desa Kuala, Kec. Selakau, Kab. Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Selasa (24/7/2018).

Acara diawali dengan sambutan pembukaan oleh Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, LC dilanjutkan pembacaan sambutan Direktur Kerja Sama Bakamla Dade Ruskandar, S.H., M.H. oleh Kepala Biro Umum Bakamla Brigjen TNI Marinir Sandy M. Latief di Kantor Desa Kuala.

Dalam sambutannya Dade mengatakan, pembentukan dan pengembangan desa maritim merupakan salah satu program Bakamla dalam upaya mengoptimalkan tugas pokoknya menjaga keamanan dan keselamatan di laut dengan dukungan dan sinergitas bersama institusi lain termasuk pemerintah daerah serta masyarakat pesisir dan perbatasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan langkah yang tepat untuk menyelaraskan sumber daya masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tidak hanya berhenti sampai pada tahap tersebut, untuk menindaklanjutinya, salah satu bentuk kerja sama yaitu akan digelarnya Diklat Pemberdayaan Masyarakat tentang Standar Keselamatan di Laut bagi masyarakat pesisir Sambas, yang akan dibuka esok Rabu (25/5). Harapan Bakamla, dengan digelarnya diklat tersebut masyarakat menjadi sadar akan pentingnya standar keselamatan di laut dengan mempersiapkan diri baik fisik maupun alat keselamatannya di kapal. Ditambahkan pula oleh Sandy, agar setelah diklat tersebut masyarakat Sambas dapat menjadi jembatan informasi bagi Bakamla terkait keamanan dan keselamatan di laut.

Puluhan peserta Diklatpun turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M. untuk memperkenalkan tentang Bakamla dan potensi keterlibatan masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan keselamatan laut bersama Bakamla.

Usai acara, Kepala Biro Umum bersama Bupati Sambas dan Kasubdit KSDN juga menyempatkan diri untuk meninjau ruko yang hangus terbakar di Pasar Selakau beberapa hari lalu. (Mad/Puspen TNI)

Gerakan “Ayo Inventarisasi BMN 2018” Bakamla RI Sasar Jayapura

sumbawanews.com,- Bakamla RI kembali melanjutkan aksi “Ayo Inventarisasi BMN 2018”. Kali ini pemeriksaan dilakukan di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Jayapura yang berlokasi di Basege, Jayapura Utara, Selasa, (24/7/2018).

 

Kegiatan yang telah berlangsung sejak 22/7 dipimpin oleh Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) Vita Melia, S.T., M.T. Acara diawali dengan pengarahan mengenai pentingnya inventarisasi dan sosialisasi mengenai cara pencatatan aset BMN yang baik dan benar.

 

Lebih lanjut, Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI menyampaikan tentang Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun 2020, dengan harapan setiap perwakilan Bakamla RI di daerah juga ikut serta menyusun perencanaan BMN.

 

Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI mulai mengidentifikasi aset BMN yang sebelumnya merupakan perpindahan aset dari Kemenko Polhukam ke Bakamla RI. Setelah diidentifikasi, BMN tersebut diinput ke dalam aplikasi Simak BMN dan menempelkan stiker barcode.

 

BMN yang diinventarisir berupa peralatan komunikasi Global Maritime Distress Security System (GMDSS), peralatan navigasi satelit Automatic Identification System (AIS), radar, dan beberapa peralatan pendukung kegiatan kantor lainnya.

 

Kegiatan ini juga diawasi langsung oleh Kabag Umum Kantor Kamla Zona Maritim Timur Letkol Laut (KH) Drs. Paseh Mawardi dan Kasubbid Informasi Kantor Kamla Zona Maritim Timur Abdullah Leurima, S.Pi.

 

Selanjutnya, gerakan “Ayo Inventarisasi BMN 2018” Bakamla RI akan mengunjungi Merauke, Tual, dan Ambon. Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI berharap hingga akhir tahun 2018, Bakamla RI sudah dapat menginventarisasi seluruh aset BMN yang dimiliki. Dengan demikian, dapat memperkuat Laporan Keuangan guna opini BPK yang lebih baik di tahun mendatang. (Mad/Puspen TNI)

10 Ribu Prajurit dan PNS TNI Gelar Tari Poco-Poco

(Puspen TNI).  Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar latihan Tari Poco-Poco dengan melibatkan 10 ribu Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI serta istri-istri prajurit, terdiri dari Mabes TNI 1.000 orang, TNI AD 4.000 orang, TNI AL 2.500 orang dan TNI AU 2.500 orang, bertempat di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/7/2018).

 

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat meninjau kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk ikut latihan Tari Poco-Poco dengan penuh semangat dan tertata rapih.

 

“Saya melihat gerakan latihannya sudah cukup bagus dan kompak. Kalian semua akan berpartisipasi dalam pemecahan Guinness World Records Tari Poco-Poco pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pemecahan rekor Guinness World Records Tari Poco-Poco ini, selain mampu meningkatkan harga diri bangsa Indonesia, mampu pula melestarikan, mengembangkan budaya asli Indonesia, serta meningkatkan Industri Pariwisata Indonesia melalui olahraga rekreasi masyarakat.  “Sebagai perwakilan TNI dalam acara tersebut, seluruh peserta harus menampilkan yang terbaik,” tegasnya.

 

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu adalah wakil dari TNI, untuk itu saya mohon agar serius dan konsentrasi dalam melaksanakan latihan karena membawa nama baik bangsa Indonesia, agar dapat memecahkan Guinness World Records sehingga Tari Poco-Poco diakui oleh dunia sebagai milik bangsa Indonesia,” terangnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Umum Latihan Tari Poco-poco untuk TNI Brigjen TNI Sapriadi, S.I.P. mengatakan bahwa latihan Tari Poco-Poco yang dilaksanakan di Mabes TNI merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) bekerja sama dengan Federasi Olahraga Kreasi dan Budaya Indonesia (FOKBI) dalam rangka pemecahan Guinness World Records Tari Poco-Poco.

 

“Tari Poco-Poco 2018 akan diikuti sebanyak 65.000 peserta terdiri dari prajurit TNI, Polri, PNS,  pelajar, mahasiswa dan masyarakat, rencananya akan dilakukan di arena car free day, mulai dari halaman Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Silang Monas, Bundaran Hotel Indonesia, hingga Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin,” kata Brigjen TNI Sapriadi yang sehari-hari menjabat Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI. (Badar/Puspen TNI)

Komandan PMPP TNI Buka Kursus JCET

sumbawanews.com,- Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus diwakili Wakil Komandan PMPP TNI  Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan, S.T., M.Hum., M.Tr. (Han) membuka kursus Joint Combined Exchange Training (JCET) Balance Iron Garuda Canti Darma bertempat di di Auditorium PMPP TNI, Sentul, Bogor, Senin (23/7/2018).

Dalam sambutannya  Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus menyampaikan bahwa pelatihan JCET difokuskan dalam materi Medical Respon, Counter Improvised Explosive Devices (IED), Civil and Military Coordination (CIMIC) and Information Coordinations.

Lebih lanjut Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus mengharapkan para peserta dapat menggali materi yang dilatihkan untuk mencapai standart pasukan perdamaian PBB baik sebagai Kontingen Military Observer (Milobs) maupun Military Staff (Milstaff).

JCET merupakan latihan bilateral yang digagas oleh Indonesia yang diwakili oleh PMPP TNI dan United State Special Operation Command Pacific (US SOCPAC). Latihan diselenggarakan selama 26 hari bertempat di PMPP TNI melibatkan 36 prajurit yang berasal dari  PMPP TNI, Satgas RDB MONUSCO, TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta 12 instruktur dari US SOCPAC dipimpin Captain Daniel Bishop. (Mad/Puspen TNI)

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu USA pernah melakukan perang dingin dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia) yang menyebabkan ketegangan dunia karena adanya perlombaan senjata (arm race), maka perang dagang ini juga dapat memicu ketegangan dunia.

 

Dalam kaca mata saya, China sudah sejak lama menyiapkan kondisi ini. Dulu China yang merupakan negara tirai bambu, sangat menutup diri dengan dunia luar. Namun mereka tidak berpangku tangan, seperti apa kata Sun Tzu, seorang Panglima Perang China yang pernah hidup beberapa abad yang lalu pernah mengatakan bahwa China is a sleeping giant, China itu ibarat raksasa yang sedang tidur. Jika raksasa itu bangun maka akan mengguncang dunia.

 

Posisi China saat ini sudah mulai bangun, bukan menggeliat lagi (wake up) tapi sudah get up. Maka yang terjadi adalah kondisi saat ini. Ekonomi China sudah tumbuh sangat pesat dan menguasai hampir separuh lebih ekonomi dunia. Dimana-mana, diseluruh dunia didominasi oleh produk China. Kita boleh cek di seluruh pusat perbelanjaan dunia pasti diserbu dengan barang-barang buatan China (made in China). Tidak hanya barang jadi (man made) tetapi juga  buah-buahan yang harganya lebih murah dibanding produk lokal.

 

Apalagi dengan strategi One Belt One Road (OBOR), China kembali ingin membangun jalur sutera perdagangannya di seluruh dunia.

 

Mungkin karena sepak terjang China yang tidak terbendung inilah, maka negeri Paman Sam (USA) mendeklarasikan perang dagang dengan China dengan menaikkan bea tarif masuk produk China yang sangat tinggi, dan China pun tidak gentar dengan kebijakan Amerika dan bahkan membalas menaikkan bea tarif masuk produk Amerika yang masuk ke China.

 

Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata seperti pada perang dunia pertama dan kedua.  China telah mengambil langkah yang luar biasa untuk mendominasi dunia. China tidak mau gagal seperti Uni Soviet pada saat perang dingin dengan Amerika Serikat, yang melakukan perlombaan senjata besar-besaran. China lebih memilih untuk menggunakan soft power dalam upayanya untuk menguasai dunia, melalui penguatan ekonomi dan perluasan wilayah perdagangannya.

 

Pihak Amerika sendiri saat ini sudah mengakui bahwa China ingin menggeser Amerika sebagai kekuatan super power baru. Perang dagang USA vs China pasti akan berdampak terhadap kehidupan global, regional dan nasional.

 

Untuk menjawab tantangan itu, maka dibutuhkan panglima-panglima perang dagang yang tangguh dan ahli-ahli ekonomi yang handal dan brilian untuk menghadapi situasi ini.  Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata tetapi dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini termasuk di Indonesia.

 

Lalu sudah siapkah bangsa Indonesia menghadapi kondisi perang dagang ini? Saat ini memang dampak perang dagang USA vs China belum terasa, namun kondisi ini harus terus dicermati dan disikapi dengan seksama sehingga bangsa Indonesia tidak menjadi korban ibarat gajah bertarung melawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah.

 

Salah satu solusi untuk menghadapi kondisi perang dagang ini adalah dengan penguatan ketahanan nasional di bidang pangan. Bangsa Indonesia yang dikaruniai oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berbagai sumber kekayaan alam yang ada di dalam bumi Indonesia khususnya kesuburan tanahnya dan kekayaan lautnya harus dikelola dan diekspoitasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tercipta kemandirian dan ketahanan pangan. Pemerintah Indonesia harus mampu memberdayakan petani dan nelayan kita, untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan ketahanan pangan dan menghindari impor bahan pangan yang justru melemahkan produktivitas dalam negeri.

 

Indonesia yang diibaratkan jamrud di khatulistiwa, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,  sebagaimana syair nyanyian Koes Ploes “tanah kita tanah sorga tongkat kayu dan batu jadi tanaman” harus mampu kita kelola dengan swadaya dan swakelola, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Jangan sampai rakyat kita sengsara dan kelaparan ibarat ayam mati di lumbung padi. Kalau beras masih impor dan bahkan garam masih impor, maka perlu ada evaluasi yang mendalam terhadap upaya pemberdayaan petani kita dan pengelolaan sumber daya alam kita. Dampak sosial akibat perang dagang USA vs  China yang langsung maupun tidak langsung akan kita rasakan nantinya adalah kenaikan harga barang, kelangkaan barang kebutuhan dan bahkan matinya produk ekspor akibat situasi perdagangan global.

 

Oleh karena itu, hanya negara yang memiliki ketahanan nasional di bidang pangan dan kekuatan ekonomilah yang akhirnya mampu menjawab dan menghadapi dampak perang dagang USA vs China.

 

Dan sudah saatnyalah para panglima perang dagang dan ahli ekonomi Indonesia mampu merumuskan langkah dan strategi dalam menghadapi dampak global akibat perang dagang USA vs China sehingga dapat memproteksi rakyat Indonesia dari kesengsaraan dan penderitaan.

 

Moelday, 24 Juli 2018

Alumni Tannas UGM

 

Panglima TNI : TNI dan Media Mitra Strategis

sumbawanews.com,- Acara Halal Bihalal antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) saat ini menjadi sangat strategis karena TNI dan media merupakan mitra strategis, dimana media mampu mengelola menyajikan informasi-informasi yang aktual dan tepat kepada masyarakat tentang TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan para  Pemred Media Massa Nasional (Televisi, Radio, Cetak dan Online) diatas KRI dr. Soeharso 990 pada acara Joy Sailing dan Halal Bihalal dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018, yang berlayar di sekitar Teluk Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, betapa pentingnya sinergitas antara TNI dengan Media Massa untuk melawan informasi hoax di masyarakat.  “TNI dan Media harus jadi kekuatan untuk mengelola berita dengan baik guna menepis berita hoax yang menjadi satu aspek yang merusak pikiran kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini sinergitas antara TNI dengan Polri sudah terbentuk dengan baik, ditambah lagi dengan media massa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, Panglima TNI berharap kepada media massa ikut membantu menyukseskan sejumlah agenda besar bangsa Indonesia seperti pengamanan Asian Games dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IMF dan pada 2019 mendatang juga akan menggelar pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).  “Kita berharap awak media untuk membantu kesuksesan melalui pengelolaan berita sesuai dengan fakta yang ada,” katanya.

“Di era keterbukaan saat ini TNI tidak alergi dengan kritik terkait masih adanya oknum prajurit yang berprilaku kurang baik dan terkait informasi negatif soal prajurit TNI di lapangan. Sudah kita respons dan tindak lanjuti informasi dari masyarakat tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan acara Joy Sailing dan Halal Bihalal tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih  kepada media karena dengan pemberitaan yang ada selama ini, persepsi publik kepada TNI sangat baik, bahkan tingkat kepercayaannya menurut survey 94 persen masyarakat percaya dengan kinerja TNI.

Rute Joy Sailing dimulai dari Dermaga Kolinlamil – Pulau Damar – Pulau Ayer Besar – Dermaga Kolinlamil, dengan tema “Melalui Joy Sailing dan Halal Bihalal Kita Eratkan Kebersamaan TNI-Pemred Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, para pejabat teras Mabes TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, diisi dengan berbagai kegiatan antara lain stand up comedy oleh Cak Lontong, lomba bernyanyi yang diikuti oleh Pemred dan pejabat TNI dengan juri Panglima TNI, ditutup dengan ramah tamah dan hiburan. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Kababinkum TNI Terima Ketua Komnas HAM

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili oleh Kepala Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H. didampingi Oditur Jenderal (Orjen) TNI Brigjen TNI Sumartono, S.H. M.H. dan Kepala Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Kapuslemasmil) Brigjen TNI Djuhendi Sukmajati serta perwakilan Kepala Hukum dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, menerima kunjungan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik yang didampingi Wakil Ketua Internal Komnas HAM Hairansyah, Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga dan Komisioner Komnas HAM Amiruddin, bertempat di Aula Babinkum TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/7/2018). (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Joy Sailing dan Halal Bihalal Panglima TNI Bersama Pemred

(Puspen TNI).  Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. melaksanakan  Joy Sailing (berlayar gembira) dan Halal Bihalal bersama Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Massa Nasional (Televisi, Radio, Cetak dan Online) diatas KRI dr. Soeharso 990. Titik embarkasi di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/7/2018).

Rute pelayaran dimulai dari Dermaga Kolinlamil – Pulau Damar – Pulau Ayer Besar – Dermaga Kolinlamil. Tema Joy Sailing yaitu “Melalui Joy Sailing dan Halal Bihalal Kita Eratkan Kebersamaan TNI-Pemred Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. (Badar/Puspen TNI)

Lima Pati TNI Terima Bintang Dharma

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyematkan Bintang Dharma  kepada lima Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Kepala BNPP Marsdya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos. dan Staf Khusus Panglima TNI Letjen TNI Dodik Widjanarko, S.H., bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/7/2018).

 

Penganugerahan Tanda Kehormatan “Bintang Dharma” tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 203038/TK/2018 tentang penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Dharma sebagai penghargaan atas Dharma Bhakti Anggota TNI yang telah menyumbangkan jasa dan bakti untuk bangsa dan negara melampaui panggilan kewajiban tugas militer dan juga kepada anggota bukan Angkatan Bersenjata sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

 

Pada kesempatan yang sama, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. juga menerima  tanda kehormatan ”Swa Buana Paksa” berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23/TK/2018 tentang penganugrahan Bintang Swa Buana Paksa sebagai penghargaan yang diberikan kepada anggota TNI Angkatan Udara di bidang militer yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara  tanpa merugikan tugas pokok. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Iran-AS Sepakat Damai, Israel Tetap Bertahan di Lebanon

Sumbawanews.com,- Meski Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang membuka jalan bagi penarikan pasukan dari kawasan konflik, Israel menegaskan tidak akan mengosongkan...

Judul: Jutaan Lagu Terpakai untuk Latih AI, Taylor Swift hingga Bad Bunny Ikut

Sumbawanews.com,- Investigasi mendalam oleh The Atlantic mengungkap bahwa jutaan lagu berhak cipta—termasuk karya superstar global seperti Taylor Swift dan Bad Bunny—telah digunakan tanpa izin...

Kyiv Diguncang Serangan Rudal, Asap Tebal Menyelimuti Kota

Sumbawanews.com,- Serangan udara beruntun meluluhlantakkan ibu kota Ukraina, Kyiv, pada dini hari Senin (15/6). Rudal dan drone milik Rusia menghantam sejumlah gedung apartemen di...

Fox Kuasai Roku, Penguasa TV Streaming Dunia

Sumbawanews.com,- Fox Corporation resmi mengakuisisi Roku senilai $22 miliar dalam kesepakatan yang akan mengubah peta kekuasaan industri streaming global. Dengan basis pengguna lebih dari...

TCL A65K Soundbar: Kompak, Cerdas, dan Harga Terjangkau

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya soundbar berukuran besar dan harga selangit, TCL A65K hadir sebagai solusi cerdas bagi penghuni apartemen atau ruang terbatas yang tetap...

Berita Utama