(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., menerima audiensi dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang dipimpin oleh Edi Sukmoro (Direktur Utama), bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT. KAI
didampingi oleh Ono Sutikno (Executive
Vice President Legal), M. Nurul Fadhila (Direktur Keselamatan dan
Keamanan), I Ketut Suardana, S.H. (Deputy
Director of Security) dan Zuhril Alim (Corporate
Deputy Director of Non Railway Asset).
Dalam audiensinya, Dirut PT. KAI (Persero) Edi Sukmoro mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto atas kerja sama dan bantuannya selama ini kepada PT. KAI yang merupakan transportasi terjangkau oleh masyarakat banyak. “Banyak hal yang dirasakan manfaatnya, karena dibantu oleh TNI”, ungkapnya.
“PT. KAI (Persero) berharap kerja sama yang sudah terjalin selama ini semakin
ditingkatkan, baik di
bidang keamanan dan lain-lain”, ujarnya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan
terima kasih kepada PT. KAI atas kepercayaannya kepada institusi TNI. “Kita akan tetap
mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PT. KAI”, katanya.
“PT. KAI (Persero) juga telah banyak membantu prajurit-prajurit saya, baik ketika waktu sekolah maupun dalam pelaksanaan penugasan karena menggunakan jasa kereta api,” ucapnya. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI. Jumat, 8 Maret 2019). Forum ACDFM ke-16 dapat meningkatkan kerja sama dan memperkuat kemitraan strategis dengan dilandasi solidaritas ASEAN dalam rangka membangun kawasan ASEAN yang aman, damai, tenteram, dan sejahtera.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi
Tjahjanto, S.I.P., dalam makalahnya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI
Letjen TNI Joni Supriyanto dihadapan para Panglima Angkatan Bersenjata Wilayah
ASEAN pada Forum ke-16 ASEAN Chiefs of
Defense Forces Meeting (ACDFM) tahun 2019, di Royal Cliff Hotel,
Pattaya, Thailand, Kamis (7/3/2019).
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan ucapan selamat kepada Jenderal Ponpipaat Benyasri atas pelantikannya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Kerajaan Thailand beberapa waktu yang lalu.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI
menyampaikan bahwa dalam forum ACDFM ke-16 yang memiliki tema “Sustainable Security”, TNI
menitikberatkan kepada penanganan penanggulangan bencana alam karena isu
bencana alam merupakan tantangan global yang tentunya memperoleh perhatian
khusus oleh para Pemimpin negara-negara di ASEAN.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Asia Tenggara merupakan suatu kawasan rawan bencana yang disebabkan oleh kondisi geografis dan geologi serta perubahan iklim dunia yang mempengaruhi iklim setiap negara. “Bencana alam telah mengakibatkan kerugian yang berdampak terhadap peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara”, ujarnya.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa
penanganan bencana alam telah menjadi topik penting dan dapat dijadikan
momentum bagi upaya pembangunan masyarakat ASEAN yang saling peduli serta
berbagi. “Topik yang diangkat dalam isu bencana
alam ini terkait dengan upaya kesiap-siagaan, tanggap darurat sampai pemulihan
bencana”, ucapnya.
Panglima TNI mengungkapkan bahwa kerja sama penanganan bencana alam dalam
kerangka ASEAN bertujuan untuk saling memperkuat kerja sama regional yang telah terjalin sejak lama. “Kerja sama tersebut diperlukan guna
meningkatkan kedamaian, stabilitas, kemajuan regional serta untuk saling
memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya
tertimpa bencana”, ujarnya.
Selanjutnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa
merujuk kepada kesepakatan pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) mengenai
pembentukkan standby force guna
penanganan bencana alam, maka sebagai bagian dari masyarakat ASEAN, Indonesia
mendukung pembentukan standby force oleh
setiap negara anggota ASEAN.
“Apabila terjadi bencana besar di negara anggota ASEAN
dan jika diperlukan, maka satuan-satuan standby
force tersebut dapat secara bersama melaksanakan penanggulangan bencana
serta bantuan kemanusiaan di negara manapun”, tambah Panglima TNI.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa interaksi
regional terpadu dapat memberikan kekuatan baru dalam mengendalikan wilayah
secara baik dan akan berfungsi sebagai suatu platform dalam menemukan upaya
serta solusi melalui berbagai bentuk kerja sama, baik bilateral maupun multilateral.
Sebelumnya, Pangab
Kerajaan Thailand Jenderal Ponpipaat Benyasri selaku Ketua Sidang ACDMF ke-16
dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Sidang ACDFM ke-16 mengambil tema “Sustainable Security” dikarenakan
pentingnya untuk membangun kepercayaan antar negara ASEAN serta mempromosikan
kerja sama untuk menghadapi dan mengatasi tantangan yang ada.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan, kita dapat saling
membantu untuk membangun kapasitas, membawa perdamaian, keamanan, dan
kemakmuran di wilayah ASEAN”, ujar Ketua Sidang ACDMF ke-16.
Kegiatan Sidang ACDFM ke-16 diakhiri dengan penandatanganan joint statement pada ACDFM ke-16 dan serah terima Keketuaan Sidang ACDFM ke-17 kepada Vietnam. (Badar/Puspen TNI)
Feeling sexually deprived in marriage is not unusual. Looking for a loan urgently? Would you prefer to settle your bills and buy property Funding mortgage Constructing loan? I can assure you 24 hours loan asian brides are a world class Funding firm offering all kinds of monetary services with versatile repayment phrases and a timely closing schedule.Contact us via e-mail andyjameslending@ for detailed info.
Thoughts On Necessary Criteria In asian mail order wife
It is God’s intention that an excellent marriage not be a result of extremely biblical marriage counseling or prime-notch coaching. I believe I’ve provided right here solid, sensible assist for a man in crisis, but it might only be a Bandaid if that guy does not see that an important relationship he has is with Christ. Our Lord cares about your marriage, but He cares extra about you and your relationship with Him. He intends that you asian brides simply walk totally dedicated to Him, like all these He calls. Walking in full submission to God, offered out to Him, you will see the grace and power to be the husband God calls you to be. A very good marriage is a natural results of strolling intently to the Lord – not of learning the methods of communication and love.
When the mud settles and your life gets again to normal after divorce , you can see your self single and, ultimately, likely having ideas about dating. It’s possible asian brides you’ll miss the companionship that a companion gives, and everyone knows that developing a brand new relationship means you will have to start out dating.
It’s best to have no less than 3 extra photos in your lineup. Now’s the time to point out her that you just like mail order asain brides to hike, do yoga, and whitewater kayak. Choose photographs that intrigue her, and make her wish to know more about you. Time so that you can use what you’ve got realized and make it occur.
It’s possible for people of opposite genders to be friends for sure. In truth I’ve an example of a “good resolution” too. Another good friend, whom I have been associates asian mail order bride with for over 10 years now, initially wanted more too, however he instructed me about it immediately, came upon what my emotions had been and accepted my want with none blaming or name calling.
Cougars have extra spending cash than many younger ladies, and which means they’ll choose up the tab now and again. Men admire this immensely. Even when it is a small meal, begin picking up the tab extra often to point out him that you’re prepared to tug your personal weight in a relationship. Men get confused over the concept asian women for marriage of having a girlfriend that they cannot afford. As an alternative, let him know from the beginning that you have an equal standing within the relationship and that means you might be willing to take him out for dinner every on occasion and treat him like a prince. Hell, buying him a bouquet of roses might just send him head over heels for you.
Explaining Rapid Advice For asian brides
Convenient Secrets For asian mail order wife Around The Usa
When you’re unpredictable, you might be setting yourself up for achievement within the flirting department. You see, one of many biggest errors a person could asian mail order brides make is being ever boring predictable. So if you’re texting a woman you happen to have eyes for and also you’re speaking concerning the climate or asking her how her day goes, you will lose.
However even in the event you’re not necessarily searching for the moon and the stars, unrealistic expectations can still sabotage your search. One thing people rarely stop to consider when they’re putting their record of what I would like in a girl” collectively is whether or not or not these qualities are suitable asian mail order bride with their own lives… or whether they’re even internally contradictory. After all, if you happen to’re in search of someone who’s ambitious, pushed, career oriented and free-spirited and spontaneous and has loads of time to date, you’re going to be on the lookout for a long, long time.
When the person in your life seems like you do not understand him or will not even try to understand him, he goes out in search of someone who does. It does NOT make it right, however this is reality. The same cause applies to girls who instantly asian wife gravitate in the direction of a person who provides them attention, makes them really feel excited and inserts some spice” into their each day life, although they’re happily married.
I learned that of the a hundred and fifty girls who sat for the highschool exam at Formin’s school in March 2017, she was among solely four who passed. Almost asian brides everyone who knew her growing up spoke of Formin’s determination and her talent for English. Math, they mentioned, had been a challenge.
I love this query as a result of it will get to the heart of who an individual is or a minimum of how they see themselves. You can see what truly mail order asian brides interests her versus what particular person she needs she could possibly be. This one might even give you a glimpse into the direction she needs to take her life in.
Jakarta, 6 Maret 2019 (Humas Bakamla RI)— Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq. R., bertemu dengan Menteri PPN/Bappenas Prof. Dr. Bambang P.S. Brojonegoro di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta Pusat, Rabu (6/3/19).
Turut mendampingi dalam pertemuan
tersebut yaitu Plt. Sestama Bakamla Laksma Bakamla Eko Jokowiyono, S.E., M.Si.,
Sesmen PPN/Sestama Bappenas Dr. Ir. Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf, M.Sc., Deputi
Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas Ir. Slamet Soedarsono,
Kabag Perencanaan Bakamla Kolonel Bakamla Agus Supriadi, S.E. dan Kasubbag TU
Kepala Letkol Bakamla Ridwansyah.
Pada kesempatan tersebut Laksdya Taufiq melaporkan tentang hasil kunjungan kenegaraan yang telah dilakukannya selaku Kepala Bakamla, yakni adanya pengakuan dari setiap negara kawasan yang dikunjungi, tentang fungsi Coast Guard Indonesia yang diemban oleh Bakamla.
Disampaikannya pula, “tugas Bakamla
sudah barang tentu tidak ringan lagi karena sudah mengemban tugas sebagai
Indonesian Coast Guard dan apa yang menjadi perintah Presiden untuk
mengembangkan Bakamla saat ini sudah saya laksanakan”, ujar Taufiq dihadapan
Menteri PPN/Bappenas.
Lebih lanjut dijelaskannya pula, bahwa situasi Bakamla selama empat bulan Laksdya Taufiq menjabat sebagai Kepala Bakamla sudah ada suatu perbaikan dan perkembangan. Oleh karena adanya keterbatasan Bakamla dalam hal anggaran, maka pengajuan anggaran tahun 2020 akan disesuaikan dengan kebutuhan Bakamla sebagai Coast Guard yang mengemban tugas sebagai penjaga keselamatan laut (maritime safety), penjaga keamanan laut (maritime security), dan fungsi sebagai Komponen Cadangan (Komcad) pertahanan dalam aspek maritim (maritime defence). (Bdr)
Batam, 6 Maret 2019 (Humas Bakamla RI) —- Dalam rangka pemantapan sebelum melakukan latihan basah, sesuai dengan program Pelatihan Small Boat Operations (SBO), personel Bakamla diajak untuk mendalami pengetahuan dasar terkait teknik dan keamanan barlayar.
Pelatihan yang diadakan oleh
International Trainings Division United States Coast Guard (USCG) yang
tergabung dalam Mobile Training Team (MTT), telah berlangsung selama tiga hari,
di Ruang Kelas KN. Tanjung Datu, Batam, Rabu (6/3/2019).
Materi yang diberikan hari ini adalah teknik tali temali, pengetahuan dasar tentang bertahan hidup dan peralatan yang dibutuhkan, peraturan navigasi, dan cara menanggulangi kerusakan pada mesin kapal.
Seluruh peserta menunjukkan
antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan. Hal ini dibuktikan dengan
semangat yang ditunjukkan saat membuat simpul tali temali. Bahkan peserta
berkelompok untuk melihat dan memcoba membuat simpul tali dengan benar, sesuai
dengan arahan pelatih.
Tidak hanya itu, pertanyaan-pertanyaan kritis juga banyak dilontarkan saat pelatihan berlangsung. Mengingat materi sangat menarik, dan penting untuk diketahui setiap anak buah kapal (ABK). Pengetahuan ini dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dari situasi bahaya. Tidak hanya sesama rekan ABK, terapi juga korban yang mungkin ditemui di laut. (Bdr)
(Puspen TNI). Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mendukung dan membantu Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dalam melaksanakan tugasnya demi kepentingan dan kelancaran Pemilu Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019.
Hal
tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. usai menerima
audiensi Bawaslu RI terkait pelaksanaan pengawasan Pemilu Pilpres dan Pileg tahun
2019 yang dipimpin oleh Abhan S.H., M.H. sebagai Ketua Bawaslu RI, bertempat di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka
Barat No. 2, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).
Pada
kesempatan tersebut, Panglima TNI didampingi oleh Asisten Teritorial (Aster)
Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos dan Wakil
Asisten Intelijen (Waasintel) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) R. Widad. P.
Ajie, M.B.A.
Panglima TNI mengungkapkan bahwa sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab TNI dalam menjaga keselamatan bangsa dan negara. “TNI tetap komitmen dan menjunjung tinggi netralitas, hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi karena netralitas TNI adalah harga mati”, tegasnya.
“Sebagai
Panglima TNI saya mempunyai kewajiban mengamankan Pemilu Pilpres dan Pileg tahun
2019. TNI selalu siap membantu, kalau itu untuk kepentingan dan
keselamatan bangsa,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI Abhan yang didampingi oleh Fritz Edward Siregar (Anggota),
Labyoni (Kepala Biro Teknis Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu) dan Ali Imron (Kasubag
Kerja Sama Antar Lembaga) dalam audiensinya menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta jajarannya atas komitmen TNI yang
menjunjung tinggi netralitas TNI.
Abhan juga menyampaikan
kepada Panglima TNI bahwa jajaran Bawaslu RI akan banyak berkoordinasi dengan
aparat TNI, khususnya yang berada di wilayah-wilayah rawan dan terpencil serta
sulit terjangkau, seperti di Papua.
“Bawaslu sangat membutuhkan dukungan bantuan transportasi termasuk pengamanan dan keamanan dalam menghadapi berbagai dinamika dan situasi pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2019”, ucapnya. (Badar/Puspen TNI)
Jakarta, 6 Maret 2019 (Humas Bakamla RI)— Kaum wanita harus tangguh dalam menghadapi bencana dan menjaga keselamatan keluarga, hal itu dikatakan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakamla Ina Taufiq R. dalam laporannya sebagai ketua panitia di acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) DWP dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPP) di gedung Graha Marinir Jl. Prapatan No. 38, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/19).
Tujuan penandatangan Nota
Kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan hubungan baik antar kelembagaan dalam
kegiatan penanggulangan bencana. Adapun ruang lingkupnya terdiri dari tiga
tahap yaitu prabencana, saat bencana dan pascabencana.
Ketua DWP Pusat Wien Ritola Tasmaya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bakamla Laksdya A. Taufiq. R., yang telah memfasilitasi kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman ini dengan sangat baik dan luar biasa. Nota Kesepahaman antara DWP dengan BNPP ini menjadi acuan dan kekuatan kaum perempuan yang ikut berperan dalam menyelesaikan masalah bangsa dalam merespon masalah bencana. “Kaum perempuan memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana dan sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan dan wawasan tentang bencana di daerah rawan bencana”, ungkap Ritola.
“Ingat tanggal 26 April hari
kesiapsiagaan bencana, perempuan menjadi guru siaga bencana, rumah
menjadi sekolahnya, kita semua selamat”, kata Ritola menutup sambutannya.
Kegiatan dihadiri oleh DWP dari
lembaga-lembaga pemerintah antara lain Kemenkopolhukam, Kemenkumham, Kemenkes,
Kemensos, Kemen Pertanian, BNPB, Wantanas, BKN, Arsip Nasional, LPP TVRI, dan
Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah peserta hingga 275 orang.
Adapun Pejabat pendamping DWP Bakamla yang turut hadir yaitu Kepala Biro Umum Bakamla Laksma Bakamla Sandy M. Latief dan Perwira Pendamping DWP Bakamla Letkol Bakamla Didin Wahyudin. (Bdr)
(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi oleh Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P. menerima kunjungan dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, terdiri dari H. Yaqut Cholil Qoumas (Ketua Umum), Abdul Rochman (Sekjen), H. Alfa Isnaeni (Kepala Satkornas Banser) dan Wibowo Prasetyo (Koordinator Kominfo), bertempat di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019). (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Satuan penegak hukum TNI memiliki komitmen untuk memperkuat soliditas dan mampu bersinergi. Begitu juga dengan sumber daya manusia, aparat penegak hukum dituntut untuk profesional, solid dan berintegritas terhadap tugasnya.
Demikian amanat tertulis Kepala Staf Umum (Kasum) TNI,
Letjen TNI Joni Supriyanto yang dibacakan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum)
TNI, Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H., pada saat membuka Rapat Koordinasi
Teknis Hukum (Rakorniskum) TNI Tahun 2019 yang diikuti 145 peserta, bertempat
di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).
“Dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis
yang begitu cepat dan dinamis telah dapat diantisipasi oleh TNI dengan
mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern dan
tangguh”, katanya.
Menurut Letjen TNI Joni Supriyanto, khusus bidang hukum, satuan penegak hukum di lingkungan TNI harus cepat menyesuaikan diri, membangun satuan dan aparat penegak hukum dengan kualifikasi sumber daya manusia berbasis kompetensi, untuk mencapai standar prajurit yang profesional, berjiwa satria, militan dan loyal.
Kasum TNI juga mengatakan bahwa dalam mengatasi
permasalahan hukum dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat dan bermanfaat
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Menurutnya, hal ini sangat sesuai
dengan tema Rakorniskum yang diangkat “Dilandasi
Profesionalisme dan Sinergitas, Babinkum TNI beserta Komunitas Hukum TNI, Siap
Melaksanakan Tugas Pokok TNI”.
Lebih lanjut dikatakan bahwa langkah-langkah solusi yang
diambil dapat segera diwujudkan piranti-piranti lunak yang mampu menjadi
kekuatan payung hukum bagi TNI terhadap penanganan penyelesaian permasalahan.
“Kompleksitas permasalahan yang ada saat ini, telah
berkembang cepat dan membutuhkan metode atau pola penanganan tertentu, namun
tetap berprinsip sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa
mengabaikan kepentingan militer guna mendukung tugas pokok TNI”, ujarnya.
Kasum TNI mengingatkan pula bahwa dalam kerangka integrated criminal justice system, agar semakin ditingkatkan upaya-upaya nyata untuk mewujudkan peradilan yang jujur, benar, dan adil. “Menjaga independensi dalam tercapainya pemberian bantuan hukum dan dukungan hukum serta percepatan proses penyelesaian perkara di lingkungan TNI secara cepat dan tepat”, katanya. (Badar/Puspen TNI)
Lombok, Sumbawanews.com. – Wajahnya terlihat seperti orang tua, padahal usianya masih sangat belia, 9 tahun. Badannya sangat kurus, nyaris seluruh tulang belulang di tubuhnya tampak menonjol. Kulit yang menempel, bak pembungkus tulang. Lekukan tulang iga, tulang punggung, dengkul, hingga tulang kakinya terlihat jelas. Tubuhnya rapuh, layu , lunglai tak berdaya. Jangankan untuk berdiri, duduk saja Raudatul Jannah ini tak mampu.
Jannah, sapaan bocah yatim piatu ini menderita Marasmus Kwashiorkor, penyakit malnutrisi. Berat badannya sulit untuk naik, hanya 4 kilogram. Selama ini bocah tak berdaya ini dirawat oleh kerabatnya di Kampung Tanaq Betian Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur-NTB.
Ketua Aliansi Pemberdayaan Perempuan Sumbawa Barat (AP2SB) Yuni Bourhany mengungkapkan, kasus tersebut terungkap setelah LSM di Lombok Timur menemukan dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan setempat. “Hari ini baru dilakukan pendampingan signifikan. Pemerintah mulai turun tangan membawa anak ini ke RS,” kata dia.
Kondisi Jannah
Sebelum Jannah ditemukan oleh LSM, keluarganya pernah membawa dia ke Rumah Sakit, tapi karena tidak ada perubahan signifikan, Jannah dibawa pulang ke rumah. Yuni menilai sikap pemerintah yang tidak proaktif terkait masalah-masalah kesehatan masyarakat. Mereka bertindak setelah ada laporan. Padahal, tindakan pencegahan seharusnya juga dilakukan
“Upaya pencegahannya kurang maksimal. Padahal, di saat Indonesia sudah merdeka, tidak lagi rawan pangan, miris kasus Marasmus masih terjadi di sekitar kita,” kata Yuni saat dihubungi via handphone.
Yuni mengaku kecewa dengan upaya pemerintah yang tidak greget menyikapi masalah gizi buruk dan Marasmus. Hal itu dirasakan saat ia mendampingi seorang balita usia satu tahun dengan berat badan hanya berat 5,2 kg, di Sumbawa Barat, Dinas Kesehatan setempat hanya memberikan satu kaleng susu selama beberapa bulan kepada anak tersebut.
“Nggak masuk akal kan, naikin berat badan dengan satu kaleng susu untuk beberapa bulan. Kesadaran untuk mendampingi dengan tulus tidak ada,” ucap Yuni.
Data Dinas Kesehatan NTB, kasus stunting mencapai 37,2 persen pada 2017 lalu. Dengan kasus sebanyak ini, termasuk katagori buruk. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, kasus stunting paling banyak ditemukan di Kabupaten Sumbawa mencapai 41,8 persen.
Disusul Lombok Tengah dengan jumlah 39,1 persen, Dompu 38,3 persen, Lombok Utara dan Kota Mataram masing-masing 37,6 persen dan 37,5 persen. Selanjutnya, Bima 36,7 persen, Kota Bima 36,3 persen, Lombok Barat 36,1 persen, Lombok Timur dan Sumbawa Barat masing-masing 35,1 persen dan 32,6 persen.
Pemerintah berupaya menurunkan angka gizi buruk. Namun wilayah-wilayah yang menjadi kantong kemiskinan perlu diwaspadai. Sebab di wilayah miskin inilah gizi buruk dan marasmus kwarshiorkor mengancam anak-anak kita.
(Enisa)
Sumbawanews.com,- Meski resmi diumumkan, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah berjalan di atas fondasi yang rapuh. Kesepakatan yang dicapai setelah eskalasi kekerasan menewaskan 47...
Sumbawanews.com,- Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa sebanyak 7,75 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) telah didistribusikan kepada masyarakat selama periode 2023 hingga 2025,...
Sumbawanews.com,- Seorang juru parkir di kawasan Gunung Putri, Bogor, menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang tak dikenal setelah menolak permintaan uang sebesar Rp50 ribu...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Perdebatan sengit kembali memanas di ranah politik nasional setelah Partai Golkar dan PDIP saling lempar tuduhan terkait sikap terhadap kekuasaan. Dalam...