sumbawanews.com,- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto didampingi Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus pada saat mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan jumpa Pers dalam rangka konferensi internasional antara TNI dan ICRC bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/6/2019).
Indonesia akan mengirimkan lebih banyak wanita TNI dalam misi pemelihara perdamaian PBB. Pengerahan personel Wanita TNI untuk lebih menarik simpati dan menampung aspirasi dari masyarakat di daerah penugasan dalam mencari solusi serta diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Penyelenggaraan konferensi internasional antara TNI dan International Committee of Red Cross (ICRC) kantor perwakilan Indonesia-Timor Leste lahir dari keinginan bersama TNI dengan ICRC untuk menyamakan visi, persepsi dan konsepsional tentang peacekeeping operation, serta menggalang kerjasama regional dan global untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil dan personel medis dalam konflik bersenjata serta penugasan prajurit wanita dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto pada saat pelaksanaan hari pertama kegiatan Penyelenggaraan konferensi internasional antara TNI dan ICRC bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/6/2019).
Menurut Panglima TNI konferensi internasional antara TNI dan ICRC dapat menjadi wadah untuk bertukar pengalaman, berdiskusi dan membahas beberapa permasalahan krusial yang selalu menjadi perhatian masyarakat internasional seperti Peacekeeping Operation, Protection of Civilian and Medical Personel in Armed Conflict serta Roles of Women in Peacekeeping Operation.
“Saya bersyukur dan berterimakasih atas partisipasi dan dedikasi dari 28 Negara dan 2 Organisasi Regional yang telah mengirim delegasinya untuk hadir dan mengikuti International Conference, hal ini sebagai bukti bahwa kita semua adalah bagian dari masyarakat internasional yang mencintai perdamaian dan kemanusiaan”, ujar Panglima TNI.
Pada konferensi tersebut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menuturkan bahwa perkembangan lingkungan strategis saat ini sangat dinamis dan hal ini juga di picu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini sudah berada pada era revolusi industri 4.0., kondisi ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap teknologi persenjataan serta model atau trend peperangan.
“Hari ini kita sudah meninggalkan model peperangan tradisional (Traditional Warfare) maupun peperangan konvensional (Conventional Warfare). dunia memasuki era baru dengan model peperangan moderen (Modern Warfare) atau lebih dikenal dengan peperangan generasi kelima (Fifth Generation Warfare)”, ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi internasional yang mengangkat tema “Preparing Modern Armed Forces for Peacekeeping Operations in the 21ˢͭ Century” atau mempersiapkan angkatan bersenjata moderen untuk operasi pemeliharaan perdamaian di abad ke-21 tersebut diperlukan kesamaan visi dan persepsi dalam melaksanakan peacekeeping operation khususnya hal-hal yang berkaitan dengan protection of civilian and medical personel in armed conflict.
“Hal ini merupakan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1674 tahun 2006 tentang Protection of Civilian in Armed Conflict dan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2286 tahun 2016 tentang Condemning Attacks on Healthcare in Armed Conflict. Demikian juga dengan pelibatan wanita dalam misi perdamaian (women in peacekeeping operation) yang sampai saat ini masih jauh dari harapan”, pungkas Panglima TNI.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Alexandre Faite selaku ICRC Head of the Regional Delegation (HORD) untuk Indonesia dan Timor Leste dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada konferensi internasional antara TNI dan ICRC diselenggarakan untuk membahas bagaimana mempersiapkan Angkatan Bersenjata modern dalam operasi pemeliharaan perdamaian di era modern ini dengan semua tantangannya, mulai dari perlindungan warga sipil, perempuan dalam konflik bersenjata, hingga perlindungan tenaga medis. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Prof H.M. Tito Karnavian, Ph.D., menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019, yang bertemakan “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”, bertempat di The Opus Grand Ballroom at the Tribrata, Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).
Peringatan HANI tahun 2019 lebih mengutamakan pada pendekatan generasi muda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan Narkoba. World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi Narkoba.
Di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) selaku focal point dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), pada tahun 2017 menjerat 3.376.115 orang dengan rentang usia 10-59 tahun. Sementara di tahun 2018, jumlah remaja pengguna Narkoba di 13 Ibukota Provinsi mencapai 2.29 juta orang atau 3,2 %.
Selanjutnya Panglima TNI bersama Kapolri, Menkumham Yasonna H. Laoly, Kepala BNN Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H., dan Ketua Umum HANI, mendampingi Wapres RI Dr. Jusuf Kalla untuk meresmikan Stop Narkoba dan pembukaan Dialog Nasional Penyelesaian Masalah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dengan ditandai menekan tombol sirine. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Di hari ke-3 kegiatan South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) Technical Expert Workshop (TEW), para peserta dari enam negara memasuki topik inti megenai pengambilan keputusan atau pandangan taktis dalam menangani tindak penyebaran narkoba melalui jalur laut, dan perikanan, di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/6/19). Materi mengenai tindak penyebaran narkoba di bawakan oleh United States Coast Guard Pacific Area (USCG PACAREA) Lt. Mozolic, yang juga didampingi oleh ME3 Greene. Materi yang dibawakan bertajuk ‘At-sea Law Enforcement Activity-Drug’, dan berisikan aktivitas dan tren yang digunakan oleh para pelaku penyebaran narkoba. Selain itu, kegiatan pencarian dan penanganan, serta prosedur yang aman dalam melaksanakan boarding juga disampaikan. Sesi paparan ini mendapatkan antusias yang tinggi oleh para peserta. Tak ayal, para peserta saling bergantian berbagi pengalaman mengenai prosedur yang di gunakan saat melaksnakan boarding procedure. Materi mengenai pertimbangan taktis dalam perikanan, dibawakan oleh Pacific Regional Fisheries Training Center BM1 Devin Green. Paparan yang disampaikan terkait cara melaksanakan pre-patrol and boarding, vessel and species ID, boarding and inspection, serta post-boarding. Peserta juga mendengarkan penjelasan dari USCG Maritime Intelligence Fusion Center Pacific (MIFC-PAC) CDR David Yadric. Materi yang disampaikan bertajuk ‘IUU Fishing and Transnational Crime’. Narasumber dari Interpol Thomas Hlavac, menyampaikan materi mengenai ‘Trend in Global Fisheries Enforcement’. Keingintahuan peserta terus berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepada pembicara atau ke sesama peserta, sehingga diskusi produktif kerap kali terjadi. Plh. Direktur Kerja Sama Bakamla Kolonel Bakamla Salim misalnya, yang memberikan pertanyaan tentang adanya peraturan internasional yang dapat membatasi penyebaran Kapal Ikan Tiongkok yang dikawal oleh coast guard mereka. Kolonel Salim juga menekankan akan pentingnya kerja sama antara Interpol dengan Bakamla dalam penanganan kapal ikan yang digunakan sebagai alat untuk melakukan kegiatan penyelundupan, dan penyebaran narkoba.
sumbawanews.com,- Dalam rangka pembinaan bertingkat berkelanjutan, Inspektorat Bakamla Laksanakan audit internal di wilayah Zona Kamla Timur, Ambon, Rabu (26/6/2019). Pembinaan dilakukan oleh Inspektur Bakamla Laksma Bakamla Drs. Sarono, M.H., didampingi oleh Kepala Kantor Zona Kamla Timur Laksma Bakamla Vetty V. Salakay, S.H., M.Si. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Kantor Zona Kamla Timur dan dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang, Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, Awak Kapal KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405 serta beberapa staf yang berdinas di wilayah Ambon. Audit dilaksanakan melalui pemeriksaan dan pengawasan internal terhadap program sumber daya dan keuangan di Kantor Zona Kamla Timur, SPKKL Ambon, Pangkalan Armada Ambon dan SPKKL Tual dari 24-28 Juni 2019. “Audit yang dilaksanakan oleh Inspektorat ini adalah sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan,” Ujar Laksma Sarono. Dikesempatan tersebut Laksma Sarono juga menyampaikan sosialisasi terkait Gratifikasi, Pengaduan Masyarakat, Whistle Blowing System, Penanganan Benturan Kepentingan, APIP dan LHKASN. Menanggapi pelaksanaan audit oleh Inspektorat Bakamla, Laksma Vetty mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan auditnya dan diharapkan hasil yang didapat memacu kinerja Zona Kamla Timur menjadi lebih baik lagi.
sumbawanews.com,- Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Tual Bakamla menunjukkan kemampuan surveillance system yang dimiliki, saat mendapat kunjungan jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, di Kantor SPKKL Tual, kemarin (25/6/2019). Kepala SPKKL Tual Mayor Bakamla Rizal Ufer Suat, S.Pi. menerima langsung kedatangan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Andi Setyawan, A.Md., IM, M.P.A. ini usai aktivitas rutin olahraga bersama setiap Selasa pagi. Turut serta dalam kunjungan itu yaitu Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimgirasian Ari Wibowo, Kasubsi Ijin Tinggal Keimgirasian Abdul Malik Djaenadi, dan staf seksi Teknologi Informasi Keimgirasian Gerald Candra Tuhuteru. Andi Setyawan mengatakan, kunjungan ini dilakukan dalam rangka bersilaturahmi sekaligus meningkatkan sinergitas antara kedua instansi dalam melaksanakan pelayanan tugas kepada masyarakat. Menanggapi hal itu, Rizal Ufer menjelaskan tentang tugas dan fungsi SPKKL Tual sebagai stasiun pemantau keamanan dan keselamatan laut diperairan Tual dan sekitarnya yang dibantu dengan alat pemantau. Merekapun melihat secara langsung cara kerja Dasboard Automatic Identfication System (AIS) yang diperagakan oleh Lettu Bakamla Helwan Andriansyah, S.Psi. Sistem ini, kata Rizal, menggunakan citra satelit yang befungsi untuk memonitor seluruh pergerakan kapal di wilayah kerja SPKKL Tual. Dijelaskannya bahwa wilayah kerja SPKKL Tual meliputi Kepulauan Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, dan Kota Tual. Diakhir pertemuan itu, Kepala Imigrasi mengatakan kedepannya bermaksud memperkuat hubungan kedua instansi dalam tugas dan pelayanan dengan melakukan patroli bersama untuk menertibkan kapal-kapal asing yang terpantau pada wilayah kerja kedua instansi.
sumbawanews.com,- Guna menempa kemampuan Special Response Team (SRT) Bakamla, sebanyak 7 personel Bakamla melaksanakan latihan rutin Visit Board Search and Seizure (VBSS) dan penanganan tersangka di Markas Besar Bakamla, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). “Tujuan dari latihan ini adalah untuk pematangan teknik Visit Board Search and Seizure (VBSS) yang dimiliki SRT Bakamla dalam melaksanakan tugas operasi keamanan di laut,” jelas Kasirenopsla sekaligus Komandan Special Response Team (SRT) Bakamla Letkol Bakamla Puadi Hasani, S.T. Letkol Bakamla Puadi menyampaikan beberapa materi pokok latihan saat boarding kapal seperti teknik bagaimana memasuki kapal musuh, kemudian teknik posisi berjalan di geladak kapal, teknik menjaga keselamatan personel, teknik rotasi personel saat penyergapan dan teknik menembak. “Melalui latihan secara rutin, personel SRT akan terbiasa dan secara otomatis akan menghafal dalam dirinya bagaimana harus bertindak jika dalam situasi yang sebenarnya pada saat operasi di laut karena latihan ini selain sebagai tugas dan tanggung jawabnya sebagai penjaga keamanan dan keselamatan laut juga bagaimana menjaga keamanan dan keselamatan personel pemeriksa,” terang Letkol Puadi.
sumbawanews.com,- Enam negara yang menjadi peserta dalam kegiatan South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) Technical Expert Workshop (TEW), mendapatkan ilmu baru. Mulai dari tren penyelundupan, sampai dengan teknologi surveillance, yang di bawakan langsung oleh para pembicara dari Indonesia dan Amerika Serikat, di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6/2019). Setelah mendengarkan paparan dari Plh. Direktur Kerja Sama Kolonel Bakamla Salim mengenai kompleksitas kegiatan coast guard di wilayah Negara Kepulauan Republik Indonesia, kegiatan berlanjut dengan paparan dari beberapa pembicara. Perwakilan dari Global Fish Watch misalnya. Dibawakan oleh Wildan Ghifarry yang memaparkan tentang kesuksesan pertukaran data dan teknologi dalam mendukung pemantauan aktifitas perikanan di masing-masing negara. Di sisi lain, perwakilan dari Technical Director Maritime Intelligence Fusion Center Pacific (MIFC PAC) US Coast Guard Kent Thew, berbagi ilmu mengenai kesadaran kepemilikan, sumber terbuka, dan domain maritim komersial. Penjelasan lanjut juga diberikan terkait situs atau portal apa saja yang dapat digunakan secara terbuka, yang dapat membantu kegiatan pemantauan (surveillence) sesuai dengan kebutuhan. CDR Donald Evors selaku perwakilan dari Joint Interagency Task Force West (JIATF) US Indo-Pacific Command, berbagi informasi tentang tren penyimpanan, dan penyeludupan barang dan narkoba yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Advisor Missile Defence Agency, US. Departement of Defence Dr Chris Merritt, berbagi pengetahuan mengenai aplikasi SeaVision. Aplikasi ini merupakan salah satu bagian dari Maritime Domaine Awareness. Selain itu, aplikasi ini dapat membantu dalam kegiatan pelayaran komersil, dan juga patroli keamanan laut.
sumbawanews.com,- Bakamla bekerja sama dengan STIP Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) bagi nelayan Banyuwangi di Aula UPT Pelabuhan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, Banyuwangi, Selasa (25/6/2019). Sedikitnya 200 nelayan Banyuwangi mengikuti pelatihan BST KLM yang diselenggarakan oleh Bakamla. “Penyelenggaraan latihan BST KLM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat nelayan Banyuwangi akan pentingnya standar keselamatan dilaut yaitu dengan mempersiapkan diri yang dimulai dari fisik sampai dengan tersedianya alat keselamatan dikapal,” papar Plt. Kasubdit Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut Kolonel Bakamla Elli Susiyanti,S.H.,M.H,.M.M., dalam pembukaan latihan BST KLM. “Kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat nelayan Banyuwangi yang dapat menjadi jembatan informasi keamanan dan keselamatan bagi Bakamla di laut,” sambung Kolonel Eli. Sambutan Bupati Banyuwangi yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Ir. Hary Cahyo Purnomo mengatakan bahwa harapannya dengan dilaksanakan pelatihan BST KLM dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat di sekitar Kabupaten Banyuwangi serta meningkatkan perekonomian keluarga lewat keterampilan dan keahlian yang dimiliki. Pelatihan BST KLM resmi dibuka ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Ketua Tim STIP Jakarta drs. Reinhard Manurung, MM dan Plt. Kasubdit Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut Kolonel Bakamla Eli Susanti. Turut hadir dalam kegiatan pelatihan ini perwakilan dari KSOP Tanjung Wangi, Kapolsek Muncar, Danposal Muncar, Dinas Kesehatan Muncar, Danramil 0825/17 Muncar dan Puskesmas Kedaungrejo.
Mataram, Sumbawanews.com – Persepsi yang terbentuk di sebagian masyarakat kita, “Kental Manis” yang beredar di pasaran, masih dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. Namun faktanya, Kental Manis dinilai berbahaya bagi anak-anak di bawah umur 12 tahun.
Hal itu terungkap saat gelaran talkshow “Sosialisasi Pangan Sehat dan Gizi Seimbang”, Rabu (26/6), dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HKN) di Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) yang diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia – YAICI.
Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat, dalam talkshow yang mengangkat tema “Membangun Generasi Emas Indonesia 2024 di Mulai dari Keluarga Paham Gizi” itu mengatakan, kandungan susu pada Kental Manis hanya satu persen. Data itu dapat dilihat pada label komposisi Kental Manis, yang justru didominasi kandungan gula dan karamel.
“Berdasarkan data yang kami peroleh, atau bisa dilihat di label, kandungan susunya sangat sedikit. Dan itu sangat berbahaya bagi anak,” ungkapnya.
Arif Hidayat
Dikatakan, sejak tahun 1920 melalui iklan televisi, masyarakat telah dicekoki pengetahuan bahwa Kental Manis dinilai setara dan atau pengganti susu. Namun setelah diteliti justru lebih banyak mengandung gula.
“Dari satu abad lalu kita sudah direcoki itu adalah susu, dan 50 persen pemberitaan (iklannya, red) melalui televisi. Jadi sampai sekarang masih banyak yang menganggap Kental Manis itu susu,” tuturnya.
Dijelaskan, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 Tahun 2018, tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3), dimana terdapat empat larangan terkait peredaran susu kental manis
Larangan tersebut di antaranya iklan atau produk dilarang menampilkan anak usia di bawah lima tahun, dilarang menggunakan visualisasi disetarakan dengan susu atau pelengkap zat gizi, pelarangan menggunakan visualisasi susu dalam gelas yang diseduh, dan iklan dilarang tayang pada jam acara anak-anak.
Arif menegaskan bahwa Kental Manis sangat berbahaya jika dikonsumsi dengan cara diseduh, karena kadar gula sangat banyak dan melebihi batas konsumsi gula harian.
“Seharusnya digunakan sebagai topping bukan sebagai minuman. Kami meneliti di Kendari dan di Batam, kami temukan gizi buruk dan salah satu penyebabnya adalah Kental Manis,” ujarnya.
Anehnya, lanjut Arif, karena ada SE BPOM tentang beberapa larangan itu, perkembangan saat ini pihak produsen Kental Manis, justru mengiklankan produk mereka langsung ke masyarakat. Bahkan kalau di supermarket, justru ditaruh pada rak khusus susu.
“Mereka mempromosi langsung ke lapangan, mereka datangi sekolah, kumpulan komunitas, berdayakan vloger. Jadi tetap bermain di arena susu,” ucapnya.
Lebih jauh dipaparkan, selain menyebabkan gizi buruk, konsumsi Kental Manis pada anak juga dinilai menyebabkan diabetes. Namun meskipun memiliki bahaya, SKM dapat dijumpai di supermarket yang justru ditaruh pada rak khusus susu.
“Temuan kami, Kental Manis diasumsikan atau diyakini sebagai susu justru dari perawat di desa,” kata Arif.
Narasumber Talkshow
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dr. Nurhandini Eka Dewi menyampaikan, mengkonsumsi Kental Manis akan berisiko dari sisi gizi.
“Kenapa dari sisi gizi cukup berisiko? Karena asupan gizi tidak mencukupi,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Majelis Kesehatan PP. Aisyiyah Dra. Chairunnisa, M.Kes., memandang perlunya pengawalan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa, terutama sosialisasi resiko penggunaan Kental Manis sebagai susu.
“Tanggung jawab kesehatan masyarakat memang ada di tangan pemerintah. Namun pekerjaan rumah ini akan lebih efektif dan efisien, bila dilakukan oleh seluruh elemen yang ada, termasuk keluarga sebagai elemen terkecil dalam sebuah negara,” jelasnya. (sn01)
Sumbawanews.com,- Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance tiba di Swiss pada Senin malam waktu setempat, dalam misi diplomatik rahasia untuk memulai pembicaraan...
Sumbawanews.com,- Roma – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menanggapi tudingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tajam dan tanpa kompromi, menegaskan bahwa popularitasnya bukanlah...
Sumbawanews.com,- Atlanta – Di tengah tekanan untuk bangkit setelah hasil imbang memalukan melawan Cape Verde, Timnas Spanyol siap mengamuk di Stadion Atlanta, Minggu (21/6/2026),...
Sumbawanews.com,- Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, berhasil mengabadikan fenomena langka jejak bintang (star trail) di langit malam Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur. Dalam pemotretan...