Home Blog Page 2979

Mengaku Lalai, Dinsos NTB Tarik Bantuan Sembako Tak Berkualitas

Mataram– sumbawanews.com,- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB menegaskan akan menertibkan dan segera menarik bantuan sosial berupa sembako yang tidak berkualitas baik. Bantuan paket sembako ditekankan harus berkualitas baik atau tidak kedaluwarsa. Ini sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB.

‘’Kita sudah mengecek kembali stok sembako di gudang Dinsos NTB. Dan memastikan menarik sembako berkualitas kurang baik dan menggantinya dengan paling baik,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB, T Wismaningsi Drajadiah dalam keterangan persnya, Senin malam (13/4).

Wismaningsih mengakui ada kelalaian pihaknya sehingga sedikitnya 40 paket sembako yang diberikan kepada Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Mataram, kualitas tidak baik. Stok sembako di gudang Dinsos saat ini tersisa stok bantuan bulan Desember 2019 lalu. Ini seharusnya tidak boleh didistribusikan.

‘’Memang Pertuni meminta bantuan sembako untuk anggotanya. Namun, kami sudah beritahu bahwa stok yang ada adalah stok lama, kurang baik. Tapi apapun itu, sembako yang sempat di berikan 31 Maret tersebut, akan ditarik atau diganti,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB mengingatkan seluruh jajarannya untuk memperhatikan kualitas bahan pokok atau produk bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat. ‘’Apapun alasannya, bantuan makanan atau sembako yang diberikan ke masyarakat harus berkualitas baik. Tidak kedaluwarsa. Ini harus diperhatikan sekali,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mewanti-wanti para pejabatnya.

Sebelumnya, sembako bantuan Dinsos NTB sempat diberikan petugas gudang bantuan Dinsos NTB ke para anggota Pertuni Mataram. Bantuan 40 paket sembako tersebut berisi gula, beras, minyak goreng dan mie instan dan garam

Percepatan Distribusi APD dan Masker Bagi Tenaga Medis Covid-19 di Daerah

sumbawanews.com,Pendistribusian Alat Pelindung Diri (APD) dan masker terus dikebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah Indonesia. Pesawat Boeing TNI AU A-7305 berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju tiga daerah (Mamuju, Palu dan Hasanuddin) guna mengangkut APD sebanyak 13.000 Ea dan masker 14.000 Ea. Begitu juga dengan Pesawat Boeing TNI AU A-7306 pada waktu bersamaan Kamis malam (9/4/2020) membawa 13.000 Ea APD dan 8.000 Ea masker bedah untuk didistribusikan kepada sejumlah Rumah Sakit di Papua.

Hingga kini TNI masih terus membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 dalam pendistribusian APD ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan alat transportasi yang telah disiagakan sehingga proses distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan kebutuhan APD tiap daerah dapat terpenuhi.

Selanjutnya APD yang telah dikirimkan ke daerah menjadi tanggung jawab Gugus Tugas Daerah guna menyalurkan ke rumah sakit di daerah sesuai prioritas. Gugus Tugas Daerah telah memiliki data tentang wilayah-wilayah mana yang sangat membutuhkan APD.

Hingga hari ini pendistribusian APD ke sejumlah daerah masih terus dilakukan. Semoga pengiriman APD dan Masker ini akan dapat bermanfaat bagi para tenaga Medis di Rumah Sakit daerah dalam menangani pasien Covid-19. (Gugus Tugas PP Covid-19)

Miris !!! Bantuan Sembako Dinsos NTB, Di Nilai Tidak Layak Konsumsi.

Mataram – sumbawanews.com,- Direktur lembaga kajian sosial dan politik M16 “Didu” Bambang Mei prihatin dan merasa miris aksi pembagian sembako bantuan 40 paket dari Dinas Sosial NTB kepada para tuna netra anggota Pertuni NTB, diduga tidak layak dikonsumsi. Selain beras sudah berkutu, mie instan yang dibagikan sebagian besar sudah masuk masa expired.

Direktur M16 itu meminta hal ini menjadi catatan dan diperhatikan oleh Gubernur NTB, dr H Zulkieflimansyah.

Hal yang sama di sampaikan ketua Pertuni NTB. “Iya benar, penerima bantuan sudah sampaikan bahwa ada beras yang berkutu dan mie instant rata-rata expired. Ini kan kami sayangkan,” kata Ketua Pertuni NTB, Fitri Nugraha Ningrum, Senin (13/4) di Mataram.

Fitri menjelaskan, menyusul pemberitaan adanya bantuan JPS Gemilang berupa Sembako untuk masyarakat miskin dan pekerja sektor informal, pekan lalu Pertuni NTB mengusulkan permohonan bantuan itu ke Dinas Sosial NTB.

Pada Kamis (9/4) pihak Dinas Sosial NTB kemudian meminta relawan Pertuni untuk mengambil 40 paket bantuan melalui Tagana NTB.”Jadi Kamis itu relawan kami ambil di Tagana, kemudian disalurkan ke para penerima. Tapi kemudian baru diketahui kalau paket Sembako ini sebenarnya ya kurang layak dikonsumsi,” katanya.

Dalam satu paket Sembako bantuan itu berisi, 5 Kg beras, 1 Kg Gula Pasir, 1 Kg Minyak Goreng, 10 bungkus Mie Instant dan sebungkus Garam Dapur.Ia menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Dinas Sosial NTB. Namun dari Dinas Sosial jawaban yang diterima tidak memuaskan.

Fitri mengatakan, jumlah anggota Pertuni di NTB saat ini tercatat sekitar 400 jiwa tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di NTB.

Ia berharap, pemerintah juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi para penyandang disabilitas yang juga terdampak kebijakan akibat pendemi Covid-19 ini.

“Mereka umumnya nggak bisa bekerja, dan tetap stay di rumah. Harusnya mereka ini menjadi prioritas pemerintah juga,” katanya.

Menurut dia, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Hj T Wismaningsih sudah menyarankan agar para anggota Pertuni mendatakan diri ke pemerintah Desa masing-masing untuk mengakses bantuan JPS Gemilang.

Hanya saja, papar Fitri, Pertuni lebih menginginkan agar pendataan bisa melalui organisasi Pertuni NTB. Sebab, selama ini akses pendataan untuk bantuan-bantuan di tingkat Desa cenderung mengabaikan keberadaan para penyandang disabilitas ini.
“Kami harap pak Gubernur NTB ada kebijakan khusus untuk teman-teman ini. Terutama dalam penyaluran JPS Gemilang. Sebab biasanya melalui Desa, anggota kami diabaikan, mereka lebih memilih mendata masyarakat yang ada hubungan kerabat atau tim sukses saat Pilkades saja,” tegasnya.

Seorang tuna netra penerima bantuan di Lombok Barat, Ramli menyampaikan apresiasi atas bantuan yang ia terima dari Dinas Sosial NTB. Namun, ia mengeluhkan paket Sembako yang tidak layak konsumsi.

“Iya sebenarnya memang kurang layak. Beras ada kutunya, mie instans expired, dan minyak goreng juga banyak yang bocor dan tumpah tinggal setengah. Kami berharap perhatikan kami dengan layak juga, karena bagaimana pun kondisi kami, kami adalah warga NTB juga,” kata Ramli.

Tiga Anak Asuh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Disunat

(Merauke. Senin, 13 April 2020). Tiga orang anak yatim piatu yang di asuh oleh Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad dikhitan atau disunat,  bertempat di Pos Bupul 13, Kampung Kirely, Distrik Ulilin, Kab. Merauke, Papua, Minggu (12/4/2020) siang.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa lima personel Pos Bupul 13 dipimpin Danpos Letda Inf Yusri Khoirudin, dua personel kesehatan Pos Bupul 13 bersama dengan satu orang petugas dari Puskesmas Ulilin melaksanakan khitanan atau sunatan kepada tiga orang anak yatim piatu yang diasuh oleh Pos Bupul 13.

 

“Ketiganya yakni putra asli Papua bernama Hilarius Dambujai (15 th) yang saat ini duduk kelas 7 di SMP N 5 Muting, Silas Agustinus Pideli (12 th) kelas 4 di SD Inpres Bupul 13 dan Valentinus Dambujai (8 th) kelas 1 di SD Inpres Bupul 13, ketiganya merupakan anak yatim piatu yang sejak tahun 2017 lalu di asuh Pos Satgas Pamtas,” jelasnya.

 

Dansatgas mengatakan bahwa pada awal bulan Februari 2020, ketiga anak asuh Pos Bupul 13 ini menyampaikan kepada Letda Inf Yusri Khoirudin selaku Danpos Bupul 13, meminta untuk disunat karena mengetahui manfaatnya penting bagi kesehatan, seperti beberapa teman-teman disekolahnya yang baru saja disunat.

 

“Kita tentunya sangat mengapresiasi wujud kepedulian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh personel Pos Bupul 13 ini, melaksanakan sunatan kepada ketiga anak yatim piatu yang di asuhnya, sebagaimana telah menjadi komitmen Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad sejak awal bertugas bahwa kehadirannya dapat bermanfaat,” tuturnya.

 

“Harapan kita bersama dengan merawat dan bimbingan yang diberikan setiap harinya oleh para personel yang bertugas Pos Bupul 13 sejak tahun 2017 lalu kepada Hilarius Dambujai dan Silas Agustinus Pideli, Valentinus Dambujai kelak akan mengantarkan ketiganya menjadi anak yang sukses dan dapat membanggakan Papua khususnya Kab. Merauke di masa yang akan datang,” pungkasnya.

 

Sementara itu, salah satu anak asuh yang bernama Silas Agustinus Pideli menyampaikan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Bupul 13 dan Puskesmas Ulilin yang telah mengkhitan dirinya dan dua orang saudaranya.

 

“Kami sangat gembira dan senang telah dipenuhi keinginan kami untuk di sunat seperti teman-teman kami disekolah. Abang-abang TNI dari Pos Bupul 13 sangat baik telah mengasuh dan merawat kami semua sejak tiga tahun lalu, khususnya abang-abang dari Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang juga sangat peduli dan selalu membimbing, mencurahkan kasih sayangnya seperti orang tua kepada kami,” ungkapnya. (Bdr)

Mi6 : Covid-19, Pemprov Jangan Hanya Fokus Data Pasien

Mataram – sumbawanews.com,-Penanganan Virus Korona (Covid-19) di Provinsi NTB dinilai terlalu fokus dengan data sebaran pandemi. Publik pun belum mengetahui langkah lain untuk penanganan Covid-19.

“Setiap hari yang paling cepat muncul itu data siapa positif, dari mana, terkena siapa,” kata Direktur Lembaga Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu , Senin 13 April 2020.

Didu menjelaskan, dampak dari pandemi ini meruntuhkan segala aspek, baik sosial maupun ekonomi. Seharusnya pemprov juga menyajikan kepada publik langkah-langkah lain yang dilakukan. Misalnya, berapa data rumah tangga yang akan dibantu sembako. Kemudian penyelamatan UMKM. Dan tentu pertolongan bagi mereka yang dirumahkan. Tak kalah penting data relawan dari ormas keagamaan hingga kepemudaan yang terlibat.

“Semua bertarung melawan virus ini baik. Kompak, tapi juga berikan space untuk publik mengetahui langkah lainnya apa,” sambungnya.

Diungkapkan, langkah produktif harus diambil, karena ada anggaran puluhan miliar yang akan turun untuk menangani Covid-19. Hal ini sekaligus cara membangun optimisme di masyarakat.

“Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dilihat data jumlah positif Covid-19. Itu data paling cepat dan paling ramai dibahas,” urainya.

Didu melihat, peran dari dinas-dinas menghadapi Covid belum muncul. Seharusnya ada sedikit energi membahas hal lain. Karena dari Covid-19 ini begitu banyak pelajaran didapat. Utamanya pemanfaatan daring (dalam jaringan).

Sektor pendidikan, bisa tak lagi monoton. Guru berbicara muridnya mendengar. Para pendidik mulai menyiapkan platform kanal bidang yang diajar melalui daring. Pelayanan pemerintahan, tak harus lagi antre. Kumpul-kumpul untuk mengurus surat menyurat dari urusan lahir sampai meninggal. Mulai memakai pelayanan via WA. Yang lebih kreatif membuatkan pelayanan berbasis android. Pedagang tak harus tatap muka. Sudah bisa berjualan via medsos.

“Mereka (Dinas, Red) harus mengajarkan, begini cara memanfaatkan teknologi. Jangan hanya bilang, ndot lek bale, ndot lek bale. Tanpa solusi,” urainya.

Didu menyinggung pada 11 April, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto malam ini, resmi membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja yang bisa diakses melalui laman www.prakerja.go.id. Program ini membuka pendaftaran dengan kuota untuk 164 ribu orang per-minggunya. Berakhir 16 April untuk gelombang satu. Pola pendaftaran dilihatnya sedikit rumit bagi orang tua.

“Harus online. Ada tidak provinsi bentuk gugus khusus soal ini. Kemudian turun sampai ke daerah, berapa target kita bisa akses program ini,” tegasnya.

“Seluruh Indonesia berebut, kalau tidak diajari jangan-jangan di NTB malah tak dapat apa-apa,” sambungnya.

Lebih jauh, penanganan Covid-19 memang sulit, bukan di Indonesia saja. Seluruh dunia merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, energi yang besar dibutuhkan melawannya. Para kepala dinas perlu didorong membuat inovasi sesuai tupoksi dan bidangnya.

“Tapi jangan genit juga. Nanti antar sembako ke warga dipasang di medsos. Itu tugasnya, jadi tak perlu dilebihkan,” tandasnya.

Didu berharap, di kabupaten/kota di NTB juga memikirkan hal yang sama. Memperhatikan secara luas dampak dari Covid-19. Membuka secara luas data penanganan baik pola sosial maupun ekonomi.

“Rangkul saja semua elemen. Relawan yang punya ide atau gerakan, dukung. Beri kepercayaan,” tandasnya.

37 Positif, 11 PDP meninggal, 4 Sembuh – Covid-19Di NTB

MATARAM – Sumbawanews.com,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB kembali menerima konfirmasi penambahan jumlah status Positiv Corona (Covid-19) pada Minggu malam (12/4) sebanyak empat orang.

Dengan demikian jumlah satus Positif Corona di NTB per Minggu (12/4) sudah mencapai 37 orang, dari sebelumnya pada Sabtu (11/4) sebanyak 33 orang positif Covid-19.

Selain itu, terdapat juga penambahan pasien yang sembuh dari positif Corona, yakni  pasien nomor 25, an. Tn. MAS, laki laki, usia 14 tahun, warga Aikmel kabupaten Lombok Timur setelah hasil swab diambil dua kali dan keduanya negatif.

“Saat ini pasien menjalani perawatan untuk perbaikan kondisi di RSUD R. Soedjono Selong dan segera bisa dipulangkan,” ujar ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi, Minggu (12/4).

Disampaikannya, dengan adanya tambahan 4 orang kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan 1 pasien sembuh, maka jumlah pasien positif Covid-19 di NTB sampai Minggu (12/4) sebanyak 37 orang. Dengan perincian 4 orang sudah sembuh, 2 meninggal dunia, 31 masih positif dirawat dan dalam keadaan baik.

Lebih lanjut Gita mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 141 orang dengan perincian 65 (46%) PDP masih dalam pengawasan, 76 (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 11 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.783 orang, terdiri dari 1.437 (38%) orang masih dalam pemantauan dan 2.346 (62%) orang selesai pemantauan.

Sementara itu, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19, namun tanpa gejala sebanyak 7.357 orang, terdiri dari 4.826 orang (66%) masih dalam pemantauan dan 2.531 orang (34%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 24.191 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 14.337 orang (59%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 9.854 orang (41%).

“Kepada seluruh PPTG dan OTG wajib melaksanakan karantina rumah secara disiplin selama 14 hari. Demikian juga ODP wajib mengikuti karantina terpusat yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat. Karena hanya dengan cara inilah kita bisa berkontribusi untuk mewujudkan keselamatan bersama,” kata Gita Ariadi

 

Mi6 : Isolasi Mandiri Belum Berjalan Baik, Masih Banyak ODP dan OTG Rentan Tak Terpantau di NTB

Mataram – Sumbawanews.com,– Pemprov NTB dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB dinilai belum melakukan upaya yang maksimal dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah NTB.

Lembaga Kajian Sosial Politik, M16 menilai, koordinasi antar Provinsi dengan daerah Kabupaten dan Kota yang dinilai tidak berjalan, semakin menunjukan Pemprov NTB kurang serius di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita lihat selama ini ternyata (Pemprov) belum maksimal dan masih setengah hati. Semua masalah masih tertumpu dan ditangani pemerintah Kabupaten dan Kota, belum ada koordinasi yang baik,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Minggu (12/4) di Mataram.

Pria yang akarab disapa Didu ini menilai, selama ini semua persoalan diserahkan kepada Pemda Kabupaten dan Kota, sementara belum nampak kebijakan strategis yang cepat dan tepat yang dilakukan oleh Pemprov NTB.

Pemrov NTB juga belum nyata terlihat melakukan upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, menyusul perkembangan kasus positif yang mencapai 33 kasus dan jumlah PDP, ODP dan OTG yang terus meningkat, maka Pemprov NTB perlu segera lebih memperketat pintu masuk seperti Bandara dan pelabuhan.

“Di pintu masuk juga mulai harus dilakukan screening awal menggunakan rapid test. Nah bagi yang hasilnya non reaktif bisa langsung pulang dan melakukan isolasi mandiri, sedangkan yang hasilnya reaktif harus segera dikarantina di lokasi terpadu. Ini perlu untuk memastikan yang masuk NTB ini benar-benanr clear dari Covid-19,” tegasnya.

Pemprov juga dinilai harus menyiapkan lokasi karantina terpadu yang merupakan tanggung jawab Provinsi. Tentu saja dengan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten dan Kota.

Didu menambahkan, bagi masyarakat yang diisolasi baik mandiri maupun terpadu, maka Pemprov harus memberikan jaminan dan pelayanan pangan serta kesehatan berdasarkan Undang-undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Dalam situasi pandemi ini, Gubernur NTB harus mampu mengambil peranan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Jangan sampai NTB ini penambahan kasus semakin banyak karana salah urus dan bekerja tidak secara sistematis, terstruktur serta masif,” katanya.

Menurut dia, untuk imbauan dan anjuran social distancing, physical distancing, dan menerapkan pola hidup sehat, hendaknya tidak hanya sekadar imbauan. Melainkan pemerintah juga harus mulai menyiapkan sarana untuk mendukung hal tersebut.

Misalnya, melibatkan semua UMKM untuk pembuatan masker, APD dan tempat cuci tangan. Sehingga masyarakat bisa semua menggunakan masker di wilayah NTB, serta aparat, tim medis tidak kekurangan APD.

Selain upaya contact tracing, papar Didu, penanganan ODP dan OTG juga harus maksimal dan tegas dilakukan dengan koordinasi Pemda Kabupaten dan Kota.

“Penerapan social distancing, dan physical distancing juga harus tegas. Apalagi saat ini semua aktivitas pasar masih nampak belum disiplin. Kemudian masih banyak yang melaksanakan ibadah sholat Jumat padahal sumber virus pertama bersumber dari cluster Gowa, Jakarta dan Bogor. Seharusnya itu dulu diperiksa agar bisa dilakukan penanganan yang lebih komprehensif,” tukasnya.

Didu menekankan, Gugus Tugas Pemprov NTB hendaknya tidak hanya sekadar merilis data perkembangan kasus dan melakukan imbauan-imbauan semata, sementara belum punya strategis yang jelas dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Pemprov NTB juga diminta agar segera menyalurkan bantuan kebutuhan untuk para masyarakat miskin, pekerja sektor informal di NTB yang turut terdampak selama masa pandemi Covid-19 ini.

Berdayakan Disabilitas, Relawan “rajawali” Jarot-Mokhlis Siapkan Pembagian Masker Lawan Covid-19

Sumbawa – sumbawanews.com,- Perang terhadap penyebaran Covid-19 tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Berbagai elemen ikut berperan aktif memerangi wabah mematikan tersebut.

Relawan “rajawali” Jarot-Mokhlis dengan memberdayakan kaum disabilitas, menyiapkan pembuatan masker buatan hasil kreasi kaum disabilitas.

Nurlaili Ramdani salah seorang disabilitas yang menjadi kreator pembuatan masker, merasa bersyukur dapat terlibat dalam aksi sosial ini. ” dengan segala keterbatasan kami ingin ikut ambil bagian dalam memerangi dan mencegah penyebaran covid” tukas Nurlaili Ramdani yang juga Ketua lembaga pembinaan dan pelatihan penyandang disabilitas( LP3D) AL-MUJADALAH. kabupaten Sumbawa dan Sekretaris PPDI ( persatuan penyandang disabilitas ) kab. SUMBAWA. Pimpinan TPQ ANNUR desa dete kecamatan Lape.

Sementara itu, Nur Naningsih bersama Elly Purnama, Salma dan Ramlah menjelaskan, pembuatan masker di siapkan untuk di bagikan kepada warga di beberapa kecamatan di kabupaten Sumbawa.

Naning, sapaan akrab Nur Naningsih berharap, pembagian masker akan dapat mencegah meluasnya penyebaran covid-19.

Elly Purnama menambahkan, proses pembuatan di lakukan secara swadaya dengan pengumpulan dana sukarela dari relawan. “Ini sebagai bentuk kepedulian bersama” tegas Elly Purnama.

Prajurit Satgas TNI Berhasil Peroleh Senjata dan Granat Tangan dari Ex-Combatan

sumbawanews.com,- Melalui kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) secara terbatas berupa sosialisasi pencegahan Virus Corona Covid-19 kepada masyarakat Kongo, Satuan Tugas (Satgas) TNI Konga XXXIX-B Rapid Deployeble Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) Kompi Bravo HQ berhasil  turunkan 3 (tiga) ex-combatan dan peroleh 2 (dua) pucuk senjata AK-47 serta 1 (satu) buah granat tangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco Letkol Inf Hadrianus Yossy S. Buanan mewakili Dansatgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di Soekarno Camp, Kalemie Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo, Sabtu (11/4/2020).

Letkol Inf Hadrianus Yossy mengatakan bahwa Kompi Bravo HQ yang pimpinan Mayor Inf Didik Sukayat melaksanakan operasi di desa Amisi, Kalemie Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo berhasil menurunkan ex- Combatan suku MM diawali dengan kegiatan Long Range Patrol (LRP) oleh Danki Bravo menuju Desa Kataki (25 km dari Kalemie) dalam rangka kegiatan Cimic terbatas guna mengantisipasi penyebaran virus corona ke masyarakat Kongo khususnya di desa Kataki. “Disitulah terjalin komunikasi sosial antara personel Satgas RDB dengan Kadogo pemimpin desa Kataki yang didampingi Liason Assistant (Jhonatan),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya bahwa pada kegiatan Cimic terbatas yang dihadiri kepala desa Amisi (Mukonga Amisi Donatien) tersebut didapatlah informasi bahwa akan adanya 3 pejuang MM Liwanga kelompok PERSI yang ingin menyerahkan diri dan menyerahkan senjata mereka kepada Satgas TNI RDB di desa Amisi serta bergabung kembali ke Desa mereka.

“Setelah kegiatan Cimic yang dilakukan dengan sukses keesokan harinya Danki Bravo Mayor Inf Didik Sukayat memerintahkan  anggotanya Letda Inf Eka Rahmat Maiputra S.Tr. (Han) beserta 30 personel Indo RDB berangkat untuk memastikan kebenarannya informasi yang diterima dengan melaksanakan LRP ke desa Amisi dan bertemu dengan Kepala Desa Amisi a.n Mukonga Donatien,” katanya.

Wadan Satgas menyampaikan bahwa setelah berada di Desa Amisi Letda Inf Eka Rahmat Maiputra dan Liason Assistant (Jhonatan) melaksanakan kordinasi dan diskusi dengan kepala desa Amisi a.n Mukonga Donatien dan mendapatkan hasil dengan menyerahnya 3 (tiga) pejuang MM Liwanga kelompok PERSI atas nama Idi Éric (22), Shabani Baruani (20) dan Antoine  Saleh (19) yang disertai dengan penyerahan senjata api berupa 2 (dua) pucuk AK-47, 2 (dua) buah magazen, dan 1 (satu)  Granat tangan. “Ini merupakan bukti dari kepercayaan masyarakat Kongo atas kehadiran Satgas TNI RDB dibawah naungan MONUSCO. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)

Bakamla RI Bantu Desa Pesisir Perangi Covid-19

sumbawanews.com,- Bakamla RI meningkatkan perhatian pada warga pesisir dalam memberikan dukungan untuk mencegah dan menghadapi wabah covid19. Dalam upaya memerangi covid-19 tersebut, Bakamla RI membantu desa-desa pesisir khususnya di kampung-kampung nelayan, Minggu (12/4/2020).

Desa Pesisir merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap wabah. Hal ini disebabkan karena terbukanya akses antar desa dan dengan wilayah seberang melalui jalur laut yang lebih sulit untuk diawasi dan dikendalikan sebagaimana jalur darat.

Kondisi ini menjadi perhatian Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indinesia (Kabakamla RI) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos.,M.M., yang segera menginstruksikan para kepala kantor di wilayah berserta jajarannya untuk melakukan upaya untuk mendukung wilayah pesisir khususnya di desa nelayan dalam menghadapi pandemi Covid 19.

“Bakamla memang memiliki tugas pengamanan wilayah laut, tetapi tidak dapat dipisahkan dengan wilayah daratan yang masih berhubungan dengan laut, maka perhatian kami juga pada desa dan warga pesisir khususnya para nelayan”, ujar lulusan Akabri Laut tahun 1987. “Mendukung program penanganan wabah covid19 di darat menjadi tugas kami juga selain pengamanan wilayah laut”, tambahnya.

Bakamla RI memiliki sejumlah kantor di wilayah Indonesia, yaitu kantor zona maritim, kantor pangkalan maritim, stasiun bumi dan stasiun pemantau. Menerima instruksi ini, para kepala kantor di wilayah segera melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan sasaran lingkungan desa pesisir disekitar.

Desa-desa pesisir merupakan kawasan yang relatif belum terlalu berkembang secara ekonomi karena berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain tingkat pendidikan yang relatif rendah, budaya dan kebiasaan yang bergantung pada alam, dan tidak dapat fokus pada pekerjaan. Sedangkan faktor eksternal antara lain kurangnya akses terhadap sumber modal, rendahnya tingkat penggunaan teknologi, dan masih lemahnya peranan lembaga ekonomi.

Wabah covid19 ini selain menimbulkan dampak pada aspek kesehatan masyarakat, juga membawa dampak ekonomi yang besar. Saat ini kebijakan dan stimulus telah diberikan, namun tampaknya masih butuh waktu dan akses untuk dapat mencapai kawasan desa pesisir.

Hal ini termasuk juga dengan penyediaan peralatan kesehatan diri seperti masker dan disinfektan. Dapat dibayangkan bahwa warga di perkotaan saja kesulitan mendapatkan masker, apalagi warga di desa pesisir.

Inilah yang mendorong inisiatif Kepala Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Bakamla Arif Sumartono, untuk langsung terjun bersama anakbuahnya. “Kami berupaya dengan daya yang ada untuk mendukung pemerintah dalam penanganan wabah covid19, melalui bantuan penyemprotan, pembagian disinfektan dan penyuluhan sosial kepada warga masyarakat di sekitar lingkungan kami” papar Pati lulusan Akabri Laut Angkatan 34 ini.

Sementara itu di zona maritim tengah, dilakukan pembagian masker dan penyemprotan disinfektan. Ini dilakukan untuk mencegah penularan melalui droplet dan mensterilisasi lingkungan desa pesisir. Sedangkan di Zona maritim barat, dilaksanakan penyemprotan tidak saja ke lingkungan tetapi juga ke perahu nelayan yang sedang bersandar.

Kabakamla berharap, upaya yang dilakukan jajarannya ini dapat meningkatkan perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk juga memberikan perhatian kepada desa pesisir yang meskipun jauh dari perkotaan, cukup rentan untuk terjangkiti wabah covid19 ini.

Berita Terkini

Timnas Indonesia Waspadai Senjata Baru Vietnam Jelang Piala AFF 2026

Sumbawanews.com,- Vietnam tengah mematangkan strategi mematikan di set-piece sebagai senjata utama menjelang Piala AFF 2026, memicu kewaspadaan tinggi dari Timnas Indonesia yang akan berjumpa...

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS Akui Simpan Dokumen Rahasia

Sumbawanews.com,- John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat di masa pemerintahan Donald Trump, mengaku bersalah dalam kasus penyimpanan dan pembagian dokumen rahasia pemerintah...

Empat Peserta SPPI Gugur di Latsarmil, Kemhan Siap Evaluasi Total

Sumbawanews.com,- Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengumumkan rencana evaluasi menyeluruh terhadap Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah empat peserta meninggal dunia selama Latihan Dasar Kemiliteran...

Demonstrasi di Surabaya Ricuh, 10 Aktivis Ditangkap

Sumbawanews.com,- Pada Jumat, 26 Juni 2026, aksi protes yang digelar Front Anti Kapitalisme di depan Gedung Grahadi, Surabaya, berakhir ricuh setelah massa membakar benda-benda,...

Berita Utama