Peduli Sarana Belajar, Yonif 411 Kostrad Gelar Karya Bhakti di Rumah Mengaji

(Merauke). Salah satu wujud kepeduliannya dengan sarana belajar di perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, melaksanakan karya bhakti pengecatan dinding di Pondok Mengaji Al-Kahfi, Kampung Sipias, Distrik Eligobel.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Kamis (16/4/2020).
Dansatgas mengungkapkan bahwa pada hari Kamis (16/4/2020) pagi, enam personel Pos Kotis dipimpin Kopda Yasin Asari bersama warga Kampung Sipias, melaksanakan kegiatan karya bhakti pengecatan dinding Pondok Mengaji yang ada di wilayah binaan pos. “Kegiatan pengecatan dilaksanakan supaya salah satu tempat belajar mengaji itu menjadi semakin indah dan akan menambah semangat anak-anak yang belajar di tempat tersebut,” ucapnya.
Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, karya bhakti yang dilaksanakan bersama-sama dengan warga juga, salah satu wujud nyata kepedulian TNI terhadap sarana belajar yang ada di perbatasan, dengan harapan Pondok Mengaji yang akan menjadi tempat menuntut ilmu bagi anak-anak menjadi lebih indah dan mampu melahirkan generasi muda Islam yang cerdas.
“Melalui kegiatan karya bhakti ini juga sekaligus membangun semangat gotong royong, kebersamaan dalam menjaga dan mempererat tali silaturahmi guna memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat yang sudah terbina dengan baik selama ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bapak Hudi (49 th) salah satu pengajar di rumah mengaji yang turut ikut dalam karya bhakti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, telah peduli dengan sarana belajar khususnya ilmu agama bagi anak-anak di perbatasan RI-PNG.
“Pondok Mengaji Al-Kahfi ini dibangun secara gotong royong oleh masyarakat Kampung Sipias, dengan tujuan menjadi tempat belajar bagi anak-anak dalam mengaji, kami senang sekali rasanya diberi bantuan cat kayu yang akan semakin membuatnya menjadi lebih indah,” katanya. (Bdr)


Dijelaskannya, warga tani sangat kesulitan mendapat masker. ” Masker untuk di daerah kami (lab.mapin red) cukup sulit di dapat dan cukup langka ” ungkap Ibu Mae sapaan Akrab Maemunah yang juga pelaku perempuan agribisnis di Alas Barat.



Pelaksanaan pembangunan drainase desa ini menurut Zulkadri, panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) desa Lamenta, sebagai upaya untuk tetap mengeliatkan perekonomian dan pembangunan desa. “Ekonomi warga dan pembangunan harus tetap di giatkan ” jelas Zulkadri.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, tetap menerapkan standar keamanan di tengah wabah pandemi dengan menjaga jarak sosial distancing dan prosedur keamanan lainnya.















