(Merauke). Dalam rangka mendukung mewujudkan mimpi putra asli Papua menjadi prajurit TNI AD, personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad, memberikan pembinaan kepada Yusuf Roni Kabarjay (20 th) seorang pemuda yatim piatu di perbatasan RI-PNG, warga Kampung Toray, Distrik Sota.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Selasa (21/4/2020). “Pembinaan rutin secara langsung diberikan oleh empat personel Pos Toray dipimpin Danpos Toray Letda Inf Wesly Tanaem kepada Yusuf Roni Kabarjay, yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi Rekrutmen Tamtama PK TNI AD tahun 2020 bertempat di Ajenrem 174/ATW,” tambahnya.
Dansatgas mengatakan bahwa pembinaan yang diberikan meliputi materi kesegaran jasmani A (lari 12 menit), kesegaran jasmani B (pull up, sit up, push up, shutle run) dan materi test Psikologi. Tujuan dari pembinaan tersebut sebagai bekal dalam mengikuti serangkaian test yang akan dihadapi untuk bisa lulus seleksi menjadi Prajurit TNI AD.
Pembinaan secara khusus diberikan oleh personel Satgas ini sebagai wujud dukungan kepada pemuda-pemudi di perbatasan, yakni warga Papua yang bercita-cita menjadi Prajurit TNI AD, agar dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk menghadapi test.
Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, pembinaan merupakan hal yang penting dalam kesiapan mendaftar jadi prajurit TNI. Selama pembinaan yang dilaksanakan terjadwal sejak jauh-jauh hari itu, diberikan motivasi, latihan fisik serta latihan test psikologi untuk menjadi bekal dalam menghadapi seleksi.
“Sebagai Satgas Pamtas tentunya kita sangat mendukung penuh jika putra-putri Papua ingin menjadi prajurit TNI, dengan senang hati akan kita bantu berikan pembinaan supaya menjadi bekal dalam seleksi serta mudah-mudahan dapat mengantarkannya bisa lulus menjadi prajurit TNI AD,” katanya.
Sementara itu, Yusuf Roni Kabarjay menyampaikan ucapan terima kasih kepada Abang-abang TNI dari Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad yakni Pos Toray, yang telah memberikan pembinaan dan motivasi untuk mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI AD.
“Saya baru pertama kali mendaftarkan diri mengikuti seleksi ini, dengan dibantu oleh abang-abang TNI dari Kostrad, ada banyak sekali ilmu dan materi yang saya peroleh, mudah-mudahan ini dapat menjadi bekal saya untuk mewujudkan mimpi menjadi TNI AD,” ucapnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Sebanyak 1.200 nasi bungkus yang dimasak di dapur umum TNI-Polri dibagikan untuk masyarakat yang sedang terdampak wabah Covid-19, kegiatan ini dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Komandan Kodim 0503 Jakarta Barat Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi selaku Koordinator Dapur Umum TNI-Polri Wilayah Jakarta Barat di Kelurahan Kapuk, Selasa (21/4/2020) menyampaikan bahwa kegiatan dapur umum ini merupakan bentuk kegiatan sosial dari TNI dan Polri dalam menyiapkan makanan siap saji bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.
Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi berharap kegiatan tersebut benar-benar dapat meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan terutama yang berprofesi sebagai pekerja harian pada saat wabah covid 19 ini.
1.200 nasi bungkus siap santap tersebut didistribusikan dalam tiga waktu makan yaitu pagi, siang dan malam kepada warga di tiap-tiap RT di wilayah Kelurahan Kapuk secara door to door yang dibantu oleh Babinsa, Babinkamtibmas serta aparat terkait.
Penyelenggaan Dapur Umum tersebut sesuai dengan perintah Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., dimana dapur umum ini sudah berjalan 7 hari yaitu sejak tanggal 15 April 2020 sampai sekarang, yang bertujuan menunjang kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di wilayah Jakarta Barat. (Ahm)
Lombok Timur – Ditengah wabah virus corona, Kodim 1615/Lotim hari ini kembali memberikan perhatian khusus kepada para petani di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur dengan menggelar panen raya bersama di sawah milik H. Musaddat Dusun Otak Rarangan Daya Desa Otak Rarangan Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lotim, Selasa (21/4).
Panen raya yang dipimpin Pasiter Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Muslim bersama Danramil 1615-11/Aikmel Kapten Inf Masrun dan kelompok tani setempat.
Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., di sela-sela kesibukannya membenarkan pelaksanaan kegiatan panen raya tersebut.
“Alhamdulillah kemarin panen raya bersama kelompok tani Desa Montong Baan Kecamatan Sikur, dan hari ini di Desa Otak Rarangan Kecamatan Wanasaba,” ungkap Agus Donny.
Menurutnya, panen raya bersama ini sebagai upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat petani di tengah wabah virus corona dengan harapan para petani tetap semangat dan bekerja seperti biasa, dan tentunya dengan mengedepankan imbauan pemerintah.
Mantan Danyonif 742/SWY tersebut juga berharap dengan adanya panen raya ini dapat membantu pemerintah dalam penyediaan logistik secara nasional maupun daerah sehingga kesiapan logistik menghadapi perubahan situasi dan bulan Ramadhan sudah siap secara kualitas dan kuantitas.
“Mari kita bangun kepedulian, kebersamaan dan kegotongroyongan dalam menghadapi situasi wabah corona ini dengan bijak dengan mentaati imbauan pemerintah,” pungkasnya.
Adapun yang hadir dalam acara tersebut Sekcam Wanasaba, Kapolsek Wanasaba, Kepala UPP Wanasaba, Kepala Desa Otak Rarangan dan PPL Desa Otak Rarangan serta personil Koramil Aikmel.
sumbawanews.com,- Dalam masa pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat Prajurit Brigif Para Raider 18/Kostrad dalam rangka mengembangkan budidaya perikanan di Satuannya. Demikian disampaikan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Brigif Para Raider 18/Kostrad, Mayor Inf Budiman Manurung dalam rilis tertulisnya di Jabung, Kab. Malang, Jawa Timur, Selasa (21/4/2020).
Menurut Mayor Inf Budiman Manurung, budidaya perikanan merupakan salah satu cara Satuan dalam rangka menjaga ketahanan pangan selain bercocok tanam setiap harinya, seluruh Prajurit dengan senang hati dan kesadaran yang tinggi melakukanya.
Mayor Inf Budiman menyampaikan bahwa setiap Kompi di Satuannya memiliki kolam ikan untuk dilakukan budidaya, dengan jenis bervariasi antara lain lele, gurame, dan nila. “Waktu panen tiba, Prajurit dapat langsung mengambil hasilnya untuk di konsumsi, waktu panen adalah yang paling ditunggu Prajurit karena mereka dapat langsung merasakan manfaat dari budidaya yang dilakukan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Serma Kuryadi salah satu Anggota Detasemen Markas (Denma) menyampaikan bahwa dengan budidaya perikanan yang ada, sangat terasa sekali manfaatnya. “Perawatan yang rutin, akan menghasilkan ikan yang baik dan siap untuk di konsumsi untuk seluruh Prajurit, kami sangat senang melakukan kegiatan ini,” ungkapnya. (Pen Brigif Para Raider 18/SEY)
Lombok Timur – Persatuan Istri Prajurit TNI AD yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 1615/Lotim memberikan perhatian khusus kepada keluarga besar Kodim 1615/Lotim khususnya terhadap ibu Persit atau putra putrinya yang bekerja sebagai tenaga medis baik dokter maupun perawat yang bekerja di rumah sakit.
Hari ini, Ketua Persit KCK Cabang Lotim Ny. Ira Agus Prihanto Donny bersama pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 1615/Lotim membagikan bingkisan berupa masker, madu, vitamin, susu, kue dan minuman buah, Selasa (21/4).
“Alhamdulillah kita masih bisa berbagi kepada keluarga besar Kodim khususnya ibu-ibu dan keluarganya,” ungkap Ny. Ira Agus Donny.
Menurutnya, perjuangan para medis dalam membantu pasien yang terjangkit virus corona harus memperoleh perhatian khusus. Untuk itu pihaknya bersama pengurus memberikan motivasi dan semangat kepada ibu-ibu dan putra putri yang bekerja sebagai para medis, tentunya dengan memperhatikan dan melaksanakan semua imbauan dan kebijakan pemerintah sehingga semua dalam keadaan sehat walafiat.
“Mari kita bersama-sama cegah penyebaran virus corona dengan mengikuti imbauan pemerintah untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama,” tandasnya dengan senyum.
Bima – Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melalui Dandim 1608/Bima menyerahkan tali asih kepada Umi Delima mantan Istri Almarhum Santoso, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MMIT) Poso Sulteng.
Bantuan berupa sembako yang diterima langsung Umi Delima di Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima NTB, senin sore (20/4/2020), sebagai wujud pembinaan dan pengabdian Danrem 162/WB dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H dan menghadapi situasi pandemi Corona Virus Desease 2019 atau covid-19.
Di sela-sela penyerahan tali asih, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal menyampaikan salam hormat Bapak Danrem 162/WB, karena tidak bisa hadir secara langsung akibat padatnya kegiatan Beliau.
Pada kesempatan tersebut, Dandim berpesan kepada Umi Delima dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, biasakan mencuci tangan, mengenakan masker serta tetap berada di rumah, semuanya dalam rangka pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).
Sementara itu, Umi Delima menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Bapak Danrem 162/WB dan Dandim 1608/Bima yang tetap memberikan perhatian khusus kepada kami. “Semoga amalan dan kebaikan Bapak mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” doa Umi Delima.
Usai menyerahkan tali asih kepada Umi Delima, Dandim 1608/Bima yang didampingi Danunit Intel Kodim/1608 Bima Letda Husen meninggalkan Desa Campa pukul 17.00 wita dan melanjutkan silaturrahim di Desa Dena Kecamatan Madapangga, yakni di kediaman Mantan Napiter Poso sdri. Nurmi Usman, istri dari Napiter Poso sdr. Basri yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Nusa Kambangan. silaturrahim Dandim 1608/Bima selesai pukul 17.35 wita dalam kondisi aman dan lancar.
Mataram – sumbawanews.com,- Gugus tugas penanganan virus corona atau covid -19 NTB hari ini, Senin 20 April 2020 melalui ketua pelaksana harian H. Lalu Gita Ariadi menyampaikan perkembangan terbaru wabah pandemi mematikan tersebut dengan telah diperiksa 68 sampel dengan hasil 45 sampel negatif, 2 (dua) pasien sampel ulangan positif, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut, antara lain :
• Pasien nomor 73, an. Tn. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong,
Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik
• Pasien nomor 74, an. Tn. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik.
• Pasien nomor 75, an. Tn. H, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong,
Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik.
• Pasien nomor 76, an. Ny. R, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
• Pasien nomor 77, an. Tn. I, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
• Pasien nomor 78, an. Tn. AH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 79, an. Ny. IJ, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kananga,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 80, an. An. IA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 81, an. Tn. B, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 82, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan
Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 83, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 84, an. Tn. S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 85, an. Tn. MS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 86, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tanak Beak,
Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 87, an. Tn. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.
• Pasien nomor 88, an. An. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.
• Pasien nomor 89, an. Tn. MF, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat tidak pernah. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.
• Pasien 90, an. Tn. SMP, laki-laki, usia 57 tahun, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak tidak pernah. Saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan saat ini dalam kondisi baik.
• Pasien 91, an. Tn. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Keluarahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.
• Pasien 92, an. Ny. HK, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule,
Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.
• Pasien 93, an. Tn. R, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Dayen Pekan,
Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.
Ditambahkannya, dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi Positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (20/4/2020) sebanyak 93 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal
dunia, serta 78 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi
positif.
Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku
Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG
diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang
dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.
Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 276 orang
dengan perincian 174 orang (63%) PDP masih dalam pengawasan, 102 orang (37%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.472 orang, terdiri dari 880 orang (20%) masih dalam pemantauan dan 3.592 orang
(80%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.490 orang, terdiri dari 1.042 orang (70%) masih dalam pemantauan dan 448 orang (30%) selesai pemantauan. Sedangkan PelakuPerjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid19 sebanyak 42.927 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.832 orang (32%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 29.095 orang (68%).
Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari
kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
Terima kasih juga kepada masyarakat yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19, yang telah dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.
Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.
Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Jakarta, Sumbawanews.com.- Meski belum ada penelitian tentang resiko Covid 19 terhadap anak-anak, namun data kasus secara global menunjukkan rendahnya persentase anak-anak penderita Covid 19. Meski demikian, bukan berarti dalam masa pandemi ini perhatian terhadap anak-anak, terutama pemenuhan gizi jadi berkurang.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat kemenkes dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan anak-anak pemenuhan gizi anak Harus tetap diperhatikan untuk menjaga imunitas agar terhindar dari infeksi penyakit khususnya Covid 19.
“Imunitas tubuh erat kaitannya dengan cukup atau tidaknya asupan makan anak, yang akan berpengaruh langsung terhadap status gizi dan imunitasnya. Dengan asupan makan yang cukup baik jumlah, jenis, dan frekuensinya maka imunitas akan terjaga sehingga anak mampu menangkal penyakit infeksi, atau setidaknya bila terlanjur terinfeksi maka dapat cepat sembuh kembali,” jelas Kirana melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).
Pada kondisi anak tertular Covid 19 akan menjadi lebih berisiko ketika anak memiliki penyakit penyerta seperti pneumonia. Dengan demikian mempertahankan status gizi anak jangan sampai turun bagi yang normal, dan memperbaiki status gizi pada anak-anak gizi kurang dan buruk menjadi sangat penting.
Kirana mengingatkan keterbatasan penghasilan orang tua dapat memberikan efek domino yang menyebabkan penurunan daya beli. “Bila tidak diimbangi dengan kemampuan ibu memilah makanan bergizi sesuai kemampuan dapat berdampak terhadap asupan makan anak yang mempengaruhi status gizinya,” imbuh Kirana.
Oleh karena itu, ketersediaan pangan di rumah tangga dan pengetahuan orang tua terhadap pemilihan bahan makanan bergizi dengan harga yang terjangkau menjadi perhatian khusus.
Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengatakan, stunting dan gizi buruk sama berbahayanya dengan Corona. “Jika bicara dampak jangka panjang, stunting jelas lebih berbahaya. Anak yang terkena stunting sepanjang hidupnya akan dihantui gangguan kesehatan, kurang produktif hingga menjadi beban bagi keluarga,” jelas Arif.
Oleh karenanya, Arif berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat lebih memperhatikan aspek kesehatan keluarga terutama pemenuhan gizi anak. “Kita perlu mengapresiasi berbagai upaya masyarakat menggalang bantuan. Tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai paket-paket sembako yang dibagikan ke masyarakat justru beresiko terhadap kesehatan mereka di masa depan,” jelas Arif.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Arif bukan tanpa alasan. Sudah menjadi kebiasaan kita memberikan produk-produk instan dan tinggi gula di dalam paket sembako. “Pada umumnya, paket sembako bantuan masyarakat biasanya dilengkapi produk-produk seperti mie instan, ikan kaleng, susu kaleng/ susu kental manis. Jelas ini bukan bahan-bahan yang dapat dikonsumsi anak-anak terutama balita,” jelas Arif.
Disampaikan Arif, daripada memberikan anak makanan instan, lebih baik masyarakat memanfaatkan bahan makanan yang banyak disediakan di lingkungan sekitar. “Banyak masyarakat mengeluh pandemic mengakibatkan pendapatan keluarga berkurang, sementara ada kebutuhan susu untuk anak. Disini saya ingatkan, asupan protein untuk anak bisa di dapat dari bahan-bahan pangan lokal disekitar kita. Daun kelor misalnya, selain tinggi protein juga kaya dan vitamin C. Protein ini juga bisa diperoleh dari tempe, tahu dan telur. Jangan sampai nanti karena harga susu anak mahal menjadi alasan masyarakat memberikan anak minuman instan seperti susu kental manis, ini yang kita juga musti awasi” jelas Arif. (s01)
sumbawanews.com,- Dalam rangka menekan angka penularan Covid-19, Brigif Para Raider 18/Kostrad menggelar kegiatan kemanusiaan dengan membantu warga yang berdomisili di Desa Sidorejo, Kec. Jabung, Kabupaten Malang. Demikian disampaikan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Brigif Para Raider 18/Kostrad Kapten Inf Supriyadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).
“Dalam masa pandemi Covid-19, kami menggelar beberapa kegiatan dengan tujuan menekan angka penyebaran virus ini, adapun kegiatan yang dilakukan antara lain pembagian masker, penyemprotan desinfektan dan pemberian hand sanitizer kepada warga,” ujarnya.
Kapten Inf Supriyadi mengatakan bahwa kegiatan ini juga bersinergi dengan aparat kewilayahan dari TNI, Polri serta Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat, tampak wajah senang dari masyarakat selama kegiatan berlangsung dengan adanya bantuan ini.
“Kami terus menerus melaksanakan komunikasi yang intensif dengan aparat kewilayahan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana,” tutur Kapten Inf Supriyadi.
Di tempat terpisah, Parman salah satu warga Desa mengatakan sangat senang dengan adanya bantuan dari TNI. “Saya sedang mengendarai sepeda motor menuju ke kebun, kebetulan saya melewati jalan poros Desa dan diberhentikan oleh Bapak TNI, karena tidak menggunakan masker, seketika saya diberikan masker secara gratis dan penyampaian Bapak TNI bahwa saya harus selalu gunakan masker agar terhindar dari penularan virus corona khususnya saat kegiatan diluar rumah, terima kasih Bapak-Bapak TNI atas bantuanya,” ujarnya. (Pen Brigif Para Raider 18/SEY)
sumbawanews.com,- Di tengah-tengah pandemi wabah Virus Corona atau Covid-19 dan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendirikan Dapur Umum untuk membantu warga yang membutuhkan dengan membagikan nasi bungkus kepada warga yang kurang mampu.
Komandan Kodim (Dandim) 0502/JU Kolonel Kav Trihandaka selaku Koordinator Dapur Umum TNI-Polri Percepatan Penanganan Covid-19 di Koramil Cilincing, Jalan Cilincing Landak No. 39, Jakarta Utara, Senin (20/4/2020) mengatakan bahwa di dalam 8 Wajib TNI salah satu isinya adalah membantu mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya, diantaranya warga yang terdampak Covid-19.
Dandim 0502/JU menyampaikan bahwa tujuan didirikannya Dapur Umum TNI-Polri adalah dalam rangka sedikit meringankan beban saudara-saudara kita (warga) yang sedang mengalami kekurangan. Dapur Umum di Koramil Cilincing, setiap harinya mampu mendistribusikan sekitar 900 nasi bungkus siap saji untuk dibagikan kepada warga (pagi, siang, malam) yang kurang mampu karena dampak Covid-19 dan PSBB.
Pembagian nasi bungkus dengan menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial) kepada warga di Kampung Kerang Hijau, Kel. Cilincing, Kec. Cilincing, dibantu pula oleh Babinsa, Babinkamtibmas serta aparat terkait, dengan cara dibagikan dari rumah ke rumah dan setiap kepala keluarga mendapatkan dua nasi bungkus, diharapkan cukup.
Personel yang mendukung kegiatan memasak berjumlah 22 personel secara bergantian. Selain itu, personel yang berada di dapur umum wajib mengikuti protokol kesehatan dan memeriksa suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan dapur, termasuk menjaga jarak saat sedang memasak. (Ahm)
Sumbawanews.com,- Polisi menangkap 24 orang peserta aksi damai di depan Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat, 26 Juni 2026, dalam bentrokan yang memicu kecaman dari...
Sumbawanews.com,- Tiga tahun lebih perang di Ukraina telah menggerogoti semangat dan kepercayaan di jajaran militer Rusia. Kini, ancaman pemberontakan tak lagi sekadar isu spekulatif—ia...
Sumbawanews.com,- Malam puncak perayaan HUT Ke-499 Jakarta akan digelar di Bundaran HI pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 15.00–22.00 WIB, dan sebagai konsekuensinya, ruas...
Sumbawanews.com,- Persaingan di industri ponsel pintar kini memasuki babak baru yang tak lagi sekadar soal kamera atau prosesor, tapi daya tahan baterai—dan Honor siap...