(Puspen TNI). Perkembangan teknologi media sosial saat ini menjadi wadah yang bisa digunakan untuk apa saja. Perang saat ini lebih banyak kepada peperangan informasi media sosial, tetapi yang jelas kondisi saat ini, perang informasi sangat menjadi wahana.
Hal tersebut dikatakan Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. pada acara pertemuan Keluarga Besar Puspen TNI dengan Pegiat Media Sosial, bertemakan “Ngopi Bareng Pegiat Media Sosial dengan Kapuspen TNI”, bertempat di Aula Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).
Kapuspen TNI berharap kepada seluruh Pegiat Media Sosial, untuk bersama-sama membangun media sosial ini dengan menyampaikan pesan-pesan yang baik, bisa dalam bentuk memberikan pengajaran maupun edukasi.
Menurutnya, apabila ada berita-berita yang mungkin kurang benar, cari beritanya dan informasikan bahwa berita ini tidak benar dan buatlah suatu klarifikasi yang baik supaya tidak mengadu domba. “Ketika kita melemparkan sesuatu berita gambar ataupun apapun bentuknya kepada publik, itu akan menjadi suatu pesan yang tentunya akan diuraikan dan dianalisa dengan cara berbeda-beda,” ucap Kapuspen TNI.
Diakhir sambutannya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad berpesan kepada para Pegiat, untuk bersama-sama melalui media sosial atau melalui tangan-tangan Pegiat Media Sosial untuk tetap mempersatukan dan menjaga keutuhan Indonesia melalui media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI menyerahkan sertifikat secara simbolis yang telah berperan aktif sebagai Duta Pegiat Media Sosial TNI diantaranya Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han) yang diwakili oleh Kadispen Kormar Letkol Mar Gugun Saiful Rachman, Mayor Inf Eka Wira Dharmawan, S.A.P.,M.Si, Febyan Rustandy dan Angga Pratama Praditya. (Bdr)
Jakarta – Pandemi dan penanganan Covid-19 yang masih terus diikhtiarkan di Prov. NTB, khususnya di P. Lombok, menjadi perhatian serius anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).
Setelah berulang kali meluncurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk masyarakat yang kurang mampu, terdampak pandemi Covid19 di P. Lombok, kini Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyalurkan bantuan untuk para tenaga medis (NAKES), di tiga Rumah Sakit di P. Lombok.
Hal ini dilakukan HBK untuk membantu para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam memerangi dan mengatasi serangan pandemi Covid19.
Bantuan yang disalurkan adalah peralatan pendeteksi pandemi Covid19 berupa Rapid Test Device, dan Detection of SARS COV2 antigen (SWAB), yang disalurkannya melalui tiga Rumah Sakit besar di P. Lombok, masing2 RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU.
HBK mengatakan, bantuan ini diberikan mengingat masih terus berjangkitnya pandemi Covid19, baik di Indonesia maupun di mancanegara, terlebih dengan masih mahalnya biaya test untuk mendeteksi penularan virus Covid19 tersebut.
Sampai saat ini, sudah lebih dari 450.000 masyarakat Indonesia yang terpapar pandemi Covid19 ini.
“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan peralatan pendeteksi virus Covid19 ini, baik yang berupa Rapid Test maupun SWAB, akan dapat membantu dan meringankan para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam mengantisipasi dan mengatasi penyebaran pandemi ini,” kata HBK, Selasa (17/11) di Jakarta.
HBK mengatakan, sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini.
“Kita harus tetap hati2, saling mengingatkan, dan waspada,” imbuhnya.
HBK mengharapkan, himbauan Pemerintah untuk terus melakukan protokol kesehatan 3M yaitu selalu memakai Masker, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak saat bersosialisasi, harus secara konsisten terus dilakukan oleh masyarakat P. Lombok.
“Menurut saya, bagian terpenting dalam mengantisipasi dan menghindari serangan pandemi Covid19 ini adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M. In syaa Allah, kalau kita konsisten bisa menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan 3M tersebut, maka kita akan terhindar dari serangan pandemi Covid19,” tegasnya.
Bantuan peralatan Rapid Test dan SWAB dari HBK ini, disalurkan ke 3 RSUD di P. Lombok oleh Sekjen DPD Partai Gerindra Prov. NTB yang juga merupakan Ketua Relawan HBK PEDULI Prov. NTB, Ali Usman Ahim.
Ali Usman Ahim mengatakan, HBK PEDULI adalah satuan relawan (volunteer) yang dibentuk oleh HBK dan keluarga. Relawan HBK Peduli terdiri dari anak2 muda P. Lombok yang dengan sukarela melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membantu para orang tua dhuafa, yang sakit permanent, para fakir miskin, dan yang hidup sebatangkara karena tidak memiliki keluarga lagi.
Dengan memegang teguh motto : “Melayani rakyat dengan Cinta, Silaturahmi, dan Kesetiaan”, para relawan HBK PEDULI tanpa mengenal lelah terus bergerak sampai ke pelosok2 kampung untuk menyalurkan bantuan sembako, bantuan makanan siap saji, pengobatan gratis, serta bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak musibah kekeringan.
“Sebelumnya pak HBK melalui HBK Peduli sudah menyalurkan bantuan-bantuan untuk masyarakat terdampak pendemi. Kali ini beliau menyalurkan peralatan untuk membantu tugas para tenaga kesehatan (NAKES) di RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU,” tandas Ali Utsman Ahim.
Sumbawanews.com, Kontribusinya dalam berbagai kegiatan pengembangan infrastrukstur besar nasional dan kegiatan mitigasi bencana geologi, telah mengantarkannya menjadi ahli geologi teknik yang sangat dikenal, tidak saja di kalangan ahli geologi, ahli teknik sipil, ahli kebencanaan, namun juga di kalangan peneliti, pendidik, dan juga khalayak luas.
Sangatlah tidak mengherankan jika Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pun telah memberikan anugrah dan penghargaan profesi tertinggi kepadanya, sebagai Ahli Kehormatan Bidang Geologi Teknik (Honorary Engineering Geologist).
Di bidang kebencanaan, julukan sebagai “pawang” longsoran pun disandangnya. Dia juga telah ikut meramu dan membuat beberapa peta risiko bencana geologi dalam skala nasional untuk pertama kalinya di Indonesia. Sebagai seseorang penerima sertifikat dosen profesional, kiprahnya di dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan institusinya pun tidak kalah signifikan. Atas prestasinya, penghargaan Bidang Pengajaran telah diberikan ITB kepadanya.
Dialah Imam Achmad Sadisun, pria asal Purworejo, Jawa Tengah, pria yang memiliki cita-cita ingin berkarir di dunia infrastruktur ini pun mulai mantap akan ketertarikan dengan bidang geologi saat bertemu dengan mata kuliah geologi teknik. “Bidang ini sangat dekat dengan dunia infrastruktur juga, yaitu aplikasi geologi untuk pengembangan infrastruktur. Karenanya, saya menjadi tertarik dan ingin mendalami lagi geologi untuk infrastruktur ini. Jadi memang sejalan dengan cita-cita awal, senang di dunia infrastruktur yang ada di teknik sipil, dari sisi geologi pun larinya ternyata ke sana juga,” ujar Imam yang sangat menyukai dunia infrastruktur ini.
Pria yang memiliki hobi menggambar ini pun akhirnya berhasil lulus pada tahun 1994. Tapi karena sudah melewati wisuda terakhir tahun 1994, maka ia pun harus mengikuti wisuda tahun 1995. Hal itu ternyata telah membawa keberuntungan baginya. Sambil menunggu waktu wisuda, ia diajak dosennya Profesor Sampurno, yang juga pionir geologi teknik saat itu, untuk ikut sebagai surveyor dalam sebuah proyek untuk penanganan longsoran di Ngarai Sianok, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. “Itu proyek pertama yang saya tangani dan isunya longsoran-longsoran sepanjang tebing Ngarai Sianok,” tutur Imam.
Sehabis pulang dari Ngarai Sianok, dia pun diajak lagi untuk melakukan survei lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin, Provinsi Jambi. Tidak hanya itu, dia juga diikutkan untuk menangani proyek Kawasan Industri Bukit Indah City di Purwakarta. “Jadi dalam enam bulan pertama setelah lulus, sudah ada tiga proyek yang saya kerjakan,” ucapnya.
Sejak saat itu, ia pun semakin menyenangi pekerjaannya di bidang geologi teknik. Imam memutuskan untuk mempertajam ilmunya dengan langsung mengambil S-2 di ITB setelah diwisuda pada 1995, sambil melamar sebagai dosen di sana, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 1998. Tidak puas dengan hanya mengambil S-2, ia pun meneruskan Program S-3 di Kyushu University, Jepang, dan berhasil menyandang gelar Dr. Eng. bidang Earth Resources Engineering pada 2004.
Selain sebagai seorang dosen, banyak karya-karyanya yang sudah disumbangkan kepada negeri ini. Hampir semua jembatan-jembatan besar yang ada di Indonesia, proses rancangan konstruksinya telah melibatkan dirinya. Termasuk proyek Jembatan Pulau Balang, yang menghubungkan Balikpapan dengan calon Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara yang melintasi Teluk Balikpapan.
Selain proyek-proyek jembatan besar, ia juga ikut mengawal konstruksi proyek Lintasan Rel Terpadu (LRT) Dukuh Atas dan LRT Cililitan. Tidak hanya jembatan, Imam juga diminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengawal proyek terowongan jalan maupun kereta. Termasuk Terowongan Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat, yang merupakan terowongan tol pertama dan terpanjang di Indonesia saat ini, Terowongan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase pertama maupun fase kedua, serta 11 terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung. “Minggu lalu kita juga baru bahas mengenai MRT fase kedua, antara Bundaran HI, Thamrin, yang panjangnya hampir dua kiloan untuk terowongan berikutnya. “Saya memang salah satu yang selalu mendampingi infrastruktur nasional yang hampir semuanya besar-besar,” ucapnya.
Terkini, Imam diminta Kementerian PUPR lagi untuk menjadi salah satu tim panel ahli (expert panel) untuk proyek 6 bendungan super besar, yaitu Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah, Bendungan Karraloe, Pamukkulu di Sulawesi Selatan, dan Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo.
Beberapa keterlibatannya dalam pengembangan infrastruktur nasional ini juga dia tuliskan dalam bentuk karya ilmiah, tidak hanya dipublikasikan di tingkat nasional, namun juga internasional. “Sampai saat ini saya masih menjadi representative member untuk asosiasi ahli geologi teknik tingkat internasional atau IAEG,” papar Imam.
Meski sudah terlibat dalam banyak proyek besar di Indonesia, namun Imam masih melihat geologi di Indonesia belum sekuat di luar negeri, misalnya Geoscience Australia (GA) dan United States Geological Survey (USGS). “Nah, saya bermimpi ada lembaga geologi di Indonesia bisa sekuat USGS yang sangat disegani dan perannya sangat strategis. Bahkan USGS itu bukan hanya menjadi acuan geologi Amerika, tapi bahkan dunia. Tidak hanya urusan sumber daya seperti mineral dan migas, kalau terjadi gempabumi di belahan dunia manapun, orang langsung membuka website-nya USGS,” tuturnya.
“Untuk di Indonesia, kita masih menuju ke sana, banyak hal yang perlu kita benahi bersama, tentunya untuk bisa mewujudkan peran geolog yang kuat. Ke depan, saya ingin memperjuangkan agar asosiasi profesi geologi di Indonesia atau IAGI bisa menjadi hub dan wadah sinergisasi antar pemangku kepentingan. IAGI bisa menjadi “rumah” untuk seluruh geolog Indonesia, untuk bisa bergerak bersama, menghimpun seluruh kekuatan guna mewujudkan peran geolog Indonesia yang sangat strategis, tentunya bersama-sama dengan seluruh entitas baik profesional, pemerintah, konsultan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Indonesia dengan seluruh keanekaragaman sumber daya geologi menjadi modal dasar utama bagi seluruh geolog negeri untuk bisa berkarya secara profesional, kompeten, dan bereputasi,” tuturnya.
Mengingat pentingnya peran geologi dalam kegiatan pembangunan di Indonesia, termasuk juga pembangunan kota dan infrastruktur publik, diharapkan ke depan Indonesia memiliki undang-undang khusus yang mengatur peran dan fungsi strategis geologi dalam menunjang pembangunan ini. “Ke depan, kita akan usahakan undang-undang kegeologian sebagaimana di berbagai negara lain,” ujar Imam. Hal itu mengingat peran geologi itu sangat luas cakupannya dan seringkali lintas sektoral. Selain itu, perkembangan pembangunan kota serta perubahan iklim yang ditengarai semakin cepat, membutuhkan pembangunan infrastruktur yang bisa menjamin keamanan dan kenyamanan warganya.
sumbawanews.com,- Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI Brigjen TNI Robert D. Ndona membuka penataran Permildas TNI TA 2020 yang mengambil tema “Melalui Penataran Permildas Kita Tingkatkan Sinergitas TNI Menjadi Prajurit Militan, Disiplin, Loyal dan Profesional Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, bertempat di Lapangan Pusjaspermildas, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).
Dalam amanatnya Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Robert D. Ndona mengatakan bahwa peraturan militer dasar merupakan suatu hal bersifat mendasar yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI untuk mewujudkan prajurit profesional dan disiplin. “Penerapan Permildas saat ini sangat terbatas dan belum seluruhnya seragam, karena masih terdapat perbedaan antara satuan yang satu dengan satuan yang lainnya, serta masih ada kecenderungan prajurit yang lupa dengan ketentuan Permildas,” ujarnya.
“Oleh karena itu pimpinan TNI mengambil suatu kebijakan dengan menyelenggarakan penataran Permildas secara terpusat maupun tersebar di jajaran TNI,” katanya.
Menurutnya penataran yang dibuka hari ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan kepada para peserta penataran agar mampu dan menguasai serta dapat menerapkan Permildas di satuan masing-masing. Selain itu untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam penerapan Permildas yang seragam. “Hal yang tidak kalah penting adalah untuk mewujudkan disiplin dan ketaatan serta meningkatkan jiwa korsa. Sedangkan tujuan penataran ini adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan personel serta mewujudkan keseragaman di lingkungan TNI,” ucap Brigjen TNI Robert.
Lebih lanjut, Kapusjaspermildas TNI memberikan beberapa penekanan kepada para peserta dan panitia penyelenggara dalam kegiatan penataran ini, yaitu tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu memiliki ketenangan jiwa dan kejernihan pikiran dalam melaksanakan kegiatan penataran ini. “Kepada komando penataran agar mempedomani ketentuan Permildas yang berlaku saat ini dan hasil evaluasi dari penyelenggaraan penataran Permildas yang telah dilaksanakan sebelumnya, sebagai pedoman dalam penyampaian materi penataran ini,” harapnya.
“kepada seluruh panitia penyelenggara dan peserta penataran agar selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya,” ujarnya.
Penataran Permildas TNI TA 2020 kali ini dilaksanakan di Pusjaspermildas TNI dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2020 dan diikuti oleh 75 personel yang terdiri dari Mabes TNI 20 personel, TNI AD 30 personel, TNI AL 15 personel dan TNI AU 10 personel. (Ahm)
sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membantu warga Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura yang mengalami kecelakaan tunggal akibat pecah ban, mengakibatkan mobil jenis pick up Nopol PA 8469 AE masuk ke dalam parit jalan dan dua pengemudi mengalami luka cukup serius dibagian lengan dan kaki. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/11/2020).
Mayor Inf Anggun menerima laporan dari Komandan Pos Mosso Letda Inf Hary Bagus bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil masuk ke dalam parit dan dua pengemudinya mengalami luka cukup serius. “Untuk itu saya perintahkan Pos Mosso membantu proses evakuasi dan pengobatan terhadap korban tersebut,” ujarnya.
Menerima perintah demikian dari Komandan Satgas Yonif MR 413 Kostrad, Letda Inf Hary Bagus bergegas menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban menuju Pos Mosso untuk mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Kesehatan Satgas. “Diketahui kedua nama korban tersebut ialah Fredi Notafua (32) dan Itens Wefafoa (24) merupakan warga asli Kampung Mosso. Dengan sigap kami mengobati lengan, punggung dan kaki mereka yang mengalami benturan langsung dari dalam mobil yang ditungganginya,” kata Letda Hary Bagus.
Sementara itu, Kedua korban pun menjelaskan kronologis kejadian laka tunggalnya kepada Pos Satgas. “Saat perjalanan tiba-tiba ban depan sebelah kanan pecah, dalam kondisi kecepatan sedang saya tidak bisa mengendalikan mobil sehingga saya banting stir ke kiri jatuh ke parit, karena di sebelah kanan kami merupakan jurang,” ungkap Fredi sebagai supir mobil pick up.
“Untungnya kami ditolong Satgas Yonif MR 413 Kostrad dengan cepat, sehingga pendarahan di tangan ini segera berhenti dan kami bisa beristirahat sejenak di Pos sambil meregangkan badan akibat terkena benturan dari dalam mobil tersebut. Terima kasih bapak Satgas atas bantuannya,” ujar Fredi.
sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 menerima satu pucuk senjata Rakitan jenis laras pendek kaliber 5.56 mm secara sukarela dari Warga Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom.
Memasuki masa penugasannya yang ke empat Bulan di daerah operasi Perbatasan RI-PNG Sektor Utara Papua, Satgas Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad telah melakukan berbagai kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Papua seperti pengobatan gratis, khitanan massal, pembagian sarana kontak, karya bhakti pembangunan Gereja, dan masih banyak berbagai kegiatan teritorial lainnya.
Berbekal kemampuan teritorial yang didukung dengan naluri Intelijen dan Operasi Tempur, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad telah membuktikan kemampuannya dalam merebut hati rakyat atas kegiatan yang dilakukan secara tulus dan ikhlas. Hal tak terduga pun terjadi, salah satu warga berinisial *R* (39) dari Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom menyerahkan satu pucuk senjata rakitannya kepada Pos Kout KM 31 yang merupakan salah satu Pos dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad.
Hal tersebut lantas dikonfirmasi Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/11/2020).
“Dari hasil wawancara, *R* menyebutkan bahwa ia mengaku telah lama menyimpan senjata itu sejak tahun 2014 silam. Ia juga mengungkapkan alasan menyimpan senjata tersebut, karena pada tahun tersebut masih marak terjadinya konflik antara warga pendatang (transmigrasi) dengan warga asli Papua di Kampung tersebut,” jelas Mayor Anggun.
Dansatgas mengapresiasi atas keberhasilan Pos Kout KM 31 yang telah menerima pucuk senjata rakitan dari masyarakat secara sukarela. Ini salah satu wujud keberhasilan Pos Kout KM 31, dengan berbekal kemampuan teritorial yang didukung dengan naluri Intelijen dan Operasi Tempur mereka mampu mendapatkan senjata secara sukarela dari masyarakat tanpa harus menumpahkan darah atau korban jiwa. “Ini yang Kita harapkan bersama semoga dapat ditiru oleh Pos Satgas lainnya,” kata orang nomor satu di Satgas Yonif MR 413 Kostrad.
Sementara itu, Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat selaku Komandan Pos Kout KM 31 yang menerima senjata rakitan langsung dari saudara *R* menyampaikan bahwa penyerahan tersebut dilakukannya atas dasar sukarela karena kedekatannya dengan Pos Kout KM 31. “Kedekatan kami berawal dari kegiatan pengobatan yang dilakukan secara door to door di Kampung Sanggaria. Kala itu ibunda dari *R* atas nama Ibu *K* mengalami sakit malaria yang telah dideritanya selama 1 bulan dan belum menunjukan kesembuhan. Setelah dilakukan pengobatan secara intensive, Ibu *K* sembuh total dan tidak merasakan sakit malaria lagi,” ujarnya.
“Mengetahui Ibundanya mendapatkan perawatan intensive dari Pos Kout KM 31, *R* pun merasa tersentuh dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Satgas. Beberapa hari kemudian ia datang ke Pos dan menginformasikan kepada kami bahwa ia masih menyimpan senjata rakitan jenis laras pendek kaliber 5.56 mm dan sudah lama ingin ia serahkan kepada pihak yang berwajib karena saat ini sudah tidak digunakan lagi. Setelah kami sarankan untuk diserahkan kepada kami, akhirnya ia mau menyerahkannya secara sukarela,” tambah Kapten Hervin.
“Hari ini saya serahkan senjata rakitan yang telah lama saya simpan. Saya percayakan penyerahan senjata ini kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang telah tulus berbuat terbaik kepada masyarakat Kampung Sanggaria khususnya yang pernah merawat ibunda kami saat mengalami sakit malaria,” imbuh *R*.
sumbawanews.com,- Puluhan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Wilayah Banten menggelar aksi solidaritas dukungan kepada program Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid II yang digulirkan Pemerintah Pusat.
Bukan tanpa alasan, mereka mendukung Program Otsus Jilid II lantaran dinilai Otsus memiliki dampak manfaat luas bagi kehidupan rakyat Papua baik dari segi kemudahan akses pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur.
Perwakilan Mahasiswa Papua, Frans Yohannes Miokbun mengatakan, sebagian besar mahasiswa Papua di Banten bergantung pada Beasiswa dan bantuan biaya kuliah dari pemerintah daerah Papua sebagai implementasi pembangunan dana Otsus.
“Kami menyerukan dukungan kepada pemerintah pusat dalam rangka melanjutkan Otsus Papua demi masa depan mahasiswa dan tanah papua,” ujar Frans kepada awak media usai menggelar aksi solidaritas di depan halaman sekertariat DPRD Banten, Curug, Kota Serang, Senin (16/11/2020).
Selama ini, dikatakan Frans, Mahasiswa Papua sebagian besar menerima Beasiswa Otsus, namun program pembiayaan Otsus terhadap mahasiswa dan pelajar sebaiknya berkelanjutan sampai dengan mendapatkan kesempatan bekerja baik di perusahaan Swasta, BUMN, maupun pengabdian diri menjadi PNS, TNI/Polri.
“Nah pemberdayaan SDM (Sumber Daya Manusia) masih terbatas maka Otsus harus tetap dilanjutkan, dan pemerintah agar lebih banyak melakukan rekrutmen pemuda yang mewakili papua bukan hanya di papua tapi diseluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Bagi Frans, sebaiknya pelajar mendapatkan bimbingan agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri dimanapun bukan berarti dipaksakan tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing agar kedepan tidak mengalami kesulitan.
Selain itu, Frans mendesak pemerintah untuk memberikan kesempatan secara merata kepada adik-adik pelajar di Papua untuk bisa mendapatkan beasiswa.
“Nah untuk para senior mahasiswa Papua harus segera menyelesaikan study tepat waktu agar memberikan beasiswa berikutnya kepada pelajar di Papua yang mempunyai prestasi maupun motivasi melanjutkan kuliah di luar Papua,” ungkap Frans.
Oleh sebab itu, Frans berharap pemerintah agar dapat melanjutkan Otsus Papua Jilid II demi masa depan generasi muda papua. Jika Otsus dihentikan, Frans khawatir ribuan pelajar dan mahasiswa Papua tidak memperoleh akses pendidikan sehingga mengakibatkan angka putus sekolah dan putus kuliah akan tinggi dan menimbulkan masalah baru bagi Papua dan Pemerintah Indonesia.
“Kelanjutan Otsus papua Jilid II ini akan mengantarkan generasi muda papua untuk meningkatkan sumber daya dan peran aktif dalam pembangunan Papua sehingga kedepan Paoua akam berada setara dengan provinsi lain baim dari segi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi,” terangnya.
Terakhir, Frans pun memberikan pesan kepada Pemerintah Daerah di Banten untuk terlibat aktif dalam memperhatikan pelajar dan mahasiswa asal Papua yang memperoleh beasiswa di Banten.
“Pesan kami hari ini kepada semua instansi kepada pemimpin-pemimpin di Banten agar kedepan kami mahasiswa pelajar bisa diperhatikan.” tutupnya.****
sumbawanews.com,- Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., secara resmi membuka pelatihan Instruktur Pramuka Trisaka TNI tahun 2020, bertempat di Aula Sarbini Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Senin (16/11/2020).
Kegiatan pelatihan Instruktur Pramuka tahun 2020 ini diikuti 320 peserta yang terdiri dari 130 Saka Wira Kartika (TNI AD), 110 dari Saka Bahari (TNI AL) dan 80 orang dari Saka Dirgantara (TNI AU) akan dilaksanakan selama enam hari terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 21 November 2020. Pelatihan Instruktur ini dibagi menjadi dua gelombang, masing-masing gelombang melaksanakan tiga hari pelatihan di Pusdilklatnas Pramuka Cibubur, hal ini dilaksanakan untuk mentaati protokol kesehatan terkait penyebaran Covid-19.
Dalam sambutannya, Aster Panglima TNI mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 yang telah berdampak luas terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. “Pandemi Covid-19 telah memberikan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan bangsa dan negara, oleh karenanya masyarakat khususnya generasi muda yang tergabung Gerakan Pramuka harus dapat berperan aktif dalam menghadapi permasalahan Bangsa yang sedang kita hadapi saat ini,” tegasnya.
Aster Panglima TNI memberikan pesan kepada peserta semua dan seluruh rakyat Indonesia, khususnya yang tergabung dalam organisasi Gerakan Pramuka agar mampu bersinergi dengan komponen bangsa lainnya dalam melaksanakan berbagai langkah yang inovatif serta mengkonsolidasikan seluruh potensi dan sumber daya yang ada. “Sebab Pramuka hendaknya dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, dalam rangka menciptakan kehidupan yang kondusif dan damai demi kepentingan bangsa dan Negara,” harapnya.
Lebih lanjut Mayjen TNI Madsuni mengatakan bahwa upaya TNI dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan stabilitas Nasional tersebut salah satunya adalah melaksanakan pembinaan kepada generasi muda melalui gerakan pramuka. “Hal ini telah dilakukan oleh Tri Matra TNI dengan Trisaka Pramukanya yaitu “Saka Wira Kartika” oleh TNI AD, “Saka Bahari” oleh TNI AL dan “Saka Dirgantara” oleh TNI AU,” katanya.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI yang bertujuan untuk meningkatkan sistem bela negara dan menumbuhkan rasa kecintaan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Aster Panglima TNI menyampaikan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Instruktur Pramuka Trisaka TNI TA 2020 ini adalah sebagai wujud komitmen TNI untuk membentuk dan menjadikan instruktur Pramuka yang handal, mandiri dan memiliki visi yang jauh kedepan di seluruh Kwatir Daerah (Kwarda) dimanapun bertugas. Selanjutnya para Peserta pelatihan akan diberikan bekal Ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai instruktur Pramuka guna kelak dapat menularkan kepada pramuka-pramuka generasi muda di daerah masing-masing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aspotdirga, Waaster Kasad, Kadispotmar, Kapusdiklatnas, Sekkwarnas, dan Sekkwarda DKI, serta Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Sako Saka. (Ahm)
sumbawanews.com,- Dalam mengoptimalisasikan kegiatan teritorial di daerah operasi, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad terus menggelar kegiatan Bhakti Sosial salah satunya dengan membagikan baju layak pakai kepada masyarakat di Kampung Ifia-Fia Distrik Arso Kabupaten Keerom.
Hal tersebut langsung dikonfirmasi Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Senin (16/11/2020).
“Inilah wujud optimalisasi kegiatan kami di wilayah daerah penugasan RI-PNG khususnya di bidang Teritorial. Kami akan selalu berbuat yang terbaik demi menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Perbatasan ini,” kata Mayor Anggun.
Lanjut Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Pos Kout KM 31 yang merupakan salah satu Pos jajarannya dalam membagikan baju layak pakai kepada masyarakat merupakan tindakan yang tepat dan efektif. “Baju layak pakai ini merupakan sarana kontak yang paling efektif dan efisien. Mereka sangat membutuhkan pakaian ini dan kebetulan kami juga membawanya dalam jumlah besar, sehingga kami tidak begitu kesulitan dalam pendistribusian nya,” tambahnya.
Sementara itu, Lettu Arm Agung Herdiawan selaku pimpinan rombongan dari Pos Kout KM 31, menyatakan bahwa salah satu bukti kepedulian Satgas mewujudkan dalam pemberian baju layak pakai tersebut. “Kami sangat peduli kepada masyarakat Kampung Ifia-Fia, sebelumnya kami datang ke Kampung ini banyak masyarakat yang menggunakan pakaian kurang layak, sehingga kami laporkan kepada Dansatgas untuk memberikan pakaian yang kami miliki kemudian kami distribusikan kepada mareka,” tuturnya.
Salah satu tokoh masyarakat Kampung Ifia-Fia bernama Bapak Leki (48) mengungkap rasa terharunya atas perhatian dan bantuan yang diberikan Satgas Yonif MR 413 Kostrad kepada masyarakat Ifia-Fia. “Kami terharu dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Satgas Yonif 413 Kostrad, semoga kebaikan kalian akan dibalas Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.
LOMBOK UTARA – Duel head to head pasangan NADI dan JODA di Pilkada Lombok Utara bakal makin seru. Persaingan dua pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di daerah Tiuq Tataq Tunaq itu semakin sulit terpetakan.
Lembaga survei Political Research, and Marketing (Polram) merilis hasil survei untuk Pilkada KLU, Minggu, 15 November 2020.
Data hasil survei Polram untuk Pilkada KLU memperlihatkan bahwa persaingan antar paslon cukup ketat, karena perbedaan tingkat elektabilitas dua kandidat yang bertarung yakni pasangan Djohan-Danny (JODA) dengan Najmul-Suardi (NADI) perbedaannya tipis.
“Namun, survei menempatkan NADI di posisi unggul,” kata Peneliti Polram , Efendi Azhari , Senin ( 16/11 ).
Hasil survei Polram menyebutkan 28 persen untuk JODA dan 32,8 persen untuk NADI, 29,4 persen ragu2, 9,8 persen tidak menjawab dalam pertanyaan terbuka.
Serta 30,2 persen untuk JODA dan 36,2 persen untuk NADI, 18 persen ragu2, 15,6 tidak menjawab dalam pertanyaan menggunakan alat peraga.
Lebih jauh Efendi Azhari mengatakan survei dilakukan pada rentang waktu 8-12 November tersebut mengambil 500 responden dengan margin error sekitar 4,5 persen.
“Dengan selisih elektabilitas antar paslon yang tipis, di bawah margin error sekitar 4,5 persen,” ungkap Efendi Azhari.
Dengan selisih elektabilitas pasangan NADI dan JODA di bawah margin error sekitar 4,5 persen. Pihaknya belum bisa memastikan siapa kandidat berpeluang unggul dan memenangkan kontestasi di Pilkada KLU.
“Dari hasil survei ini tergambar kekuatan dan peluang kemenangan pasangan NADI dan JODA relatif berimbang,” ujar Dosen Universitas Mataram tersebut.
Dijelaskan, wilayah pelaksanaan survei: 43 Desa di Kabupaten Lombok Utara dengan metode penarikan sampel multi-stage random sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan aplikasi kobocollect.
“Pewawancara lapangan adalah enumerator berpengalaman pada sejumlah pelaksanaan survei dan mendapatkan coaching sebelum turun lapangan,” paparnya.
Menurut dia, siapa nanti kandidat berpeluang besar memenangkan kontestasi di Pilkada KLU, itu tergantung dari kelihaian dan kepiawaan dari kedua paslon bertarung di Pilkada KLU untuk menyakinkan swing voter atau pemilih belum menentukan pilihan. Sebab, dalam survei Polram tergambar swing voter mencapai 39,2 persen.
Artinya, angka swing voter relatif masih sangat tinggi. Sehingga arah dukungan swing voter di masa injury time akan menentukan siapa kandidat berhasil memenangkan kontestasi di Pillkada KLU.
“Swing voter ini harus digarap serius oleh kedua paslon. Jika mau menang di Pilkada KLU,” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan, pasangan NADI dan JODA punya pemilih loyal. Sehingga mereka sudah menentukan arah pilihan di Pilkada KLU baik ke pasangan NADI dan JODA adalah pemilih loyal. Pemilih loyal itu relatif akan sulit untuk berpindah kepada paslon lainnya.
Sehingga diharapkan baik ke pasangan NADI dan JODA, jika mau memenangkan kontestasi di Pilkada KLU 9 Desember 2020. Kedua paslon harus fokus untuk mengerahkan segala kekuatan dan sumber daya politik dimiliki untuk bisa menyakinkan swing voter tersebut disisa masa kampanye ini.
“Swing voter ini jadi penentu kemenangan. Karena relatif jumlah cukup besar,” tukas Efendi.
Meski demikian survei Polram mematahkan beberapa survei lembaga lainnya yang menempatkan JODA diposisi unggul.
Sumbawanews.com,- Di tengah hiruk-pikuk pembukaan Piala Dunia 2026, pertandingan pembuka Grup B antara Kanada dan Bosnia-Herzegovina di Stadion BMO Field, Toronto, bukan sekadar laga...
Sumbawanews.com,- Warga Medan terus bergulat dengan dua bencana sehari-hari yang saling memperparah: pemadaman listrik bergilir yang tak kunjung usai dan krisis air bersih yang...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Muara Enim, Edison, tak hanya mengungkap praktik suap dalam pengadaan perangkat...
Sumbawanews.com,- Polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian motor berinisial RS (34) dan PS (35) di kawasan Cawang, Jakarta Timur, berkat rekaman kamera pengawas yang...
Sumbawanews.com,- Jakarta — Kejaksaan Agung menetapkan Asep Yusuf Somantri sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia adalah orang kepercayaan...