Sumbawanews.com,- Sebagian besar masyarakat di Papua mendukung kebijakan Otonomi khusus (Otsus) berlanjut. Sebab pembangunan infrastruktur dan SDM yang masih perlu pembenahan di bumi Cenderawasih itu.
Kepala Bidang Politik Hukum dan HAM Gerakan Cinta NKRI, Absalom Yarisetpuw mengatakan, proses pembangunan yang sudah berjalan ini harus terus berlanjut dan dilaksanakan, manfaatnya sudah dirasakan masyarakat di tanah Papua.
“Mari kita bersama-sama bangun Papua. Kita masih butuh otsus untuk infrastruktur dan SDM Papua yang lebih baik,” kata Yarisetpuw di Kota Jayapura, Papua, Selasa (24/11/2020).
Terkait pernyataan salah satu pimpinan Mejelis Rakyat Papua (MRP) yang menyebut penolakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), hal itu hanya dilakukan oleh kelompok kecil, tidak bisa dibenarkan.
“Banyak orang asli Papua yang minta Otsus berlanjut. Jumlah kami ini banyak, jangan diberitakan sebagian kecilnya saja, itu sama juga tindakan provokasi,” ujarnya.
Pelaksanaan RDP dilakukan dengan sistem per wilayah adat yang di Papua. Namun di beberapa daerah pelaksanaan kegiatan tersebut batal, karena ada penolakan dari warga. Rapat ini merupakan perintah UU Otsus.
“Rakyat dapat mengajukan perubahan atas kebijakan tersebut melalui forum yang digelar oleh MRP, sekali lagi kami tegaskan, program Otsus ini harus berlanjut,” pungkas Absalom penuh semangat.****
MATARAM – Pemimpin yang berhasil sejatinya adalah pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat. Pemimpin yang mendengar dan melihat langsung kondisi masyarakat, sehingga mampu memberikan solusi yang nyata dan tepat sasaran.
Konsep kepemimpinan merakyat ini yang didorong pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM). Bukan sekadar teori, pasangan SALAM melakukannya selama masa kampanye dan jauh sebelumnya.
Tak heran jika, sepanjang masa kampanye ini, pasangan SALAM merekam lebih dari 2 juta langkah kaki yang mengantar mereka turun menyapa masyarakat Kota Mataram.
_*2 juta langkah kaki Selly-Manan mampu menggetarkan Kota Mataram. Aspek Sosial, Ekonomi, Lingkungan Pendidikan dan Kesehatan ikut tervibrasi dengan gerakan SALAM beberapa bulan terakhir ini. Banyak hal yang tertutupi atau tak pernah diketahui, kondisi masyarakat sesungguhnya, yang kemudian terkuak berkat langkah SALAM*_
Menjelang Masa Pendaftaran Paslon Pilwakot Mataram, Medio Agustus silam , SALAM langsung menggebrak meluncurkan program Guru, Dokter, dan Psikolog Keliling (GuDeK) di sejumlah kawasan di Mataram. Program ini menyediakan layanan internet gratis, tenaga guru dan dokter juga psikolog untuk mendukung program belajar online di masa pandemi.
“Program GuDeK SALAM ini sangat membantu kami. Terutama saat anak-anak harus belajar secara online. Bukan hanya butuh akses internet tapi juga guru yang membimbing,” kata Hasnah (42) warga Ampenan , Kota Mataram.
Hasnah tadinya kesulitan jika harus membimbing anaknya yang sudah di bangku SMP ketika belajar online. Namun berkah program guru keliling ini, ia bisa terbantu.
Calon Walikota Mataram Selly Andayani memang semakin populer di tengah masyarakat Kota Mataram. Melihat permasalahan UMKM dan kuliner lokal, Selly bersama calon Wakilnya, TGH Manan juga langsung turun, bahkan mencoba langsung mempraktekan “berjualan” serabi dan sate ampet saat bertemu pedagang kecil saat blusukan.
Gaya blusukannya saat menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB terus terbawa Selly, menampakkan karakter unggul yang memang sudah bawaan.
Berdasarkan catatan blusukan Selly-Manan sepanjang masa kampanye mencapai 2 juta langkah kaki lebih, sebab rerata keduanya menghabiskan lebih dari 15 ribu langkah setiap hari, untuk turun ke lapangan.
Haji Adi, warga Karang Genteng, salah seorang relawan SALAM yang selalu setia mengawal perjalanan Selly mengaku kagum dengan ketegaran jiwa kepemimpinan Selly.
“Tidak semua lokasi di Mataram ini bisa dilalui mobil atau sepeda motor. Bunda Selly juga lebih senang jalan kaki saat blusukan, kadang-kadang kita sudah kelelahan tapi beliau masih sangat bersemangat, ini luar biasa,” tuturnya.
H. Adi mengaku sepanjang mengawal blusukan Hj. Selly, dirinya baru tersadar bahwa di Kota Mataram tak semuanya nampak mewah dan megah. Banyak sudut kota ini yang sebenarnya masih nampak kumuh, dan masih banyak yang minim akses kendaraan dan juga penerangan lingkungan.
“Kota Mataram ini terlihat indah dan bagus di luarannya saja, di pinggiran jalan besar. Tetapi masuk ke pelosok-pelosok baru kita sadar, masih jauh sekali Kota ini dan masih banyak yang harus dilakukan untuk membangunnya,” katanya.
Selain kondisi lingkungan, perekonomian masyarakat juga belum merata di Kota Mataram. Blusukan Selly-Manan masih menemukan masyarakat terutama kaum lansia yang kurang terawat dan susah makan lantaran kondisi ekonomi keluarga yang terbatas. Hal ini menginisiasi SALAM menggagas program Rantang Salam, progam bantuan makanan untuk para lansia terlantar dan kurang mampu.
Melibatkan partisipasi masyarakat, Rantang SALAM juga memanfaatkan jasa driver ojek online sebagai tenaga pengantar makanan kepada tiap lansia yang terdata.
2 juta langkah tak hanya sebatas hitungan jarak yang sudah ditempuh Selly-Manan. Cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan juga dipotret SALAM dalam perjalanan ini.
Sungai misalnya. Masih banyak yang dipenuhi sampah. Terutama saat musim hujan, baik sampah lokal maupun sampah kiriman.
SALAM menegaskan sungai harusnya bisa bersih. Manfaatnya bisa sangat banyak, secara ekonomi. Pengembangan sungai yabg dipercantik juga bisa menjadi ikon wisata kreatif. SALAM juga menggagas Pengolahan Sampah Tuntas Terpadu (Osamtu) untuk membenahi pengelolaan sampah di Kota Mataram.
Dengan Osamtu diharapkan masalah sampah dan kebersihan sungai bisa selesai dari semua sisi, hulu, tengah dan hilir. Namun ini butuh perubahan mindset masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan.
Sementara itu beberapa lintasan sungai yang airnya selalu tersedia juga ditaburi bibit ikan oleh SALAM. Tujuannya agar nantinya bernilai ekonomis untuk masyarakat sekitar. Selain itu juga agar masyarakat merasa memiliki sungai tersebut dan bertanggungjawab untuk urusan kebersihan sungai di wilayah mereka itu.
Lingkungan Sindu Barat di Kecamatan Cakranegara juga dikemas menjadi desa wisata kampung buah cemerlang oleh SALAM. Bibit tanaman buah produktif seperi kelengkeng, rambutan, mangga, buah naga dan durian dibagikan untuk masyarakat.
Begitu juga dengan pengenalan dan pengembangan konsep pertanian hidroponik hingga apotik hidup yang didorong SALAM dan para relawannya di sejumlah lokasi potensial.
Selly-Manan juga turun ke perkampungan nelayan. Menangkap kegelisahan mereka dan memberikan solusi-solusi cerdas, seperti mengintergrasikan potensi wisata pantai dan kuliner ikan di kawasan pantai Batas Senja.
Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, ia lebih sering berjalan kaki saat blusukan agar lebih banyak kesempatan mendengar keluhan dan harapan warga Kota Mataram.
“Ternyata banyak masyarakat kita yang punya keluhan dan harapan kepada pemerintah, tetapi tidak punya akses menyampaikannya. Nah, disinilah peran pemerintah, pemimpin harus hadir. SALAM insyaAllah akan terus menjemput bola dan berada di tengah masyarakatya ke depan,” papar Mantan Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 ini, Selasa ( 24/11)
Menurutnya, dari hasil blusukannya selama ini banyak masalah di Kota Mataram yang harus segera ditangani dengan baik. Setiap lingkungan dan kawasan pun memiliki pola pendekatan yang memang beragam, tak bisa dipukul rata. Sebab karakter masyarakat dan geografis tiap lingkungan berbeda-beda pula.
Masalah ekonomi dan kesehatan pun demikian. Menurut Selly, perlu ada pendataan yang terpadu dan menjadi *satu sistem bank data* Kota Mataram ke depan.
“Untuk itu ke depan, para ketua RT, kepala Lingkungan yang akan kita berdayakan optimal. Tentu dengan insentif yang layak dan pantas untuk kinerja mereka.Sehingga mereka benar-benar turun dan mengetahui apa saja permasalahan warganya,dan pemerintah mencarikan solusi,” sambungnya.
Melalui setiap langkah kakinya menyisir wilayah Kota Mataram, Selly ingin memberikan teladan agar pemimpin tidak sekadar berpuas dengan laporan bawahan. Tetapi terjun langsung melihat dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat Kota Mataram.
“Semua masyarakat Kota Mataram ini harus sama-sama mendapatkan perhatian yang sama. Jangan sampai ada yang sedang makan enak dan mewah-mewahan, sementara di saat yang sama masih ada warga yang lapar dan kesulitan tempat tinggal,” tukasnya.
Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, kampanye blusukan door to door saban hari dilakukannya mulai sebelum subuh hingga jam 10 malam.
Dalam setiap blusukan TGH Manan selalu menyempatkan sholat berjamaah bersama masyarakat di lingkungan sasaran blusukannya.
“Bukan hanya jadi lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini juga sebagai edukasi kita untuk Pilkada Sehat di masa pandemi, karena berkumpul2 itu harus dihindari,” katanya.
Menurut TGH Manan, masalah pandemi juga masih menjadi yang utama harus diperhatikan semua pihak. Karena itu pula, dalam setiap blusukannya SALAM selalu mengkampanyekan protokol kesehatan dan membagikan masker gratis untuk masyarakat Kota Mataram.
(Sambas-Kalbar). Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas membantu Puskesmas Desa Aruk berikan Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalbar, Selasa (24/11/2020).
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 3 orang Tim Kesehatan Satgas Yonif 642/Kapuas Pos Gabma Sajingan dipimpin oleh Sertu Galoh bersama dengan Perawat Puskesmas Desa Aruk.
Menurut Dansatgas, kegiatan yang dilaksanakan anggotanya merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas Yonif 642/Kapuas kepada masyarakat perbatasan dalam bidang kesehatan. “Kita selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di perbatasan agar kualitas kesehatan masyarakat tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas disamping tugas pokoknya menjaga perbatasan, juga memberikan bantuan dalam bidang kesehatan khususnya dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat perbatasan agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, Satgas Yonif 642/Kapuas juga selalu berkoordinasi dengan instansi terkait agar terjalinnya hubungan yang baik antar instansi dengan personel Satgas di perbatasan.
Ibu Ida (35 th) salah satu Perawat Puskesmas Desa Aruk menjelaskan bahwa vaksin DPT ini diberikan sebagai imunisasi lanjutan atau booster pada anak untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
“Vaksin ini bekerja dengan cara memasukkan bakteri difteri, pertusis, dan tetanus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, kondisi ini akan memicu sistem kekebalan tubuh manusia untuk memproduksi antibodi dalam memerangi infeksi dari ketiga penyakit tersebut jika sewaktu-waktu menyerang,” jelasnya.(Bdr)
Sumbawanews.com,- Siswa SMA Pradita Dirgantara berhasil meraih prestasi dalam Lomba Bebras Challenge 2020 yang diselenggarakan oleh National Board Organization (NBO) Bebras Indonesia dan TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) Tingkat Nasional yang diumumkan pada Jumat, 20 November 2020.
Lomba Bebras yang pertama kali digelar di Lithuania ini merupakan perlombaan yang mengedukasi kemampuan problem solving dalam informatika dengan jumlah peserta terbanyak di dunia, yang diikuti oleh peserta didik mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat (www.bebras.org).
Kompetisi ini dilakukan setiap tahun secara online melalui komputer. Kompetisi Bebras didirikan di negara Lithuania oleh Prof. Valentina Dagiene dari University of Vilnius pada tahun 2004. Bebras adalah istilah dalam bahasa Lithuania untuk kata “beaver” (dalam bahasa Indonesia adalah “berang-berang”).
Bebras dipilih sebagai simbol tantangan (challenge), karena hewan beaver berusaha keras untuk mencapai target secara sempurna dalam aktivitasnya sehari-hari. Mereka membuat bendungan dari ranting-ranting pohon di sungai atau aliran air dan membuat rumahnya sendiri. Kompetisi ini disebut Bebras untuk menunjukkan kerja keras dan kecerdasan diperlukan di dalam kehidupan.
Antusias peserta tahun 2020 ini sangat luar biasa. Ada sekitar 4476 peserta yang mengikuti lomba ini. SMA Pradita Dirgantara sendiri mengikutsertakan 35 siswanya untuk mengikuti lomba ini. Siswa atas nama Abraham Rivaldo Putra, siswa kelas XI B berhasil memperoleh peringat 10 besar nasional. Dan dua siswa lain masuk ke dalam 25 besar nasional, yaitu Trevor Wade Orlando siswa kelas X B memperoleh peringkat 16 dan Rakabima Ghaniendra Rusdianto siswa kelas X D memperoleh peringkat 22 dari 4476 peserta.
Dalam lomba yang dilakukan dengan sistem Online tersebut disajikan soal yang harus diselesaikan dengan menggunakan pendekatan computational thinking dalam bentuk soal pilihan ganda (multiple choice). ”Kami memberi arahan sebelum anak-anak mengikuti lomba dan memfollow up menggunakan latihan soal-soal di dalam sistem olympia.id (website latihan Learning Management System Bebras Indonesia) serta berkoordinasi melalui group khusus dengan siswa-siswi yang mengikuti lomba ini.
Proses pembimbingan dan latihan dilakukan secara online, termasuk saat mengikuti technical meeting seluruh peserta di wilayah solo raya dan latihan mandiri di rumah masing-masing yang terus dimonitor kesiapannya oleh guru”, Jelas Yohanes Parsaoran S, S.Pd, guru pembimbing pada lomba ini.
“Saat saya mengikuti lomba bebras ini rasanya sangat menantang dan membuat otak saya berpikir keras untuk bisa menghubungkan permasalahan dari soal-soal yang ada. Namun, saya sangat bersemangat dan senang saat mengerjakan soal – soal tersebut karena disertai grafis yang menarik. Bisa dikatakan Bebras Challenge ini seperti game logika yang harus dikerjakan dengan cerdas dan cermat agar bisa menyelesaikan masalah yang ada. Intinya, lomba ini sangat menarik dan menantang untuk mengasah otak logika kita,” ungkap Abraham.
Abraham juga memberi saran kepada adik-adik tingkat dibawahnya yang ingin mengikuti lomba ini agar mereka serius mempersiapkan diri lebih awal dengan terus berlatih mengerjakan soal – soal yang telah ada di internet sehingga bisa meraih peringkat yang lebih tinggi dan membanggakan SMA Pradita Dirgantara. (Humas/SMA Pradita Dirgantara)
MATARAM, – Yayasan Abipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Badan Khusus Perempuan (BKP) PGRI di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Seminar dalam rangka memperingati hari PGRI sekaligus menjalankan beberapa pilar YAICI yaitu mengenai pendidikan dan kesehatan. Tema dari Seminar ini adalah “Peran Aktif Guru Melalui Edukasi Kesehatan Dalam Rangka Membantu Pemerintah Mencegah Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Sekolah “Menyongsong Era Back To School”
Arif Hidayat, selaku ketua harian YAICI memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar tersebut. “Di era digital saat ini kita dimudahkan dalam mengakses segala macam informasi. Oleh karena itu sebagai orang tua sekaligus guru, bapak ibu harus pandai-pandai dan bijaksana dalam mengakses informasi baik berupa berita maupun dalam bentuk iklan produk pangan yang terkait dengan kesehatan,” kata Arif.
Ia juga menjelaskan salah satu temuan YAICI bahwa terdapat oknum guru yang memberikan tugas berupa video dengan membuat kental manis, yang kemudian video tersebut diupload di youtube agar mendapatkan nilai. “Padahal yang kita ketahui kental manis ini bukan susu, tapi diperuntukan sebagai topping atau tambahan untuk makanan dan minuman. Oleh karena itu, pentingnya guru sebagai garda terdepan dalam melindungi anak didik melalui cara-cara yang tepat, benar dan bijak,” jelas Arif.
Masa pandemi ini membuat berbagai kegiatan mengharuskan dilakukan di rumah, begitu pun aktivitas sekolah. Maka dari itu, Indonesia membuat berbagai aturan agar proses pembelajaran tetap berjalan. Begitu pun NTB, provinsi ini memiliki peraturan penyelenggaraan pembelajaran yang diatur surat edaran dari Gubernur Nusa Tenggara Barat. “Surat edaran ini menindaklanjuti SKB 4 Menteri, nomor 420/3320.UM/Dikbud Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan pada Tahun pelajaran 2020/2021 di masa pandemi covid-19,” kata Aidy Furqan selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.
Ia juga menjelaskan bagaimana proses pembelajaran sekolah tahun ajaran 2020/2021, yaitu dengan fase new normal. “Fase new normal terdiri dari pembelajaran dengan shift/block, penilaian dengan shift/block, pengaturan BDR dan shift block, serta mengontrol aktivitas anak ke orang tua atau wali,” ujar Aidy.
Menurut Hj. Niken Saptarini Widyawati selaku Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, guru memiliki peran yang sangat penting selama pandemi ini. “Peran guru selama pandemi ini adalah, guru harus jadi teladan pencegahan penularan covid-19, sebagai motivator, guru juga harus terus berinovasi, mengevaluasi proses pembelajaran selama pandemi, serta harus terus mensosialisasikan protokol pencegahan penularan covid-19,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa para guru, khususnya perempuan harus mengembangkan program kerja sama dengan organisasi dibidang pendidikan dan kemasyarakatan. “Tugas perempuan PGRI adalah mengembangkan program-program kerjasama dengan lembaga dan organisasi perempuan, serta organisasi di bidang pendidikan dan kemasyarakatan,” kata Niken.
Tidak hanya guru, petugas program kesehatan (Promkes) juga memiliki peran agar proses pembelajaran di sekolah tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19. “Promkes puskesmas memiliki peran dalam pencegahan covid-19 baik di pondok pesantren, maupun di sekolah atau madrasah,” kata Firdha Putri Utami selaku tenaga kesehatan.
Firdha juga menjelaskan kecemasannya terhadap konspiransi dan hoax mengenai covid-19. Ia menjelaskan bahwa ke dua hal tersebut berpotensi mengganggu penanganan covid-19. “Teori konspirasi ini akan memengaruhi kepercayaan terhadap pemerintah hingga kepatuhan terhadap protokol kesehatan menurun. Akibatnya, masyarakat tidak mau melakukan protokol kesehatan hingga tidak mau diberikan vaksin Covid-19,” tegasnya.
(Pen Ancab 2020). Detasemen Teritorial Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad melaksanakan latihan pengendalian penduduk dan pengungsian dengan melibatkan sekitar 200 orang warga di sekitar wilayah Kec. Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel, Senin (23/11/2020), sebagai salah satu upaya melatih kewaspadaan masyarakat saat dihadapkan pada situasi peperangan.
Diskenariokan telah terjadi dua ledakan oleh musuh di pemukiman penduduk, dimana salah satunya menggunakan zat kimia berbahaya. Satgasrat Brigif R-9 kemudian mengerahkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Kompi Zeni Tempur (Zipur) untuk mengatasi ledakan.
Secara bersamaan, Satgas Teritorial melakukan pengendalian situasi dengan mengumpulkan dan mengevakuasi penduduk dengan kendaraan dari lokasi ledakan menuju titik pemisahan.
Setelah sampai di titik pemisahan, Satgas Teritorial melakukan pendataan untuk memisahkan penduduk yang mau diungsikan secara sukarela (pro) dan penduduk yang tidak mau diungsikan (kontra). Selanjutnya, penduduk yang pro akan dibawa ke tempat pengungsian khusus untuk mendapatkan pelayanan, baik makanan maupun kesehatan.
Selain itu, di tempat pengungsian tersebut, Satgas Teritorial menggelar penyuluhan-penyuluhan, antara lain penyuluhan tentang kesehatan dari pihak Dinas Kesehatan setempat dan penyuluhan hukum serta wawasan kebangsaan atau bela negara oleh Tim Hukum Satgasrat Brigif R-9 Kostrad.
“Latihan ini merupakan sarana untuk menguji kesiapan aparat teritorial untuk bertindak bilamana wilayahnya terkena dampak akibat perang sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat apabila terjadi peperangan,” pungkas Mayor Inf Supriyanto, Danden Teritorial Kodim Satgastrat Brigif R-9/DY Kostrad. (Bdr)
sumbawanews.com,- Tiga Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Koya Koso mendonorkan darahnya untuk membantu salah satu warga Masyarakat Kampung Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (24/11/2020).
“Ketiga Prajurit Pos Koya Koso yang bergolongan darah B tersebut dengan cepat menuju Bank Darah di Rumah Sakit Abepura setelah mendapatkan informasi bahwa salah seorang warga Kampung Skouw atas nama Ibu Helena Dimara (49) membutuhkan darah akibat penyakit Kanker Payudara yang ia idap,” kata Mayor Anggun.
Sebelumnya, Dokter Satgas Lettu Ckm Andrew Agung mendapatkan informasi dari salah seorang petugas medis di RS Abepura bahwa pihak Rumah Sakit saat itu membutuhkan darah dengan segera. “Ini kali ketiga kami dihubungi oke pihak RS Abepura untuk dimintai donor darah bagi warga yang membutuhkannya segera, karena respon yang kita berikan sangat cepat,” ujarnya.
“Tanpa ragu mereka menghubungi kami untuk meminta sekitar tiga kantung darah bergolongan B. Untungnya dapat kami respon cepat, dengan mendatangkan prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Koya Koso yang memiliki golongan darah B yakni Praka Fauzi, Praka Irwansyah dan Pratu Doni,” jelas Lettu Ckm Andrew Agung selaku Dokter Satgas.
Dengan ketulusan hati dan niat mulia, ketiga prajurit tersebut menuju Bank Darah Rumah Sakit Abepura untuk mendonorkan darahnya kepada Ibu Helena Dimara. “Dari ketiga raut wajah prajurit, saya tidak menemukan adanya mimik keterpaksaan apalagi mengeluh. Justru mereka bersedia dan bersemangat mendonorkan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucap Lettu Andrew Agung.
Bapak John (55) selaku suami dari Helena Dimara mengaku senang dan tidak kuasa menahan derainya air mata yang jatuh ke pipinya. “Saya tidak tahu harus berkata apalagi selain mengucap terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan. Mungkin para Prajurit Satgas ini jawaban atas doa yang kami panjatkan selama ini untuk kesembuhan istri saya. Semoga Satgas Yonif MR 413 Kostrad diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
(Sanggau-Kalbar.). Personel Kesehatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, memberikan pertolongan kepada Bapak Johari (50 th) yang mengalami luka robek di bagian kepala akibat tertimpa buah sawit, Senin (23/11/2020).
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa Bapak Johari meminta bantuan personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas untuk mendapatkan pertolongan pertama pengobatan terhadap lukanya.
“Pertolongan pertama tersebut kemudian diberikan oleh Bintara Kesehatan (Bakes) Sertu Fardika salah satu personel dari Tim Kesehatan Pos Balaikarangan kepada Bapak Johari di Pos Balai Karangan, Kec. Beduai, Kab. Sanggau, Kalbar,” ungkapnya.
Dansatgas menjelaskan bahwa penyebab luka robek di kepala yang dialami Bapak Johari dikarenakan beliau tertimpa buah sawit saat sedang melaksanakan panen sawit di kebunnya di Dusun Pamodis, Kab. Sanggau.
“Bapak Johari diantar oleh rekannya mendatangi Pos kemudian meminta bantuan kepada Tim Kesehatan Satgas Pos Balai Karangan untuk mengobati lukanya,” katanya.
Dansatgas menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan anggotanya merupakan bagian dari tugas Satgas Yonif 642/Kapuas disamping tugas pokoknya dalam menjaga perbatasan, juga memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat setempat.
Sementara itu, Bapak Johari mengucapkan terimakasih kepada personel satgas karena selalu siap menolong warga yang membutuhkan bantuan. “Dengan adanya Pos Satgas disini, saya tidak khawatir jika terjadi permasalahan kesehatan, karena anggota Pos selalu siap mengobati masyarakat kapanpun kita membutuhkan pengobatan,” tuturnya. Johari kepada Bakes Pos Balai Karangan setelah selesai mendapatkan pengobatan. (Bdr)
Dalam kapasitasnya sebagai Aparatur Pemerintah, Abdi Negara, Abdi Masyarakat, serta selaku pelaksana kebijakan publik, setiap insan Pegawai Negeri Sipil khususnya anggota Korpri TNI hendaknya terus berupaya meningkatkan kadar profesionalisme serta tetap berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan Bangsa dan Negara.
Hal tesebut ditegaskan Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Diyah Yudanardi dalam sambutannya saat membuka Seminar Webinar Tentang Kepegawaian dan Pandemi Covid-19 dalam rangka HUT ke-49 Korpri Tahun 2020, Selasa (24/11/2020) di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.
Selaku Pembina Harian Korpri di lingkungan Instansi TNI, Aspers panglima TNI berharap Korpri TNI dapat terus meneguhkan fungsinya, meningkatkan semangat, peran, serta kontribusi mengingat pada era normal baru (new normal), setiap aparatur instansi pemerintah dituntut harus tetap produktif, kreatif dan inovatif sehingga tidak mengurangi hasil kerja.
Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Korpri TNI Dr. drg. Widya Leksmanawati, Sp. Ort. M.M. dalam laporannya menjelaskan, Kegiatan Webinar Kepegawaian ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-49 Korpri tahun 2020 di lingkungan TNI yang sebelumnya telah dilaksanakan donor darah, bakti sosial, dialog siaran RRI bekerjasama dengan Puspen TNI dan akan diakhiri dengan syukuran pada tanggal 29 November 2020.
Kegiatan Seminar Webinar Tentang Kepegawaian dan Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua hari (24-25 November 2020) ini diisi dengan ceramah kesehatan Covid-19 oleh PLT. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Dr. H. Muhamad Hidayat, serta pembekalan dan tanya jawab dari narasumber yaitu:
– Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, S.H., M.H., dengan topik “Peran Korpri dalam Berkontribusi, Melayani dan Mempersatukan Bangsa”.
– Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB dengan topik “Kebijakan pola Pengembangan Kompetensi PNS menghadapi Reposisi Jabatan Struktural Eselon III dan IV Ke Dalam Jabatan Fungsional”.
– Karopeg Setjen Kemhan dengan topik “Kebijakan Pola Pembinaan Manajemen Kepegawaian PNS Kemhan yang Ditugaskan li Lingkungan Organisasi TNI”.
– Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) – Prof Dr. Agus Pramusinto, M.D.A. dengan topik “Implementasi Tugas Fungsi dan Pengorganisasian Komisi Aparatur Sipil Negara di Setiap Instansi Pemerintah” serta pembicara lainnya.
Pada bagian lain, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan seminar webinar kepegawain yang juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Korpri Unit TNI Angkatan Laut, Pembina Tk I IV/b Drs. Safwanuddin, M.M. mengungkapkan, kegiatan seminar online ini diikuti tidak kurang dari 500 orang dari seluruh pengurus Korpri dari tingkat Unit Korpri Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan unit Korpri TNI Provinsi. (Bdr)
sumbawanews.com,- Ketua Umum Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (Ketum IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA) Ny. Nanny Hadi Tjahjanto memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS II Paspampers dari Ny. Uli Simanjuntak kepada Ny. Evi Agus Subiyanto, bertempat di Aula IKKT, Tjut Nyak Dien, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/11/2020).
Dalam sambutannya, Ketum IKKT PWA menyatakan bahwa serah terima jabatan atau pergantian merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan dalam suatu organisasi. Dengan adanya pergantian jabatan ini, diharapkan dapat memberikan warna untuk mengembangkan kreativitas dan kemajuan organisasi IKKT PWA. “Saya ingin mengingatkan kembali tujuan dari organisasi kita sebagai istri prajurit TNI adalah untuk membantu TNI dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,” tegasnya.
Atas nama Ketua Umum IKKT PWA maupun secara pribadi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ny. Uli Simanjuntak yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS II Paspampers sekaligus Pimpinan Redaksi Majalah Anggini IKKT Pragati Wira Anggini yang sudah banyak membantu dan membina Ibu-Ibu anggota IKKT PWA Cabang BS II Paspampres.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat kepada Ibu Evi Agus Subiyanto yang telah menerima tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua IKKT PWA Cabang BS II Paspampers. Semoga Ibu bisa melanjutkan program kerja organisasi dan menambah warna serta ide-ide kreatifitas anggota IKKT PWA Cabang BS II Paspampres.
Ny. Nanny Hadi Tjahjanto juga mengatakan, semua menyadari bahwa dalam memajukan dan meningkatkan organisasi tentunya tidak selamanya dapat berjalan dengan mulus sesuai yang diharapkan, ada saja kendala dan hambatan yang dihadapi bersama. “Namun kesemuanya itu dapat kita selesaikan dengan bekerjasama yang baik, tanggung jawab dan kerja sama yang ibu-ibu berikan selama ini, membuat saya benar-benar merasa terbantu dalam menjalankan tugas organisasi,” ujarnya.
“Sebagai istri setia pendamping suami dan mengikuti alih tugas suami, sehingga membuat kita harus berpisah. Meskipun di antara ibu-ibu sekalian tidak lagi berada di lingkungan Pengurus Pusat IKKT PWA, saya berharap hubungan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik di antara kita senantiasa dijaga dan dipelihara dengan baik,” harap Ketua Umum IKKT PWA.
Pada kesempatan ini pula, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengingatkan kembali bahwa saat ini negara Indonesia tercinta dilanda ujian yang sangat berat yakni mewabahnya Virus Corona Covid-19. “Kita bantu program pemerintah dengan mematuhi serta menjadi pelopor dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan yaitu Pemakaian Masker, Menjaga Jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun air yang mengalir,” tandasnya. (Ahm)
Sumbawanews.com,- Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn (Rama X), kehilangan putri sulungnya, Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 19.48 waktu...
Sumbawanews.com,- Seorang perempuan asal Thailand menjalani sidang perdana di Myanmar setelah didakwa membunuh seorang diplomat Amerika Serikat di kota Yangon. Kejadian itu terjadi pada...
Sumbawanews.com,- Kerajaan Thailand mengumumkan kematian Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), pada Kamis, 11 Juni 2026, di usia 47 tahun....
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi organisasi pencinta alam Wanadri yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Wanadri Tomy Hosni M di...
Sumbawanews.com,- Jelang aksi besar yang direncanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jabodetabek, lalu lintas ibu kota tetap berjalan normal pada pagi hari ini, Jumat...