Home Blog Page 2552

Yayasan Gema 86 dan GMRI Bagikan 5 Ton Beras

Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) bersama Yayasan Gema 86 melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

 

Bakti sosial disetujui dan ditandatangani oleh Ketua Yayasan Gema 86 Mayjen TNI Joko Warsito dan Ketua GMRI Eko Sriyanto Galgendu melalui surat yang diterima Pabanda Bakti Sterdam Jaya Mayor Infantri Yudho Fitrianto.

 

Ketua Yayasan Gema 86 Mayjen TNI Joko Warsito menyampaikan bahwa pihaknya dan GMRI konsisten membantu ekonomi masyarakat terimbas pandemi Covid-19.

 

“Menyelenggarakan bakti sosial dalam rangka kita membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Sehingga ekonominya juga semakin baik,” ujarnya di Kantor Yayasan Gema 86, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/11).

 

Yayasan Gema 86 mendukung upaya GMRI dalam membantu masyarakat di tengah bencana non alam Covid-19. Bergerak bersama dengan sejumlah pihak yang ikut peduli terhadap masyarakat.

 

“Kita komunikasi sudah sangat baik. Memang kita sepakat dengan GMRI dalam situasi seperti ini harus peduli harus terjun langsung ke bawah,” kata Mayjen TNI Joko Warsito.

 

Bakti sosial tidak akan berhenti sampai di sini. Mayjen TNI Joko Warsito berharap semua pihak dapat lebih terdorong membantu kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik.

 

“Harapan kita dengan GMRI jangan lelah, jangan berhenti untuk kita berbagi. Kita akan menggandeng semua komponen masyarakat kita untuk bersama-sama berjuang membantu masyarakat terdampak Covid-19,” jelasnya.

 

Ketua GMRI Eko Galgendu menambahkan bahwa bakti sosial akan terus dilakukan bersama tokoh agama untuk membantu masyarakat di tengah pandemi.

 

“Jadi, seperti yang dikatakan ketua Yayasan Gema 68 kita maju terus pantang mundur. Ke depan, Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia berencana untuk menggalang bakti sosial bersama pemuka lintas agama,” jelasnya

 

Menurut Eko Galgendu, kegiatan ini menjadi suatu nilai kekuatan bagi siapapun. Karena tujuan besar akan bisa tercapai ke depan dengan menggerakkan semua elemen masyarakat.

 

“Pastinya kita dengan mengetuk hati para donatur. Mereka yang mau peduli kegiatan bakti sosial, mereka yang peduli terhadap permasalahan kerukunan, mereka yang peduli terhadap dampak daripada Covid-19,” jelasnya.

 

Adapun, bantuan yang diberikan dalam bakti sosial berupa beras sebanyak 5 ton. Terdiri dari 1000 paket per 5 kilogram. (*)

SALAM Bongkar Strategi Mengatur Mataram dalam Debat Putaran III

Mataram – Debat Putaran III Pilkada Kota Mataram digelar KPUD Kota Mataram, Senin malam, 30 November 2020. Debat terakhir tersebut merupakan momen terakhir para calon mengadu gagasan membangun Kota Mataram sebelum pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM), tampil prima dengan gagasan segar di malam ini.

Segmen pertama debat adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator kepada masing-masing calon. Moderator memberikan pertanyaan kepada Selly Andayani, bagaimana keseriusan TGH Abdul Manan maju menjadi calon Wakil Walikota Mataram.

Selly dengan terstruktur menjawab pasangan SALAM lahir karena banyaknya masalah-masalah yang ada di Kota Mataram. Seperti APBD ganda, ketimpangan sosial dan ekonomi dan masih banyak lagi.

“Waktu itu ada persoalan hukum APBD ganda. Banyak masalah di Kota Mataram, sehingga saya memutuskan untuk maju, karena menyelesaikan itu tidak bisa enam bulan. Sehingga saya mengajak TGH Manan untuk maju. Karena beliau nasionalis sekaligus religius,” kata Selly.

Hal senada diungkapkan TGH Manan, ia mendampingi Selly karena melihat sosok Selly yang banyak pengalaman sebagai seorang birokrat dapat mampu menuntaskan permasalahan kota.

“Komunikasi beliau di provinsi sampai pusat sangat bagus. Insyaallah pasangan SALAM mampu memenangkan Pilkada Kota Mataram

Memasuki segmen kedua yaitu penajaman visi-misi, Selly-Manan diberikan pertanyaan oleh moderator. Pertanyaan yang bersumber dari lima guru besar sebagai dewan pakar tersebut, menanyakan soal ketahanan nasional. Apa yang akan dilakukan SALAM dalam mewujudkan ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional tertera dalam visi misi kami. Kita ingin nanti bagaimana perwujudan nasionalis dan religius menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujar Selly Andayani menjawab.

“Aparatur di Mataram perlu dimaksimalkan lagi. Heterogen Mataram luar biasa, konflik komunal pernah terjadi, sehingga kami ingin kemandirian ekonomi dan fisikal ditingkatkan, baik UMKM dan lainnya agar tidak ada gap di tengah masyarakat,” sambungnya.

Selly mengatakan kemandirian ekonomi adalah hal utama. Untuk mewujudkan itu SALAM mengeluarkan visi-misi 9 langkah untuk Mataram berkah dan cemerlang.

Segmen ketiga adalah segmen debat Paslon. Selly Andayani memberikan pertanyaan terhadap masing-masing Paslon bagaimana strategi untuk mengantisipasi konflik komunal di Mataram. Mengingat Mataram merupakan kota heterogen, sehingga bibit konflik bisa saja terjadi.

Bahkan saat para calon bertanya kepada SALAM, dengan lugas Selly dan TGH Manan menjawab dengan gagasan dan ide-ide cemerlang.

*Pentingnya Ketahanan Keluarga*

Soal maraknya pertemuan narkoba, Selly berencana akan membentuk Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Pada kampung tersebut akan diberikan sosialisasi dan pembimbingan kepada anak muda agar jauh dari narkoba.

“Untuk pengguna, kita terus dorong melakukan rehabilitasi. Untuk pelaku kita minta hukum harus tegas,” tandasnya.

Selain itu, Selly juga menyoroti ketahanan keluarga di Mataram. Meningkatnya angka perceraian membuat banyak anak tidak terurus dan terjun ke dunia gelap narkoba. Sehingga mencegah narkoba, Selly mengutamakan membangun ketahanan keluarga dengan meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita bentuk kampung buah, kampung sayur untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga ketahanan keluarga mereka kuat, jadi tidak ada anak terlantar dan terjerumus dalam narkoba,” imbuhnya.

Pada segmen keempat, moderator memberikan pilihan huruf pada para calon. Huruf tersebut merupakan urutan video-video tentang kondisi Mataram yang akan menjadi pertanyaan. Paket SALAM diberikan pertanyaan bagaimana mewujudkan iklim pendidikan tinggi lebih bersinergi.

Selly mengatakan, Kota Mataram juga merupakan kota pendidikan. Namun banyak mahasiswa selepas kuliah justru menganggur. Sehingga dia berupaya maksimal untuk membuka lowongan kerja.

Selly juga akan membangun kerjasama dengan semua kampus di Mataram untuk sama-sama membangun kota.

“Tugas Walikota cari uang, karena kita punya visi-misi kesejahteraan sosial. Kami ingin lansia diperhatikan jadi ada program Rantang SALAM. Kami ingin menempatkan lansia di tempat yang layak,” katanya.

“Saya keliling dari Ampenan dan Bertais tidak ada perhatian sama lansia. Saya ingin rusunawa untuk mereka para lansia agar merasa dihormati,” ujarnya.

Diakhir debat dalam segmen clossing statenent , Selly mengatakan paket SALAM bukan tidak berani mencantumkan logo partai karena SALAM sendiri merupakan kader partai yang merupakan representasi partai. “Sehingga tidak perlu pakai *mahar* dan tidak perlu tersandera karena Agar tdk tersandera karena Pasangan Salam ingin menciptakan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” imbuhnya

Kemudian Selly membacakan sebuah puisi yang merupakan kiriman dari relawan yang judulnya :

*SALAM Dua Jari* .

Bukan karena didasari ambisi. Apalagi mempertahankan dinasti. Selly Manan hadir dengan hati nurani untuk mataram yang terbukti.

Salam Dua Jari …. Selly Manan tidak menebar janji. Untuk mataram begitu dan begini. Tapi hadir untuk sebuah bukti.

Salam dua jari…
Tanggal 9 Desember sebentar lagi. Mari kita komitmen dengan diri mewujudkan ikrar janji

Tak bergeming dengan janji janji

Dukung Program Pemerintah Setempat Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Bersih, Satgas Yonif 125 Bantu Pembangunan WC Di Rumah-Rumah Warga Kampung Kondo

(Merauke). Dalam rangka mendukung program pemerintah setempat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW turut membantu pembuatan WC di rumah-rumah warga Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (30/11/2020).

 

Diungkapkan Dansatgas, karena masih banyaknya warga yang belum memiliki WC di rumahnya, pemerintah Kampung Kondo memberikan bantuan untuk pembangunan WC di rumah-rumah warga. “Sebanyak 12 WC bantuan dari pemerintah setempat dibangun di rumah-rumah warga di Kampung Kondo,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, dalam pengerjaannya lima orang personel Satgas dari Pos Kondo dipimpin Serda R. Sitinjak terjun langsung membantu warga. Keikutsertaan prajurit Satgas dalam membantu pembangunan WC tersebut sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dengan warga dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

 

“Pembangunan WC ini penting untuk dilakukan, agar pola hidup sehat dan lingkungan bersih dapat diterapkan,” kata Dansatgas.

 

Di tempat terpisah, Kepala Kampung Kondo Elisa Banggu  (47 th) mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas yang telah membantu warganya dalam pembuatan WC. “Kami sungguh senang dan mengapresiasi ketulusan bapak-bapak yang selalu hadir membantu kesulitan warga di kampung ini,” imbuhnya.

 

“Hanya ungkapan terima kasih yang dapat kami ucapkan atas kerja samanya. Selamat bertugas, kiranya Tuhan selalu memberkati,” ucapnya. (Bdr)

Dari Yogyakarta, Masbehi Rapatkan Barisan Waspadai Ancaman Separatis dan Radikalisme

(Yogyakarta). Masyarakat Bela Keutuhan NKRI  (Masbehi) Yogyakarta menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, pada Senin (30/11/2020).

 

Koordinator aksi, Muhammad Alvin Khoiru, mengatakan, aksi ini bentuk keprihatinan kepada kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, keutuhan NKRI dalam bahaya. “Kita merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang sedang diuji keutuhannya,” kata Alvin kepada awak media.

 

Alvin menyebut gerakan separatis di Papua yang terus menelan korban karena keberadaan OPM yang didukung oleh sayap gerakan politik didalam dan luar negeri. “Masbehi mendorong pemerintah untuk melanjutkan program Otonomi Khusus (Otsus) dan pembangunan yang lebih nyata bagi Provinsi Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Alvin mendukung langkah TNI Polri untuk menangani aksi  separatisme yang terjadi di wilayah Papua.  “TNI dan Polri harus bertindak tegas terhadap segala bentuk upaya dan praktik kelompok-kelompok separatisme yang sengaja merongrong persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

 

Alvin juga menghimbau kepada mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, untuk tidak mendukung ide separatis Papua. “Yogyakarta terbuka dan ramah terhadap semua saudara se bangsa dan se tanah air, sepanjang tidak mengganggu keutuhan NKRI, karena Yogyakarta berperan besar dalam sejarah bangsa ini,” ujarnya.

 

Selain itu, aksi anarkisme, terorisme, hingga radikalisme, yang masih terjadi di Indonesia. Contoh terbaru, kata Alvin, terkait kasus pembantaian di Sigi, di mana empat orang dalam satu keluarga yang dibunuh oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

 

Menurutnya, kasus tersebut sudah menodai rasa kemanusiaan. Alvin bersama Masbehi pun mengutuk keras tindakan itu dan meminta kehadiran serta ketegasan negara untuk mengusut hingga tuntas tragedi tersebut.

 

“Dari aksi ini kita ingin terus menjaga NKRI agar jangan sampai terpecah belah oleh beberapa oknum tersebut. Kita berbeda, tapi tetap satu karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika, apa pun yang merugikan persatuan bangsa dan menodai kemanusiaan tidak bisa dibenarkan entah dari mana asalnya,” tegasnya.

 

Alvin menjelaskan, peserta aksi kali ini berjumlah sekitar 200 orang dengan beberapa ormas yang berbeda. Tidak hanya itu saja, beberapa pelaku usaha atau PKL yang berjualan di area Malioboro dan sekitarnya juga ikut dilibatkan.

 

Aksi dimulai dari halaman parkir selatan Pasar Beringharjo hingga akhirnya orasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dalam aksi yang berlangsung dengan damai ini, disampaikan beberapa orasi terkait pentingnya keutuhan NKRI untuk terus menjadi perhatian semua pihak.

 

Masbehi Yogyakarta yang didalamnya terdapat unsur seniman, budayawan, pengacara, politisi, mahasiswa, buruh serta aktivis perempuan secara tegas menyatakan bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika demi tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Masbehi Yogyakarta mendorong segenap elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI dalam menghadapi segala tantangan nasional maupun global termasuk menghadapi pandemi Covid-19.

 

Menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini, Masbehi Yogyakarta menyerukan seluruh elemen bangsa mengedepankan asas musyawarah mufakat dengan menempatkan semangat persatuan di atas kepentingan individu, kelompok maupun golongan.(*)

Sinergi Anak Negeri, Pemuda Papua Pimpin Deklarasi Keutuhan NKRI

Sumbawanews.com,- Pemuda Papua memimpin pembacaan teks Pancasila yang diikuti puluhan perwakilan pemuda Malang Raya. Pemuda tergabung dalam Sinergi Anak Negeri itu berkumpul melakukan deklarasi keutuhan NKRI.

Naskah Pancasila dibaca Fernando David, seorang mahasiswa di salah satu kampus di Kota Malang. Menggelegar dan tegas naskah Pancasila itu dibacakan di Gedung Eks SOB, Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Senin (30/11/2020).

Pemuda asal Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat itu mengaku sebagai generasi bangsa, pemuda Papua juga mempunyai hak yang sama mengisi ruang publik, baik pemerintah, swasta, dan ruang lainnya.

“Kita semua satu nusa, satu bangsa, satu bahasa yakni bahasa Indonesia. Kami ingin turut bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tegas mahasiswa semester 7 itu.

Senada dengannya, Musa Nehemia Kurube juga menegaskan setiap pemuda tentu mempunyai cita-cita untuk sukses di tanah airnya.

Saya ingin turut mengisi ruang di pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif. Apalagi saya belajar Adminstrasi Publik di kampus saya. Saya di Malang ingin belajar dan sukses sebagai pemuda NKRI,” bebernya.

Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya menggelar deklarasi keutuhan NKRI bersama perwakilan organisasi kepemudaan, yakni GM FKPPI, Pemuda Pancasila, PC NU Kota Malang, Ansor-Banser, HMI, GMNI, GMKI, PMII, Duta Pancasila, dan Aremania. Mereka bersama Pemuda Papua di Malang menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

Satgas Yonif MR 413 Kostrad Gelar Sweeping Gabungan bersama Polri di Kampung Koya Karang

sumbawanews.com,- Dalam upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skamto bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Tami menggelar Sweeping gabungan di Kampung Koya Karang Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

 

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam keterangan tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Senin (30/11/2020).

 

Mayor Inf Anggun mengatakan bahwa dalam menyambut bulan yang penuh kasih yaitu bulan Desember, Satgas bersama Polsek Muara Tami rutin menggelar patroli dan sweeping gabungan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Distrik Muara Tami.

 

Sebagaimana diketahui bahwa bulan Desember merupakan bulan yang paling dinanti oleh warga Papua khususnya yang beragama Nasrani dan Khatolik. Dimana pada penghujung bulan akan dirayakan momen cinta kasih Natal. “Jangan sampai ada oknum atau kelompok yang tidak bertanggung jawab, menodai bulan yang penuh kasih ini. Kami bersama Polsek Muara Tami akan mengawal hari besar ini,” ujarnya.

 

Kali ini pelaksanaan sweeping gabungan dilaksanakan pada Minggu malam (29/11) pukul 20.00 WIT hingga 22.00 WIT, dengan melibatkan 1 regu Pos Skamto Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang diketuai Serka Agung Prayogo dan 1 Tim dari Polsek Muara Tami yang diketuai langsung Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally.

 

“Kami sangat berterimakasih kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang sama-sama melakukan patroli gabungan dengan kami, semoga dalam menyambut perayaan Natal ini tidak terjadi hal yang kita inginkan, dan Distrik Muara Tami selalu dalam situasi yang kondusif,” tutur AKP Jubelina.

Babinkum TNI Gelar Seminar HAM dan Hukum Humaniter Bagi Prajurit

Sumbawanews.com,- Badan Pembinaan Hukum TNI (Babinkum TNI) menggelar Seminar tentang ”HAM dan Hukum Humaniter Bagi Prajurit TNI Melindungi Penduduk Sipil Dalam Pelaksanaan OMSP”, diikuti personel dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan menampilkan narasumber dari TNI dan Sipil, bertempat di Ball Room Hotel Rancamaya Bogor, Jawa Barat, Senin (30/11/2020).

 

Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI (Kababinkum TNI) Laksda TNI Anwar Saadi, S.H., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakil Oditur Jenderal TNI (Waorjen TNI) Marsma TNI Dr. Sujono, S.H., M.H., CFrA menyampaikan bahwa situasi dan kondisi perkembangan lingkungan strategis serta keamanan nasional, regional maupun global saat ini, sangat dinamis.  “Hal ini juga berpengaruh terhadap adanya perubahan bentuk, model dan jenis ancaman terhadap suatu negara yang selanjutnya berdampak terhadap perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Hukum Humaniter,” tegasnya.

 

Dijelaskan Kababinkum TNI bahwa dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, telah mengatur secara tegas tentang tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

 

Laksda TNI Anwar Saadi menjelaskan bahwa tugas pokok ini, dilakukan dengan dua cara yaitu melalui Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dimana tugas tersebut dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. Khusus berkaitan dengan tugas OMSP, disini terdapat 14 (empat belas) tugas TNI, dimana perlindungan terhadap penduduk sipil menjadi suatu keniscayaan.

 

“Kita harus sadar dan memiliki persepsi yang sama bahwa melindungi penduduk sipil dalam pelaksanaan OMSP, dapat menjadi tolok ukur sejauhmana pemahaman dan penghormatan para prajurit TNI terhadap HAM dan Hukum Humaniter, karena saat ini setiap prajurit wajib tahu dan paham tentang HAM,” harapnya.

 

Selanjutnya dikatakan bahwa TNI adalah alat pertahanan negara yang direkrut, dididik/dilatih dan dipersiapkan secara profesional untuk menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Sebagai tentara profesional, setiap prajurit TNI harus memahami tugas pokoknya, serta mampu membedakan dan menilai mana yang berpotensi melanggar HAM dan mana yang tidak melanggar HAM,” ungkapnya.

 

“Demikian juga dengan penerapan Hukum Humaniter, setiap prajurit TNI juga di tuntut untuk memahami dan mengimplementasikan Hukum Humaniter dalam setiap pelaksanaan tugasnya, baik OMP maupun OMSP,” tambahnya.

 

Kababinkum menambahkan bahwa seminar yang dilaksanakan saat ini, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman antara para Komandan-Komandan Satuan Taktis/Operasional seperti Perwira Staf Operasi dan Perwira Hukum dari jajaran Mabes TNI maupun Mabes Angkatan.

 

Dalam seminar tersebut ada beberapa nara sumber yang memaparkan materi hukum yaitu Brigjen TNI  Wahyu Wibowo (Pengadilan Militer Utama) dengan judul “Pembuatan Lampiran Hukum Pada Rencana Operasi Taktis Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Konflik Bersenjata”. Donny Putranto (Kepala Delegasi ICRC Indonesia Timur Leste) tentang “Penerapan Hukum HAM & Hukum Humaniter Pada Operasi Taktis Melindungi Penduduk Sipil Dalam Konflik Bersenjata”. Mochammad Choirul Anam (Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM masa bakti 2017-2022) juga memaparkan tentang “Penerapan Instrumen-Instrumen HAM Pada Operasi Taktis Melindungi Penduduk Sipil Dalam Konflik Bersenjata”.

Danrem 174 Merauke Pimpin Serah Terima Satgas Pamrahwan di Wilayah Mimika

(Merauke).  Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174/ATW memimpin langsung acara serah terima Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

 

Pelaksanaan acara serah terima Satgas Pamrahwan dari Satgas Yonif R-754/ENK kepada Yonif 756/WMS dilaksanakan di Aula Yonif R-754/ENK, Jalan Trans Nabire, Distrik Kuala Kencana, Kab. Mimika, Papua, Minggu (29/11/2020).

 

Dalam acara serah terima tersebut, di tandai dengan Penandatanganan Naskah Serah Terima dari Lekol Inf Dodi Nurhidayat (Dansatgas Pamrahwan Satgas Yonif R-754/ENK) kepada Mayor Inf Maroloph E. B. Hutapea (Dansatgas Pamrahwan Yonif 756/WMS) dihadapan Dankolakops Korem 174/ATW, dilanjutkan penyerahan Piagam Penghargaan oleh Brigjen TNI Bangun Mawoko kepada Letkol Inf Dodi Nurhidayat.

 

Danrem Merauke selaku Dankolakops Korem 174/ATW dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat atas pencapaian yang telah ditorehkan oleh Satgas Yonif R-754/ENK selama pelaksanaan penugasan di wilayah Kabupaten Mimika.

 

Menurut Brigjen TNI Bangun Nawoko, tugas tersebut tentunya tidak mudah dalam mengemban kepercayaan negara dalam rangka menjaga stabilitas keamanan yang ada di wilayah Papua, khususnya di wilayah sektor Kolakops Korem 174/ATW Merauke.

 

“Namun demikian, Saya yakin dan percaya bahwa perjuangan dan pengorbanan  yang dilakukan para prajurit adalah bagian dari kesetian dan pengabdian kita kepada Tentara Nasional Indonesia,” tuturnya.

 

Diakhir sambutannya, Danrem mengingatkan kepada Dansatgas dan para Perwira  serta anggota sekalian agar mengadakan evaluasi terhadap tugas pelaksanaan operasi yang telah dilakukan secara transparan dan mengantisipasi berbagai kerawanan tersebut. “Kalian harus tetap waspada, lakukan patroli-patroli keamanan secara intensif dan lakukan pembinaan teritorial melalui pendekatan kesejahteraan kepada masyarakat tempat tugas kalian,” ujarnya.

 

Turut hadir dalam acara tersebut  diantaranya Kasiops Korem 174/ATW Kolonel Inf Ferdial Lubis, MPICT, Kasiter Korem 174/ATW Letkol Inf Ganiahardi,  Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya. (Bdr)

Pembakaran Bendera Bintang Kejora Semakin Marak

sumbawanews.com,- Menjelang aksi yang akan dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi yang berafiliasi ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuntut adanya referendum, disambut dengan maraknya aksi pembakaran bendera bintang kejora oleh ratusan warga, bertempat di Wamena, Papua Minggu (29/11/2020).

 

Dalam kesempatan itu, Koordinator aksi Salmon Walilo dalam orasinya di depan kantor Bupati Jayawijaya mengatakan, tidak ada referendum bagi Papua, karena Papua adalah bagian dari Indonesia yang tak terpisahakan. “Rakyat Papua tak butuh referendum, karena rakyat sudah merdeka dalam Indonesia,” tegasnya.

 

Sementara warga lain yakni Alex Logo dalam orasinya mengatakan, peristiwa kerusuhan yang kerap terjadi di Papua, lebih banyak akibat ulah KNPB. “Hari ini saya sebagai orang adat menolak keberadaan KNPB yang ada di Papua, khususnya di Jayawijaya dan wilayah pegunungan tengah Papua,” katanya.

 

“Saya tolak KNPB, mereka organisasi tak jelas yang hanya menciptakan keresahaan di Papua,” ujarnya.

 

Selanjutnya, ia bersama Barisan Merah Putih serta semua warga Papua, akan terus mengawasi aktivitas KNPB khususnya di wilayah Pegunungan. “Kami akan monitor setiap kegiatan mereka, kalau perlu kami akan tindak tegas mereka,” ucap dia.

 

Setelah itu, massa kemudian melakukan aksi pembakaran terhadap bendera bintang kejora dan KNPB. Namun tidak berapa lama kemudian aksi itu dibubarkan Polisi.***

 

Satgas Yonif MR 413 Kostrad Keliling Kampung Kuatkan Ikatan Silaturahmi di Papua

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Nafri melaksanakan anjangsana keliling di Kampung Nafri Distrik Abepura Kota Jayapura dalam upaya menguatkan ikatan silaturahmi antara Satgas dengan masyarakat.

 

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (28/11/2020).

 

Menurut Mayor Anggun, silaturahmi merupakan kekuatan terbaik untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Perbatasan, oleh karena itu Dansatgas perintahkan kepada Pos Jajaran untuk selalu menjalin hubungan silaturahmi antara Satgas dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun masyarakat biasa lainnya.

 

“Begitupun yang dilakukan Pos Nafri, kegiatan silaturahmi keliling yang mereka lakukan akan membuahkan hasil berupa kenyamanan dan keamanan baik di Pos sendiri maupun di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

 

Kali ini kegiatan silaturahmi yang dilakukan Pos Nafri dipimpin oleh Sertu Aksel yang menjabat sebagai Wakil Komandan Pos Nafri. “Kegiatan silaturahmi keliling yang kami lakukan merupakan sebagai wujud tali kasih kami di bulan yang penuh Kasih ini, sehingga akan tercipta suasana damai dalam menyambut Natal yang sebentar lagi akan kita rayakan di Tanah Papua ini,” ujarnya.

 

“Selain itu juga kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi terkait isu-isu dalam rangka menyambut datangnya tanggal 1 Desember tahun ini, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terkendali,” kata Sertu Aksel.

Berita Terkini

Apple Perkuat Pengawasan Digital Anak Lewat iOS 27

Sumbawanews.com,- Apple resmi memperkenalkan sejumlah pembaruan signifikan di iOS 27 yang dirancang khusus untuk membantu orang tua mengawasi dan mengatur aktivitas digital anak-anak mereka....

RSUD Prambanan Akan Klarifikasi ke Polisi soal Kematian Balita Usai CT Scan

Sumbawanews.com,- Kasus kematian balita berusia tiga tahun, NDMP, yang terjadi setelah menjalani pemeriksaan CT scan di RSUD Prambanan, Sleman, DIY, kini memasuki tahap hukum...

Militer AS Dituduh Serang Tanker Tanpa Peringatan

Sumbawanews.com,- Manajer kapal tanker MT Settebello, IOS Marine F.Z.E., menegaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat tidak memberikan peringatan apa pun sebelum menyerang kapal dagang...

Massa BEM UI Terjebak di Semanggi, Aksi Menuju Bundaran HI Diblokir

Sumbawanews.com,- Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terpaksa berhenti di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, saat bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia...

10 Saksi Mangkir dalam Kasus Gratifikasi BI dan OJK

Sumbawanews.com,- Komitmen kooperatif para saksi menjadi sorotan KPK setelah sepuluh orang yang dipanggil dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang terkait program sosial...

Berita Utama