Home Blog Page 2530

Dansatgas Yonif 742/SWY Ajak Masyarakat Perbatasan Jaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

Belu NTT – Tim kesehatan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY dibawah pimpinan Letda Ckm Dokter Feri Kurnia kembali menggelar sunatan massal di Pos Mahen Dusun Fatubesi Desa Baudaok Kecamatan Tasiolat Kabupaten Belu, Sabtu (10/4/2021).

Moment sunatan massal yang diikuti 20 orang anak-anak dan remaja dari warga desa setempat dimanfaatkan Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro untuk bertatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda Desa Mahen.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Pamtas mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas keterbukaan masyarakat yang telah menerima keberadaan Satgas Pengamanan Perbatasan khususnya personel Pos Mahen.

Menurutnya, keberadaan pos jajarannya selain dalam rangka menjaga wilayah perbatasan dari segala bentuk tindakan ilegal baik yang dilakukan oleh masyarakat sendiri maupun yang dilakukan oleh negara tetangga, juga untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan masyarakat perbatasan dengan harapan adanya keselarasan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

“Ini yang kita harapkan, jiwa nasionalisme dan patriotisme anak bangsa di wilayah perbatasan akan memberikan dampak positif bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

“Mari kita bangun kebersamaan, kekompakan dan sinergitas di wilayah perbatasan demi NKRI yang kita cintai,” tambahnya.

Lebih lanjut Bayu Sigit juga meminta kepada personel pos untuk memberikan yang terbaik, tulus dan ikhlas kepada warga sekitar terutama membantu kebutuhan warga ditengah keterbatasan yang dimiliki.

Sedangkan Sekretaris Desa Baudaok Mama Lena mewakili Kades Baodaok mengatakan kerjasama Pos Mahen bersama masyarakat dan Pemerintah Desa sangat bagus walaupun baru satu bulan berada di Desa Baodaok.

Hal itu dibuktikan dalam dunia pendidikan dengan memberikan pelajaran kepada anak-anak sekitar pos setiap hari dan dibidang kesehatan, Pos Mahen senantiasa memberikan pelayanan kesehatan termasuk hari ini sunatan massal.

Mama Lena juga menyampaikan kendala yang dihadapi masyarakat Baudaok yaitu kekurangan air bersih dan kedepan agar Satgas bisa memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Baodaok.

Sementara Pater (Pembantu Pastur Paroki) Riyandejan sebelum memimpin doa mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan Pos Mahen.

Dijelaskannya, sunatan bukan budaya masyarakat kita, namun karena dilihat dari aspek medis sangat bagus sehingga ia mendukung kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

“Semoga ikatan yang sudah terjalin baik ini bisa ditingkatkan dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Usai memberikan sambutan, Dansatgas yang didampingi Pasiter Kapten Inf Ali Murtono dan Dankipur II Kapten Inf Mahfud bersama Kades Baodaok menyerahkan bantuan baju merah putih, tas ransel dan sembako kepada anak-anak dan remaja yang ikut sunatan massal.

KKB Teror Kembali Dunia Pendidikan, 1 Guru Kembali Tewas Ditembak

sumbawanews.com,- Teror terhadap dunia pendidikan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan membunuh guru di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, terus berlanjut. Setelah membunuh Oktavianus Rayo yang ditembak saat berada di kiosnya, Kamis lalu.

KKB kembali menembak masyarakat sipil bernama Yonatan Renden yang berprofesi sebagai guru honor di SMP N Beoga, Jumat (9/4/2021).

Yonatan Renden di tembak oleh KKB saat dirinya bersama Junaedi (Kepsek SMP N Beoga sedang melakukan pengurusan jenazah dari Oktavianus Rayo di Kampung Onggolan Distrik Beoga Kabupaten Puncak.

“Penembakan terjadi sekitar pukul 16.45 WIT, saat keduanya sedang mengambil terpal untuk alas jenazah Oktavianus Rayo,” jelas Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut.

“Akibat tembakan itu, Yonatan Renden meninggal dunia dengan luka tembakan di bagian dada kiri dan kanan,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk jenazah Yonatan Renden saat ini sudah dievakuasi dari tempat kejadian ke Puskesmas Beoga sekitar pukul 19.00 WIT oleh Satgas Gabungan Yonif 715/Mtl dan Koramil Beoga. “Saat evakuasi ini, aparat gabungan Yonif 715/Mtl dan Koramil Beoga mendapatkan gangguan tembakan dari KKB, yang melakukan penembakan terhadap korban,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, selain melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB yang melakukan pembunuhan terhadap guru dan pembakaran sekolah tersebut, aparat keamanan gabungan TNI-Polri wilayah Beoga sedang melaksanakan siaga untuk menjaga keamanan dan mencegah aksi-aksi dan teror biadab dari KKB. (***)

Danrem 174 Merauke Bersama Enam Kepala Suku Resmikan Dua Koramil di Kabupaten Asmat Papua

(Merauke). Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama 6 (enam) Kepala Suku Distrik Atsy dan Distrik Suator meresmikan 2 (dua) Koramil sekaligus di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

 

Dua Koramil yang diresmikan yaitu Koramil 1707-19/Atsy dan Koramil 1707-20/Suator jajaran Kodim 1707/Merauke Korem 174/ATW. Pelaksanaan peresmian dua Koramil tersebut dilakukan secara terpusat di Koramil 1707-19/Atsy, Distrik Atsy, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Jumat (9/4/2021).

 

Pada kunjungan kerjanya di Distrik Atsy, Kabupaten Asmat, Papua, dalam rangka peresmian dua Koramil tersebut, Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko didampingi Ny. Renny Bangun Nawoko bersama rombongan menggunakan pesawat jenis MAF yang bisa mendarat langsung di air, dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Bandara Mopah Merauke.

 

Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos. dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih atas bertambahnya dua Koramil di Kabupaten Asmat. “Saat ini di Kabupaten Asmat sudah ada enam Koramil dan saya berharap kedepannya bisa bertambah, sehingga keamanan dan ketertiban yang dapat membantu percepatan kemajuan pembangunan di Asmat semakin baik lagi,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Tokoh Masyarakat Kampung Yasiu Bapak Emanuel Koram mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dan bangga karena sebelumnya Pos Ramil Atsy dan saat ini sudah menjadi Koramil 1707-19/Atsy. “Dengan diresmikan Koramil Atsy kedepannya banyak pemuda pemudi asli Asmat, khususnya daerah Atsy termotivasi untuk bisa masuk menjadi TNI AD, sehingga bisa ikut serta menjaga keamanan dan membangun daerahnya sendiri,” harapnya.

 

Sementara itu, Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko diawal sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang dengan antusias turut hadir dan mendukung sejak awal sampai pada acara peresmian Koramil 1707-19/Atsy dan Koramil 1707-20/Suator di wilayah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

 

“Selain saya, peresmian dua Koramil ini juga diresmikan dan ditandatangani langsung oleh enam Kepala Suku dari suku wilayah Distrik Atsy dan Distrik Suator, sehingga diharapkan keberadaan Koramil 1707-19/Atsy dan Koramil 1707-20/Suator menjadi milik bersama masyarakat Distrik Atsy dan Distrik Suator,” kata Danrem 174 Merauke.

 

Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko berharap dengan berdirinya Koramil Atsy dan Koramil Suator ini para prajurit anggota Koramil dapat menghadirkan semangat baru dan karya-karya nyata demi kemajuan satuan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Distrik Atsy dan Distrik Suator, guna terciptanya stabilitas keamanan  dalam bingkai NKRI.

 

Turut hadir pada acara peresmian diantaranya Kasrem 174 Merauke Kolonel Arh  Hamim Tohari, M.A., Kasi Intel Korem 174 Merauke Kolonel Inf Enjang, S.I.P., Kasiter Korem 174 Merauke Kolonel Inf Ganiahardi, Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Muh. Rois Edy Susilo, S.T., Kapolres Asmat AKBP Dani Gumilar, S.I.K., Ketua DPRD Kabupaten Asmat Bapak Yowel Manggaprao  dan para Kepala Kampung serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat di wilayah Distrik Atsy dan Distrik Suator. (Bdr)

Tak Tolak Zero ODOL, Industri Hanya Minta Diberi Waktu Berbenah

Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)

Jakarta-Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda dunia termasuk Indonesia, sangat memukul sektor industri. Kementerian Perindustrian mencatat  ada 10 sektor industri yang terpukul akibat pandemi. Jumlah tersebut mewakili 60 persen dari total industri di Indonesia.

Sejumlah kontrak industri diketahui mengalami penundaan pembayaran hingga pembatalan pesanan akibat pandemi. Selain itu, ada penurunan utilisasi pabrik karena jatuhnya permintaan produk industri. Industri juga terpukul harga bahan baku dan penolong yang naik lantaran keterbatasan akses kepada negara importir serta kesulitan transportasi logistik akibat berkurangnya moda.

Karena kondisi yang masih terpuruk inilah sektor industri meminta agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersedia memberikan waktu lagi kepada mereka untuk berbenah diri sambil menjalankan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) secara bertahap hingga 2025. Apalagi biaya yang dibutuhkan industri untuk itu tidaklah kecil. Angkanya bisa mencapai triliunan rupiah. Sebuah hal yang mustahil untuk bisa dipenuhi hingga tahun 2023 sesuai waktu yang ditetapkan Kemenhub untuk industri harus melaksanakan kebijakan Zero ODOL ini sepenuhnya.

Fredy Agung Prabowo dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mengutarakan, sesuai kalkulasi akan ada kenaikan biaya logistik di industri semen sebesar 50-60 persen. Itu disebabkan dampak zero ODOL dari sisi overload-nya bukan overdimension-nya. Sebagai gambaran, kalau misalnya trucking yang sekarang ini bisa muat 30 ton, dengan menerapkan Zero ODOL itu paling cuma muat 16 ton. “Itu kan cukup besar pengurangannya. Artinya, dengan volume yang sama, kita butuh armada yang banyak dan itu membutuhkan investasi yang sangat besar,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami indsutri kelapa sawit. Agung Wibowo dari Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (GAPKI). Menurutnya, ongkos angkut kelapa sawit atau CPO berpotensi meningkat hingga dua kali lipat atau setara dengan Rp 32 triliun per tahun dengan diterapkannya kebijakan Zero ODOL ini. Dikatakan, kebijakan ini juga akan berdampak kepada peremajaan truk yang mencapai sekitar 14.628 unit/tahun (untuk truk yang berumur 10 tahun), dengan potensi budget yang dibutuhkan sejumlah Rp10 triliun.

“Untuk itu, kami perlu mempersiapkan dana besar untuk kebutuhan investasi tambahan untuk modifikasi dan operasional,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto,  juga mengutarakan dari hasil kajian yang dilakukan terhadap penerapan Zero ODOL ini, ada peningkatan kebutuhan armada truk baru sebanyak 11.800 unit untuk memenuhi kebutuhan industri keramik dan itu membutuhkan penambahan dana yang besar.  “Secara tidak langsung akan menyebabkan biaya pengangkutan naik drastis sebesar 240 persen,” tuturnya.

Karenanya, Asaki meminta atensi dan dukungan pemerintah agar penerapan Zero ODOL ini bisa dikaji ulang kembali berkaitan Jumlah Berat Diijinkan (JBI Truk). Hal itu karena actual muat saat ini dibanding muatan JBI ODOL selisihnya sangat jauh dan mengingat industri masih terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Jadi, seyogianya penerapan Zero ODOL bisa ditunda sampai tahun 2025 setelah perekonomian nasional kembali pulih dan daya saing industri membaik,” ujarnya.

Boycke Garda Aria dari Asosiasi Pengusaha Pupuk Indonesia (APPI) juga menyampaikan kebijakan Zero ODOL ini menjadi tantangan bagi industri pupuk yang juga harus menyediakan investasi yang besar untuk penyediaan truk. “Zero ODOL ini akan menyebabkan jumlah rit juga naik 100 persen. Kalau dulu itu bisa dilayani 1000 truk, sekarang jadi 2000 truk. Itu butuh dana yang sangat besar. Sementara investor-investor juga belum tentu bisa mengakomodir pembelian sebanyak itu. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Aryan Warga, bahkan menyampaikan dengan penerapan kebijakan Zero ODOL ini akan ada penambahan 765 ribu truk, baik ukuran small, medium, dan besar yang harus dipersiapkan indsutri pulp dan kertas. “Terjadi peningkatan yang cukup besar. Dan pada tahun 2025 bahkan kita perkirakan bisa mencapai satu juta truk. Yang menjadi pertanyaan kami adalah, apakah industri otomotif  bisa menyiapkannya,” katanya

Dibalik Sengkarut Rp 10 Milyard, Bank NTB Syariah Tuai Pujian OJK

Keterangan Foto : Dirut PT Bank NTB Syariah , Kukuh Rahardjo dan Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah , Muhamad Usman.

_______________________________________

MATARAM – Di balik dugaan raibnya dana Rp10 miliar milik Bank NTB Syariah yang diduga digelapkan oknum penyelia pelayanan nontunai, namun Bank NTB Syariah menuai banyak pujian dan apresiasi.

Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi memuji Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Mori mengatakan, dugaan penggelapan Rp10 miliar tidak terlepas dari peran Kukuh Rahardjo yang melakukan tracing sekian ribu transaksi untuk menemukan transaksi mencurigakan.

“Munculnya temuan sebesar Rp10 miliar berkat dilakukan tracing sekian ribu transaksi diduga mencurigakan oleh manajemen Bank NTB Syariah di bawah kepemimpinan Kukuh Rahardjo. Justru kita harus apresiasi keberhasilan dalam melakukan pengungkapan terhadap masalah ini,” ujar Mori dilansir dari _Garda Asakota_.

Kukuh Rahardjo juga mengatakan permasalahan tersebut saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum atau APH. Kasus tersebut memang bersifat dugaan, dan sepenuhnya diserahkan ke APH.

“Permasalahan ini sebenarnya masih dugaan temuan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi di salah satu cabang Bank NTB Syariah. Itu salah satu dampak dari perbaikan bisnis sejak Bank NTB Syariah berkonversi,” katanya, Sabtu, 10 April 2021 di Mataram.

Dia mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan dewan agar Bank NTB Syariah tetap semangat.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder termasuk wakil rakyat kami di DPRD Kabupaten/kota dan provinsi,” ujarnya.

Sejak laporan diajukan ke APH, saat ini kata Kukuh, kepolisian telah mulai mendalami kasus tersebut

“Memang sejak berapa hari lalu kami sudah melaporkan ke APH, dan APH sudah menindaklanjuti dengan melakukan investigasi terhadap petugas terkait,” ujarnya.

Kukuh mengatakan, Bank NTB Syariah akan terus melanjutkan ikhtiar dalam meningkatkan pertumbuhan. Karena, sejak berkonversi dari konvensional ke syariah, pertumbuhan Bank NTB Syariah terus mengalami kemajuan.

“Kedua, kami lebih berpikir untuk melanjutkan ikhtiar kami meningkatkan pertumbuhan yang sejak dua tahun terakhir saat kami berkonversi menjadi Bank NTB Syariah, Alhamdulillah pertumbuhan kami jauh di atas rata-rata,” ungkapnya.

Itu katanya berkata dukungan nasabah yang mempercayai Bank NTB Syariah. “Kami sangat menghargai nasabah-nasabah kami dan dewan yang memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami untuk melaporkan ke APH,” imbuhnya.

Bank NTB Syariah enggan larut dalam persoalan dugaan fraud di salah satu cabang. Bank tersebut akan terus melanjutkan ikhtiar meningkatkan pertumbuhan.

“Kami tidak mau larut terhadap permasalahan ini, karena yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya pertumbuhan yang sudah terjadi dua tahun ini dapat berlangsung terus,” katanya.

*Pertumbuhan di Atas Rata-Rata Nasional*

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, mengatakan kemajuan bisnis Bank NTB Syariah terus menunjukkan kemajuan dari sebelum berkonversi.

“Dua tahun yang lalu biasa kita reborn pada bulan Mei atau Juni. Tapi tahun ini Alhamdulillah kita di bulan Januari berada di posisi Desember sehingga ada kemajuan dari pertumbuhan bisnis kita,” jelasnya.

Itu tidak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap Bank NTB Syariah. Bahkan, nasabah sama sekali tidak khawatir terhadap sengkarut yang dialami bank saat ini.

“Masyarakat tetap memberikan kepercayaan. Itu menjadi suatu modal bagi kami untuk terus tumbuh,” katanya

Pihak OJK pun menuaikan apresiasi terhadap peningkatan pertumbuhan bisnis bank tersebut. Itu karena dari sisi pembiayaan dan dana, Bank NTB Syariah melesat maju di atas rata-rata nasional.

“Beberapa hari lalu pihak OJK mengapresiasi pertumbuhan bisnis kami sampai dengan tahun 2020, baik dari sisi pembiayaan maupun sisi dana di atas rata-rata pertumbuhan nasional,” ungkapnya.

“Dari sisi pembiayaan di nasional negatif (minus 2), tapi kita justru positif sampai 14,8 persen,” katanya.

Begitu juga di sisi aset atau dana pertumbuhan nasional sekitar 7 persen, sementara Bank NTB Syariah melesat naik di atasnya.

“Aset nasional tumbuh 7 persen, kalau kita 20 persen,” jelasnya.

Bank NTB Syariah juga menyediakan program saat menghadapi pandemi. Program yang berakhir Maret 2021 lalu adalah apresiasi terhadap pahlawan COVID-19.

“Kita juga ada program Covid sampai bulan Maret kemarin. Itu nasabah atau masyarakat yang kita anggap sebagai pahlawan Covid kita berikan tarif spesial, biaya spesial,” ujarnya.

Kini, Bank NTB Syariah tengah menyiapkan program menyambut Ramadhan 2021. Tentunya, akan lebih fokus memajukan pertumbuhan bisnis.

Dansektor Timur Letkol Bayu Sigit Komsos Dengan Masyarakat Dafala dan Serahkan Bantuan Tali Asih

Belu NTT – Komandan Batalyon Infanteri 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur menggelar komunikasi sosial dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021).

Kunjungan Dansatgas Pamtas bersama rombongan di Kantor Desa Dafala disambut Dankipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni dan Muspides Dafala dengan pengalungan kain tais khas NTT kepada Dansatgas dan Pasiter Satgas Kapten Inf Ali Murtono.

Acara komunikasi sosial yang berlangsung sederhana dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 tersebut diisi dengan dialog ringan antara Dansatgas dengan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Pamtas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa, mudah-mudahan dengan perkenalan ini diberikan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran di Desa Dafala, lanjutnya, dapat menambah hubungan silaturahmi dan kekeluargaan karena tidak menutup kemungkinan keluarga di Dafala berkunjung ke NTB bisa mampir di Gebang Mataram tempat satuan Yonif 742/SWY.

Bayu Sigit juga menyampaikan permohonan maaf karena baru sempat bisa bertatap muka dengan masyarakat Dafala karena ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan dan tidak bisa ditinggalkan.

Dijelaskannya, satuan kami terakhir melaksanakan tugas Pamtas Sektor Timur pada tahun 2014 dan sekarang kami kembali diberikan kesempatan untuk melaksanakan tugas.

Untuk itu, pihaknya membutuhkan bantuan, kerjasama, kolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat perbatasan tidak terkecuali masyarakat Dafala.

“Selain itu menjaga wilayah perbatasan, kami datang dengan tulus untuk melaksanakan tugas membantu masyarakat terutama dibidang pertanian dan peternakan sebagai mata pencaharian utama masyarakat Dafala,” terangnya.

Selain itu, Dansatgas juga menitipkan para personel kepada masyarakat, apabila dalam bergaul ada kekurangan atau kesalahan agar langsung disampaikan ke Danki atau langsung kepada Dansatgas bisa via telepon atau mampir ke Mako Satgas di Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat.

Pria kelahiran Bandung itu juga akan membantu kebutuhan masyarakat terutama mesin air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak empat buah yang akan diserahkan secara bertahap mulai bulan ini hingga Mei mendatang.

Sebelumnya, Kepala Desa Dafala Leonardus Kehi mengucapkan selamat datang kepada Dansatgas dan rombongan di Desa Dafala sebagai desa perbatasan RI-RDTL.

Disampaikannya, sekitar 90 persen masyarakat Dafala bekerja sebagai petani dan Desa Dafala masih aman dari bencana siklon tropis seroja beberapa hari lalu.

Selama ini, kata Leonardus Kehi, kerjasama dengan Pos Fatubesi, Fohululik dan Pos Dafala sudah berjalan sangat baik sehingga keamanan Desa Dafala terjaga dengan baik.

“Komunikasi dan Kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik agar kita pertahankan dan tingkatkan kedepan,” tutup Kades Dafala.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tali asih berupa pakaian layak pakai, sarana olahraga dan Alkitab yang diserahkan Dansatgas kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Desa Dafala.

Pangdam XVII/Cenderawasih Bersama Orang Tua Casis Tamtama TNI AD Terima Arahan Kasad

sumbawanews.com,- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. bersama para orang tua dari peserta Calon Siswa Tamtama PK TNI AD Gel I Tahun 2021 mendengarkan arahan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa terkait pelaksanaan tes Werving melalui Video Conference, di Ruang Bina Yudha Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Jumat (9/4/2021).

 

Dalam arahannya, Kasad menyampaikan bahwa Werving merupakan program penerimaan personel TNI baik melalui jalur sukarela maupun melalui jalur wajib yang menggunakan anggaran TNI AD.

 

“Materi seleksi yang diujikan meliputi Pemeriksaan Administrasi, Kesehatan, Kesegaran Jasmani, Mental Ideologi dan Psikologi, dimana tentunya akan memerlukan waktu yang tidak sedikit dalam proses seleksi yang dilaksanakan,” jelas Kasad.

 

Lebih lanjut Kasad juga menjelaskan agar dalam pelaksanaan seleksi tetap mempedomani protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Saat pelaksanaan Werving agar tetap mempedomani Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 dengan menerapkan Social Distancing dan Physical Distancing baik pada saat pelaksanaan seleksi maupun istirahat,” tambah Jenderal TNI Andika Perkasa.

 

Selanjutnya Kasad mengingatkan kepada orang tua calon prajurit bahwa tidak ada pungutan apapun dalam pelaksanaan proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD. “Jadi, Bapak-Mama sekalian, kami hanya ingin menjelaskan sekali lagi, bahwa pendaftaran untuk menjadi anggota TNI AD tidak memerlukan biaya apapun atau gratis,” tegasnya.

 

Selain itu, Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan juga kepada para orangtua bahwa dalam mekanisme penerimaan calon prajurit TNI AD itu bergantung pada kemampuan dan kapasitas dari masing-masing calon.

 

“Jadi, jangan sampai nanti ada orang yang pesan kepada putra bapak-mama, atau bahkan ada yang datang ke bapak-mama bilang bisa membantu masuk, maka itu tidak benar. Apabila ada oknum yang menawarkan bantuan dengan cara meminta imbalan, Bapak-Mama bisa melaporkannya ke saya, atau ke Kodam,” ucap Jenderal TNI Andika Perkasa.

 

Di akhir arahannya Kasad berpesan apabila putra dari para orangtua gagal pada tahap pendaftaran, jangan menyerah dan terus berusaha. “Apa yang menjadi kekurangan pada diri calon prajurit segera perbaiki, kemudian mencoba lagi ketika proses seleksi tahun berikutnya. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” tutupnya. (Pendam XVII/Cenderawasih).

Pererat Silaturahmi, Satgas Pamtas Yonif 642 Bantu Masyarakat Panen Ubur-Ubur

(Sambas-Kalbar).  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas membantu memanen ubur-ubur di Dusun Maludin, Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpos Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat bersama 3 personel Satgas, guna mempererat silaturahmi yang sudah terjalin.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam rilisnya di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Jumat (9/4/2021).

 

“Kegiatan panen ubur-ubur ini merupakan sebuah momentum sekaligus kegiatan yang menarik karena hanya dilakukan secara musiman antara bulan Maret dan April dalam setahun,” kata Letkol Inf Alim Mustofa.

 

Di tempat terpisah, Danpos Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat mengatakan, personel Satgas membantu memanen ubur-ubur bersama masyarakat ini bertujuan untuk mempererat hubungan baik yang sudah terjalin selama ini. “Kami sudah lama berada di Temajuk ini dan sudah menjadi bagian dari masyarakat perbatasan, jadi sudah seharusnya kami untuk ikut membantu kegiatan warga binaan di sekitar wilayah Pos kami,” ujarnya.

 

Menurut Letda Inf Ryan Hidayat, kegiatan ini selain untuk mempererat hubungan antara Satgas dengan masyarakat juga untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat agar semakin solid.

 

Sementara itu, Haji Udin selaku Tokoh Masyarakat Desa Temajuk mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif 642/Kapuas yang telah membantu masyarakatnya dalam memanen dan memindahkan ubur-ubur ke dalam kilang bersama masyarakat dengan penuh semangat. “Kami ingin kegiatan seperti ini akan berlanjut kedepannya, karena kami sebagai masyarakat merasa diperhatikan dan terbantu,” ucapnya. (Bdr)

Setelah Bunuh Guru, Kebiadaban KKB Berlanjut Dengan Bakar Gedung Sekolah

sumbawanews.com- Kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga Kabupaten Puncak pada hari Kamis (8/4/2021), tidak hanya menghilangkan nyawa dari seorang tenaga pendidik atau guru bernama Oktovianus Rayo (43). Kebiadaban tersebut juga menyasar fasilitas pendidikan dengan membakar gedung SD Jambul, SMP dan SMA 1 Beoga.

 

Pembakaran Gedung sekolah itu terjadi pada pukul 18.15 WIT, atau kurang lebih 9 jam setelah KKB pimpinan Sabinus Waker melakukan pembunuhan dengan menembak mati Oktovianus Rayo saat berada di kios miliknya pada pukul 09.30 WIT di pagi harinya.

 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal menjelaskan peristiwa tersebut diketahui pihaknya setelah warga datang melapor ke Polsek Beoga, dan saat tiba di TKP Gedung sekolah telah terbakar. “Mendapat laporan, anggota kita ke sana dan setiba di TKP bangunan SD, SMP dan SMA serta rumah guru yang berada dalam satu kompleks sudah terbakar,“ kata Kamal, Jumat (9/4/2021).

 

“Dugaan kuat kita, pelaku pembakaran ini adalah kelompok yang sama dengan pelaku penembakan guru pagi harinya,” lanjut Kamal.

 

Akibat aksi biadab KKB itu, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengaku telah memerintahkan dinas pendidikan di Kabupaten Puncak untuk segera mengevakuasi para guru yang bertugas di distrik Beoga menuju Timika.

 

“Laporan yang saya terima itu paginya mereka datang ke rumah salah satu guru saya yang sedang jaga kios, mereka masuk dan langsung tembak. Setelah itu mereka menuju SMP dan SMA negeri 1 Beoga dan merusak bangunan sekolah satu atap tersebut,“ ungkap Christian Sohilait.

 

“Saya sudah perintahkan agar mereka (guru) segera di kumpulkan di salah satu tempat yang aman, dan begitu ada penerbangan langsung dievakuasi ke timika. Ini demi keamanan mereka,“ pungkasnya. (***)

Panglima TNI Resmikan Monumen Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh di Jakarta

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasau Marsekal TNI Fajar Prasetyo, S.E., M.P.P., meresmikan Monumen Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh yang berada di Wisma Aldiron bekas Mabes TNI Angkatan Udara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021).

 

Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian monumen ini juga menjadi kado Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara ke-75. “Pemilihan tempat bagi Monumen Abdulrahman Saleh di Wisma Aldiron juga menjadi cikal bakal pendirian Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Prof. dr. Abdulrachman Saleh sebagai Rumah Sakit Infeksi. Karena di tengah pandemi Covid-19 saat ini, disadari bahwa pentingnya fasilitas kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga besar TNI AU dan TNI,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah putera terbaik yang pernah dimiliki TNI Angkatan Udara sehingga sangat layak dijadikan role model bagi  generasi penerus dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah sosok panutan yang dapat dijadikan teladan bagi TNI, khususnya TNI AU,” katanya.

 

Menurut Panglima TNI ditengah berbagai keterbatasan di masa revolusi fisik, Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh mampu menjadi seorang dokter dan menjadi pelopor berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) serta memiliki karier militer yang cemerlang. “Monumen yang baru saja  diresmikan ini, dapat menjadi simbol dari semangat  agar tidak melupakan sejarah karena masa lalu adalah cerminan hari ini dan akan membentuk masa depan,” jelasnya.

 

Saat meresmikan monumen tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengutip pidato Bung Karno di tahun 1966 yang mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. “Ini adalah sebuah nasihat yang harus kita wariskan ke generasi penerus agar tidak melupakan sejarahnya,” tuturnya.

 

Panglima TNI  berharap dengan  keberadaan Monumen Marsda Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh akan memberikan banyak manfaat dan menjadi pengingat  akan jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. “Hal ini sekaligus menjadi manifestasi dari komitmen TNI dan generasi muda agar tidak pernah meninggalkan sejarah,” ucapnya. (Ahm)

Berita Terkini

Pokdarwis Saling Gayong Siap Data UMKM dan Potensi Wisata Desa Pasir Putih, Lapak Liar...

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saling Gayong Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam waktu dekat akan melaksanakan...

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati H. Jarot Dorong Penguatan Iman, Budaya, dan...

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam...

Kelancaran Haji 2026, Prabowo Ucapkan Terima Kasih

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berperan dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dalam evaluasi pasca-pelaksanaan yang digelar di...

Upacara Paripurna 17 Juni Momentum Perkuat Sinergi Kejari dan Pemda Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri upacara Paripurna 17 Juni 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa. Hadir juga...

Berita Utama