Home Blog Page 124

Peringati HUT Ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini Gelar Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas Agama

Jakarta, sumbawanews.com – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas Agama di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum IKKT Pragati Wira Anggini, Ny. Evi Agus Subiyanto, didampingi Wakil Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Susi Tandyo Budi R, Ketua Harian Dharma Pertiwi Ny. Fenty Chandra, serta Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini Ny. Selly Richard Tampubolon.

Mengusung tema “Cantik, Sehat, dan Bahagia di Setiap Usia”, seminar kesehatan ini dilaksanakan secara hibrida (luring dan daring) agar dapat diikuti oleh seluruh anggota IKKT PWA dari tingkat pusat hingga daerah. Dua pakar dihadirkan sebagai pembicara, yaitu dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, yang mengupas materi “Menjaga Kesehatan Reproduksi dan Kehidupan Seks yang Sehat”, serta dr. Yunita Aryani, M.Si., M.H., yang membagikan edukasi tentang “Cerdas Memilih Perawatan Kulit yang Aman: Dari Skincare hingga Teknologi Estetik”.

Dalam sambutannya, Ketua Umum IKKT PWA, Ny. Evi Agus Subiyanto, berharap kehadiran para narasumber ini dapat memperkaya wawasan anggotanya mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara holistik (menyeluruh). “Perempuan yang sehat, bahagia, dan memiliki kualitas hidup yang baik merupakan pilar utama terciptanya keluarga yang harmonis, sekaligus fondasi bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan pengabdian ke-60 tahun, rangkaian acara dilanjutkan dengan Doa Bersama Lintas Agama. Di tengah keberagaman keyakinan, seluruh peserta dengan khidmat memanjatkan doa untuk keselamatan, kekuatan, dan perlindungan bagi prajurit TNI yang tengah bertugas menjaga kedaulatan negara, serta demi persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menutup rangkaian kegiatan, Ny. Evi Agus Subiyanto menyerahkan tali asih kepada anak yatim, anak berkebutuhan khusus, warakawuri (janda prajurit TNI), dan karyawan IKKT PWA sebagai bentuk kepedulian sosial serta penguat tali solidaritas antarsesama. (Puspen TNI)

DPO Narkoba Malaysia Dikejar Bareskrim

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri menetapkan dua warga negara Malaysia sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelundupan narkoba skala besar dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya, M Nabil Haryadi (25) dan Erwin (46), dicari atas keterlibatan dalam penyelundupan 64 kilogram sabu yang gagal dibawa masuk ke wilayah perairan Indonesia pada Mei 2026.

Dalam surat DPO nomor DPO/87/VI/2026/Dittipidnarkoba, Erwin digambarkan memiliki tinggi badan 172 cm, berat 75 kg, rambut hitam pendek lurus, mata hitam, tubuh sedang, dan kulit sawo matang. Sementara itu, M Nabil tercatat dalam DPO nomor DPO/90/VI/2026/Dittipidnarkoba dengan ciri fisik serupa: tinggi 170 cm, berat 60 kg, rambut hitam pendek, mata hitam, tubuh sedang, dan warna kulit sawo matang.

Kedua tersangka ini menjadi bagian dari jaringan transnasional yang sebelumnya berhasil ditangkap oleh tim Bareskrim di Bengkalis, Riau. Dua rekan mereka, Indra Bayu dan Solihin, ditangkap pada 16 Juni 2026 dini hari setelah menjadi buronan dengan barang bukti 48 kg sabu, 15 kg ketamin, dan 20.000 butir ekstasi.

Menurut keterangan Indra Bayu, ia diajak Nabil untuk mengambil narkoba dari Malaysia pada awal Mei 2026. Bersama Erwin, mereka menyewa speed boat melalui Solihin dan berangkat menuju Batu Pahat, Sungai Panjang, Malaysia. Di sana, mereka menunggu di atas sampan hingga menerima dua kardus hitam berisi sekitar 64 kg narkotika dari seorang warga negara Malaysia bernama WAN.

Saat kapal mereka memasuki perairan Indonesia, tim patroli Bea Cukai mendeteksi keberadaan mereka. Panik, ketiganya memutuskan melompat ke laut dan melarikan diri melalui hutan bakau, meninggalkan speed boat dan seluruh barang bukti di belakang. Sejak itu, Nabil dan Erwin menghilang.

“Keduanya telah ditetapkan sebagai DPO oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri,” tegas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigjen Eko Hadi Santoso, Jumat (19/6/2026).

Penyelidikan terus berlanjut. Bareskrim kini bekerja sama dengan otoritas Malaysia untuk melacak jejak kedua tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lintas batas yang lebih luas. Pihak berwenang juga mempertimbangkan pengajuan Red Notice melalui Interpol jika upaya penangkapan domestik gagal.

Dengan kasus ini, Bareskrim menegaskan komitmennya dalam memutus rantai peredaran narkoba transnasional—bukan hanya menangkap pelaku, tapi juga mengungkap seluruh struktur jaringan yang mengancam keamanan nasional.

Jaringan Cendekiawan Muda Kecam Pembubaran Diskusi Menteri di UGM

Sumbawanews.com,- Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual—begitu tegas pernyataan Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menanggapi pembubaran paksa diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada, Sleman, Senin (16/6/2026) malam. Diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh, termasuk menteri, digeruduk dan dibubarkan oleh ratusan mahasiswa tanpa proses dialog, memicu kecaman luas dari kalangan akademik dan organisasi kepemudaan.

Sekretaris Jenderal PB HMI sekaligus pendiri JCM, Jusrianto, menyebut tindakan itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan akademik yang mencederai prinsip demokrasi. “Perbedaan pandangan bukan alasan untuk persekusi, tapi tantangan untuk berdialog. Kampus bukan medan perang, tapi ruang uji gagasan,” tegasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

JCM menolak tegas segala bentuk intervensi politik praktis terhadap gerakan mahasiswa. Menurut Jusrianto, mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen, bukan alat mobilisasi untuk kepentingan elektoral atau kelompok tertentu. “Ketika mahasiswa diperalat, mereka kehilangan fungsi utamanya sebagai agen kontrol sosial yang kritis dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Diskusi yang dibubarkan itu sejatinya dirancang sebagai ruang terbuka untuk merenungkan peran Pancasila dalam konteks kebangsaan masa kini. Kehadiran menteri sebagai narasumber justru menandai upaya pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan generasi muda—sebuah upaya yang justru dihentikan secara paksa.

JCM menilai insiden ini bukan sekadar kejadian isolasi, melainkan gejala dari ancaman lebih besar: melemahnya ruang publik intelektual di tengah tantangan multidimensi yang dihadapi bangsa—dari tekanan ekonomi global, krisis fiskal, ketahanan pangan dan energi, hingga keretakan tata kelola demokrasi. “Kita tidak bisa membangun masa depan jika ruang untuk berpikir kritis dibungkam,” kata Jusrianto.

Organisasi yang menghimpun sekretaris jenderal berbagai organisasi kepemudaan itu pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merawat demokrasi yang sehat, menjaga stabilitas nasional, dan memperkuat budaya dialog sebagai fondasi penyelesaian perbedaan. “Kritik itu sehat. Pembubaran itu berbahaya. Kampus harus tetap menjadi rumah bagi kebebasan berpikir—bukan tempat bersembunyi dari perdebatan,” pungkasnya.

Insiden ini kini menjadi sorotan nasional, mengingat UGM selama ini dianggap sebagai simbol kebebasan akademik dan pusat lahirnya gagasan-gagasan progresif di Indonesia.

AS dan Iran Capai Gencatan Senjata Sementara, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sumbawanews.com,- Washington — Amerika Serikat dan Iran secara resmi mengumumkan gencatan senjata sementara setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) berisi 14 poin kesepahaman untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dokumen yang dibacakan pejabat tinggi AS pada Rabu (17/6/2026) di Washington menjadi titik balik diplomatik yang mengejutkan dunia, terutama setelah eskalasi militer di Timur Tengah mencapai puncaknya sejak 2023.

MoU tersebut tidak mengakhiri semua ketegangan, tetapi menciptakan jendela 60 hari untuk negosiasi mendalam yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss, mulai Jumat (19/6/2026). Selama periode ini, kedua belah pihak sepakat menahan diri dari segala bentuk agresi militer, ancaman kekerasan, atau campur tangan dalam urusan internal masing-masing. Termasuk di dalamnya, penghentian permanen operasi militer di semua front, terutama di Lebanon, yang selama ini menjadi medan perang tak resmi antara kelompok bersenjata yang didukung Iran dan kekuatan Barat.

Dalam poin krusial, AS berjanji mencabut blokade angkatan lautnya terhadap Iran dalam waktu 30 hari, serta menarik pasukan militernya dari wilayah perbatasan Iran setelah kesepakatan akhir dicapai. Sebagai gantinya, Iran berkomitmen memastikan kelancaran lalu lintas maritim di Selat Hormuz — jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman — tanpa biaya tol atau hambatan militer. Pembersihan ranjau laut dan koordinasi administrasi maritim dengan Oman serta negara-negara pesisir Teluk akan dilakukan sesuai hukum internasional.

Kesepakatan ini sengaja menghindari pembahasan mendalam mengenai program nuklir Iran, yang tetap menjadi isu paling sensitif. Namun, kedua pihak sepakat bahwa isu tersebut akan menjadi bagian dari negosiasi akhir dalam 60 hari ke depan. Dengan demikian, MoU ini lebih merupakan “jeda strategis” daripada akhir konflik, namun cukup kuat untuk membuka ruang bagi perdamaian yang berkelanjutan.

Reaksi internasional pun cepat menyusul. Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menyambut baik langkah ini sebagai “terobosan diplomatik yang patut diapresiasi”. Sementara itu, Israel dilaporkan menolak untuk dilibatkan dalam proses ini, dengan sumber diplomatik mengungkapkan kekhawatiran bahwa kesepakatan ini bisa melemahkan posisi keamanannya di kawasan.

Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, harga minyak global langsung merosot lebih dari 12% dalam sehari, sementara kapal-kapal komersial dari Eropa, Asia, dan Afrika mulai berdatangan kembali ke pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia. Bagi warga sipil di kawasan, ini bukan sekadar perubahan kebijakan — tapi harapan akan masa depan yang damai.

Negosiasi akhir di Jenewa akan menjadi ujian sejati. Apakah kepercayaan yang baru tumbuh bisa bertahan di tengah sejarah panjang saling curiga? Ataukah gencatan senjata ini hanya menjadi jeda sebelum badai berikutnya? Dunia menunggu.

Alphard Milik Kaki Tangan Sony Disita Kejagung

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menyita satu unit mobil Toyota Alphard yang diduga merupakan aset hasil korupsi dalam kasus program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. Mobil mewah tersebut dimiliki oleh Asep Yusuf Somantri, tersangka yang dijuluki sebagai “kaki tangan” eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Dalam konferensi pers Kamis (18/6), Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa penyitaan dilakukan setelah tim penyidik mengidentifikasi Alphard sebagai bagian dari kekayaan tersangka yang berasal dari aliran dana tidak sah dalam proyek MBG. “Mobil ini baru kami amankan hari ini, setelah sebelumnya AYS sudah ditahan selama seminggu. Ini salah satu aset hasil korupsi yang kami sita,” ujar Syarief.

Penyitaan ini menjadi bagian dari upaya sistematis Kejagung untuk mengungkap dan mengamankan aset-aset hasil tindak pidana korupsi yang melibatkan jaringan luas di lingkungan BGN. Selain Alphard, penyidik juga tengah menelusuri sejumlah harta lain, termasuk uang tunai yang diduga diserahkan oleh Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, kepada eks Kepala BGN Dadan Hindayana, sebagai imbalan atas pengalihan titik SPPG—sistem penyaluran dana MBG yang seharusnya dikelola oleh yayasan berbasis sekolah.

Kasus MBG kini telah menjerat enam tersangka: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono (Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal), dan Glory Harimas Sihombing. Dalam perkara ini, Kejagung menemukan adanya manipulasi struktur pengadaan barang, di mana sejumlah SPPG yang tidak memenuhi syarat justru dipilih karena keterkaitan dengan pejabat BGN. Akibatnya, terjadi mark-up harga yang masif terhadap barang-barang seperti 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 tablet, dan 5.400 televisi 75 inci—sebagian besar kini menumpuk tak terpakai di gudang Sentul, Bogor.

Sony Sonjaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, telah menjadi sumber utama pengungkapan jaringan korupsi ini. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan adanya 41 nama pejabat dan pihak terkait yang diduga terlibat, termasuk dugaan pengadaan CCTV fiktif dan transaksi mark-up titik SPPG. Kini, penyidik fokus pada jejak keuangan dan aset yang dialihkan melalui perantara seperti AYS, yang menjadi ujung tombak operasional pencucian uang di lapangan.

Kejagung menegaskan bahwa penyitaan aset belum berhenti. “Masih dalam proses. Kami terus menggali jejak keuangan, rekening, dan harta bergerak lain yang diduga berasal dari dana MBG yang dicurangi,” tegas Syarief.

Kasus ini bukan sekadar soal mobil mewah atau barang elektronik yang mengendap di gudang. Ini adalah indikasi sistemik kegagalan pengawasan terhadap program sosial yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar anak-anak sekolah. Kini, dengan penyitaan Alphard, Kejagung mengirim pesan tegas: tak ada lagi tempat bersembunyi bagi para pelaku korupsi, sekalipun mereka berada di balik layar.

Apple TV Tayangkan Balapan Formula 1 Austria Secara Gratis

Sumbawanews.com,- Tidak perlu langganan—siapa pun bisa menyaksikan seluruh rangkaian balapan Formula 1 Grand Prix Austria secara langsung dan gratis melalui aplikasi Apple TV. Acara yang berlangsung mulai 26 Juni ini mencakup semua sesi: latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan utama, tanpa batasan akses.

Sesi latihan pertama dimulai pada 26 Juni pukul 07.30 waktu Timur AS, diikuti sesi kedua pada pukul 11.00 waktu yang sama. Kualifikasi berlangsung esok harinya, 27 Juni, pukul 10.00, dan balapan puncak akan berlangsung pada 28 Juni pukul 09.00 waktu Timur AS. Penonton hanya perlu membuka aplikasi Apple TV di perangkat apa pun—tidak perlu akun berlangganan, tidak perlu login, dan tidak ada iklan yang mengganggu.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ambisius Apple untuk memperkuat kehadirannya di dunia olahraga langsung. Sejak awal 2026, Apple telah memegang hak siar eksklusif Formula 1 di Amerika Serikat, dan menurut perusahaan, jumlah penonton streamingnya telah melampaui ekspektasi bahkan di musim pertama. Meski memiliki hak eksklusif, Apple justru memilih untuk berbagi konten dengan mitra strategis: beberapa balapan ditayangkan ulang di Netflix, sementara balapan tertentu juga diputar di bioskop IMAX sebagai pengalaman sinematik.

Selain Formula 1, Apple juga terus mengeksplorasi peluang di liga olahraga lain. Pernah menayangkan pertandingan Major League Soccer yang seluruhnya direkam menggunakan iPhone, kini platform ini rutin menayangkan pertandingan ganda Major League Baseball setiap Jumat malam, menambah daftar konten olahraga langsung yang kian beragam.

Langkah Apple ini bukan sekadar promosi teknologi, tapi juga sinyal kuat bahwa akses terhadap olahraga elite kini semakin demokratis—tanpa biaya, tanpa batas, dan tanpa kompromi kualitas.

Hotel Sultan Dieksekusi, Tamu Kehilangan Barang Tanpa Peringatan

Sumbawanews.com,- Eksekusi pengosongan Hotel Sultan di Jakarta berlangsung ricuh pada Kamis, 18 Juni 2026, menyisakan luka tak terduga bagi para tamu yang tak bersalah. Lutfhi (39), seorang warga Surabaya yang sedang menjalani perjalanan dinas, baru menyadari bencana yang menimpanya saat kembali ke kamarnya setelah seharian beraktivitas di luar. Pintu kamar terbuka lebar, barang-barang pribadinya—pakaian, alat mandi, hingga sepatu—hilang tanpa jejak. Di tengah kekacauan, ia baru tahu: hotel yang ia inap itu sedang dieksekusi oleh negara.

Bukan kebetulan, tapi ketidaktahuan yang berbiaya mahal. Sejak pagi, Lutfhi melihat kawat berduri dipasang di halaman depan hotel. Ia sempat meminta izin melewati area itu untuk menuju tempat kerja, dan petugas hotel mengizinkannya. “Saya pikir itu hanya demo biasa,” ujarnya. Pihak hotel, menurut Lutfhi, tak pernah memberi peringatan apapun—bahkan hingga malam sebelumnya, informasi yang diberikan hanyalah: “Layanan tetap berjalan.”

Ketika ia kembali sore hari, suasana berubah drastis. Lobi penuh petugas TNI-Polri, tim verifikasi berseragam hijau memeriksa setiap kamar, dan pintu-pintu kamar tamu terbuka lebar tanpa izin. Saat ia bertanya ke seorang petugas keamanan, jawabannya membuatnya terdiam: “Lho, gak tau tah kalau hotelnya dieksekusi?”

Tak ada komunikasi resmi. Tak ada surat pemberitahuan. Tak ada evakuasi terencana. Hanya keheningan yang membiarkan tamu—yang telah membayar—menjadi korban tak bersalah dalam proses hukum yang berjalan tanpa empati. Barang-barang yang hilang, meski bernilai finansial, bukanlah yang paling menyakitkan. “Yang bikin sedih, saya nggak punya pilihan. Kalau tahu, saya sudah bawa semuanya dan pergi. Sekarang saya jalan-jalan pakai baju batik dan celana pendek, sepatu ketinggalan, kayak orang ngungsi,” katanya sambil menenteng tas seadanya.

Ia mencoba mencari manajemen hotel—tapi tak seorang pun yang bisa dihubungi. Resepsionis sepi, petugas keamanan hanya berjaga, bukan melayani. Dengan kunci akses yang masih di tangan, Lutfhi mengembalikannya ke meja resepsionis—tanpa ada yang menerima. Ia pun pergi, meninggalkan sisa malam yang seharusnya ia habiskan di kamar yang sudah ia bayar. Di luar, ia harus merogoh kocek tambahan untuk menginap di hotel lain, mengganti pakaian yang raib, dan menyelesaikan agenda kerja yang tak bisa ditunda.

Kisah Lutfhi bukan sekadar cerita pribadi. Ia mewakili ratusan tamu lain yang terjebak dalam proses eksekusi yang berjalan tanpa protokol kemanusiaan. Padahal, menurut hukum dan etika pelayanan publik, pihak yang menjalankan eksekusi—terlepas dari dasar hukumnya—wajib memastikan hak-hak warga sipil yang tak terlibat dalam sengketa tetap terlindungi. Termasuk hak atas keamanan barang, informasi yang jelas, dan perlindungan dari kerugian tak terduga.

Eksekusi Hotel Sultan memang telah rampung. Negara kembali menguasai Blok 15, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Tapi di balik kemenangan hukum itu, ada jejak kaki yang terlupakan: seorang pria dari Surabaya yang pulang dengan pakaian seadanya, sepatu tertinggal, dan kepercayaan pada sistem yang retak.

KPK Tampilkan Drama Musikal “Sidik” Lawan Korupsi di TIM

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar drama musikal bertajuk “Sidik” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 4 hingga 6 Desember 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Pertunjukan ini dirancang bukan sekadar hiburan, tapi sebagai medium edukasi yang menggugah kesadaran publik tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan bahwa enam sesi pertunjukan akan dibagi secara strategis: dua sesi khusus untuk tamu undangan—termasuk pegiat antikorupsi, pendidik, penyuluh, dan mitra strategis—serta empat sesi terbuka untuk masyarakat umum. “Ini adalah upaya kami untuk menyentuh kelompok yang paling berpengaruh, sekaligus memperluas jangkauan ke publik luas,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK.

Kerja sama ini digawangi oleh Da Lopez Entertainment, produser kreatif yang dipimpin oleh Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Pemilihan mitra ini bukan semata karena popularitas, melainkan berdasarkan portofolio kuat dalam mengangkat tema kebangsaan, hukum, dan tata kelola negara melalui seni pertunjukan. “Mereka punya kemampuan menyampaikan pesan serius dengan cara yang menyentuh hati,” kata Amir, menekankan bahwa proses pengadaan dilakukan sesuai Peraturan LKPP Nomor 5 Tahun 2021.

Yang menarik, empat sesi untuk masyarakat umum dikelola sepenuhnya secara komersial oleh Da Lopez Entertainment, tanpa menggunakan anggaran KPK. Ini memungkinkan peningkatan kapasitas penonton tanpa membebani keuangan lembaga. “Kami ingin pertunjukan ini tidak hanya berhenti di ruang tertutup, tapi menjadi gerakan sosial yang bisa diakses siapa saja—bahkan yang tidak biasa datang ke acara antikorupsi,” tambah Amir.

Andovi da Lopez mengungkapkan bahwa naskah “Sidik” terinspirasi dari kasus nyata yang pernah ditangani KPK, meski detailnya sengaja dirahasiakan untuk menjaga unsur kejutan dan keotentikan narasi. “Kami tidak ingin membuat drama yang terlalu teoritis. ‘Sidik’ adalah cerita tentang manusia—penyidik, koruptor, dan masyarakat yang terdampak. Ada air mata, ada keberanian, ada konsekuensi,” ujarnya.

Pertunjukan ini dirancang dengan pendekatan sinematik dan musikal yang intens, menggabungkan alur dramatis, lirik yang menggugah, dan tata panggung yang memukau. Penonton yang ingin menyaksikan sesi berbayar dapat memperoleh informasi tiket melalui akun Instagram resmi Da Lopez Entertainment.

Dengan menggabungkan seni, hukum, dan teknologi komunikasi, KPK berharap “Sidik” bukan sekadar pertunjukan, tapi titik balik dalam budaya antikorupsi di Indonesia—di mana kejujuran bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

BPBD Sumbawa Gelar Simulasi Table Top Exercise Banjir Kecamatan Moyo Utara

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Banjir Desa Kikin, Kamis (18/06). Sebab Jika merujuk pada dokumen Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim di Kecamatan Moyo Utara, tahun 2025, banjir merupakan salah satu ancaman bencana prioritas yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Baca Juga: BPBD Sumbawa Gelar Lokakarya Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana

Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang meningkat, kondisi topografi, serta karakteristik aliran sungai dan sistem drainase yang belum optimal, sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir di wilayah desa. Sejalan dengan hasil kajian itu, Desa Kukin telah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir sebagai dokumen perencanaan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kejadian banjir.

Renkon ini memuat skenario ancaman, mekanisme respons, peran para pihak, serta prosedur penanganan darurat yang disepakati sebagai pedoman ketika terjadi kondisi darurat banjir di tingkat desa.

Namun demikian, keberadaan dokumen Renkon perlu diuji untuk memastikan tingkat pemahaman, kesiapan, dan efektivitas implementasinya di tingkat masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Salah satu metode yang digunakan untuk menguji dokumen tersebut adalah melalui simulasi Table Top Exercise (TTX), yaitu latihan berbasis diskusi terstruktur yang menggambarkan skenario kejadian bencana secara bertahap.

Pelaksanaan Simulasi TTX Banjir di Desa Kukin menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah desa, relawan, masyarakat, hingga unsur terkait lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperjelas peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kapasitas desa dalam merespons kejadian banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kegiatan tersebut bertujuan Meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui simulasi TTX berbasis skenario.

Meningkatkan pemahaman perangkat desa dan masyarakat tentang risiko dan dampak banjir. Menguji Renkon untuk kesiapan desa dalam merespon situasi dan pengambilan keputusan pada saat darurat banjir secara cepat dan tepat. Mengidentifikasi kelemahan (gap) dalam rencana dan mekanisme penanganan banjir di desa. Dan Mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat, termasuk kelompok rentan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Output yang hendak dicapai dalam kegiatan ini yakni Laporan hasil simulasi TTX berupa hasil kegiatan yang memuat jalannya simulasi, temuan utama, dan dokumentasi. Perangkat desa dan masyarakat telah memiliki pemahaman tentang mekanisme respon darurat dan pengambilan keputusan saat terjadi bencana banjir. Serta Adanya rekomendasi perbaikan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana banjir, termasuk penguatan koordinasi, alur respon, dan peran masing-masing pihak. (Using)

Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pengawasan internal pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel. Rapat tersebut berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (18/06/2026).

Baca Juga: Wabup Ansori Tutup Lomba Saraqal

Rapat dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Camat Se-Kabupaten Sumbawa, serta para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Wakil Bupati H. Mohammad Ansori menegaskan bahwa pengawasan merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan seluruh program dan kegiatan pemerintah berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah harus memiliki komitmen yang kuat dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil pemeriksaan, khususnya yang disampaikan oleh BPK.

Menurutnya, tindak lanjut atas rekomendasi BPK bukan hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. la meminta seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan koordinasi dan mempercepat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi yang masih menjadi perhatian.

Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) sebagai pedoman dalam pelaksanaan fungsi pengawasan internal. Melalui program tersebut, Inspektorat diharapkan mampu menjalankan peran pembinaan, pendampingan, serta pengawasan secara efektif guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengawasan yang kuat bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya memastikan seluruh kegiatan pemerintahan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

la juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk menjadikan pengawasan sebagai bagian dari budaya kerja organisasi, sehingga tercipta pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara Inspektorat dan seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan akuntabilitas, mempercepat tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Sumbawa Didi Hermansyah, S.E, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari penyimpangan.

la menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam rakor tersebut adalah percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, tindak lanjut rekomendasi BPK merupakan indikator penting dalam mengukur komitmen pemerintah daerah terhadap perbaikan tata kelola keuangan dan administrasi pemerintahan. (Using)

Berita Terkini

Indonesia vs Oman: Duel Vital di AVC Men’s Volleyball Cup

Sumbawanews.com,- Tim voli putra Indonesia bersiap menghadapi Oman dalam laga penentuan fase grup AVC Men’s Volleyball Cup, Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 19.00 WIB....

Tunisia vs Belanda: Jebakan Terakhir di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Kansas City – Laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Tunisia dan Belanda di Stadion Kansas City, Jumat (26/6/2026) pukul 06.00...

Pantai Gading Tundukkan Curacao 1-0 Berkat Gol Pepe

Sumbawanews.com,- Jakarta – Les Éléphants membuka peluang lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Curacao dalam laga Grup E Piala Dunia 2026,...

Ekuador dan Jerman Saling Balas Gol dalam Babak I yang Seru

Sumbawanews.com,- Dua gol cepat memicu adrenalin penonton di MetLife Stadium pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 antara Ekuador dan Jerman, Jumat (26/6)...

Berita Utama